
Dikediaman Eyang putri
Suasana disana begitu sibuk, keluarga besar dari luar kota maupun yang di luar negri sudah datang satu persatu, karena yang tertua tinggal Eyang Gendhis jadi semua keluarga selalu menurutinya, kapan pun diminta mereka pasti akan datang jika Eyang Gendhis yang melakukannya.
Disela-sela kesibukan dan wara wiri persiapan itulah tiba-tiba Bella sudah berada di depan rumah Gendhis, Eyang yang mengetahuinya segera saja menghampirinya.
"Oh.. ya Ampun... cucu mantu eyang yang cantik jelita sudah datang...." sambutnya penuh kehangatan
Bella pun tersenyum penuh kemenangan kala Eyang menyambutnya dengan sepenuh hati seperti dahulu.
Mereka pun berpelukan...
"Maaf ya Eyang.. Bella baru datang dan jarang berkunjung,jadwal Bella padat sekali...." ucapnya manja
"Gak apa-apa Eyang mengerti, model internasional kayak kamu pasti sibuk terus tapi Eyang bangga punya cucu mantu seperti kamu..."
"Uuh...Eyang... tapi Bella malu disini Eyang orang-orang menatap Bella aneh ,kan Bella bukan lagi istrinya Oem... " ucapnya sedih
"Kamu tenang saja... disini ada Eyang.. Eyang akan memperstukan kalian kembali. .." jawabnya senang
"Makasih ya Eyang.... Eyang putri emang yang terbaik...." jawabnya sambil memeluk Eyang.
Bella pun datang mengahmpiri para saudara Oemar disana yang memang sudah berkumpul , ia pun menyalami Paman ,Bibi , dan kelurga yang disana,namun saat hendak menyalimi Hendro dan Diva mereka mengalihkan pandangan tak suka,karena mereka masih sangat marah pada perempuan ini.
Sedangkan keluarga Oemar ada yang masih mendukung Bella namun tak banyak pula dari mereka yang tak suka akan kehadiran Bella,namun karena melihat kondisi Gendhis yang begitu senang mereka pun hanya mengikuti alur saja.....
"Papah mau istirahat...." ucap Hendropada istrinya ,ia pun bangkit dari duduknya dan melangkah pergi
"Mamah juga pah...." merekapun pamit kepada para saudaranya dan meninggalkan Bella .
"Awasssss saja ya... kalian berani mengacuhkan ku...." ucap Bella dalam hati yang melihat punggung kedua mantan mertuanya itu.
Sedangkan di dalam kamar Hendro pun kembali menghubungi putra nya itu.
"Hallo...assalamualaikum pah..." jawab Oemar diseberang sana
"Waalaikumsalam ,Mar papah dengar dari Bram kamu sudah kembali ..."
"Iya pah... mendengar April masuk rumah sakit Oemar langsung terbang ke jakarta berhubung tugas disana memang sudah akan selesai jadi Vino Oemar tinggalkan disana untuk finishing pah...."
"Bagus lah .. bagaimana sekarang kondisi April...."
"April baru saja siuman pah... tadi habis minun vitamin dan sudah selesai makan tapi sekarang dia tidur lagi katanya dia sangat mengantuk...."
" Syukurlah jika semua baik-baik saja.... biarkan dia beristirahat dulu. Lalu bagaimana hasil diagnosisnya....?"
"Ehm... semua baik-baik saja pah normal dan stabil tak ada yang perlu di khawatirkan...."
"Benarkah.... tampaknya ada sesuatu yang kau sembunyikan nak... apa April ada penyakit...." tanya Hendro khawtir
"Alhamdulillah tidak ada pah... tapi... papah sebentar lagi .. akan menjadi kakek lagi pah...." Ucap Oemar pelan
Hendro pun terkejut
"Maksudmu April hamil...."
"Iya.. pah benar dia sedang hamil dan usia cucu papah sudah 6 minggu... "
"Alhamdulillah...akhirnya doa papah terkabul..." ujar Hendro senang
Diva yang sedari tadi berada di samping suaminya itu terus mendengar percapakan ayah dan anak itu dan ia pun senang kala mendengar berita kehamilan menantu kesayangannya itu.
"Oemar , papah harap dengan kehamilannya April kamu bisa membuka lembaran baru bersamanya... tetaplah melihat kedepan dan jangan pernah menoleh ke belakang lagi..." ucap Hendro menasehati putra sulungnya itu
" Oemar mengerti pah, ..."
" Apa besok kamu akan datang kemari???..." tany Hendro ragu "Kau tahu nak, perempuan itu sudah datang kemari dan eyang mu malah terlihat bahagia ..."
"Entahlah pah... lihat kondisi April saja dulu,, dia baru saja siuman bagaimana mungkin Oemar meninggalkannya...."
" Jika sudah lebih baik ada baiknya April dibawa kemari Mar ,melihat kondisi disini yang kacau lebih baik April diajak kesini untuk diperkenalkan kepada Eyang mu... siapa tahu setelah dia melihatnya dan mengetahui kehamilan April eyang mu akan berubah pikirkan..."
"Ehm... nanti akan Oemar pertimbangkan dulu pah..."
"Baiklah terserah kamu nak... papah tutup dulu telfonnya ya ,Assalamualaikum..."
"Waalaikumsalam..."
Usai menutup panggilan telfonnya itu Diva pun semakin kepo pada suaminya.
"Pah... apa bener menantu kita sedang hamil..." tanya Diva antusias
"Alhamdulillah ya pah... sepertinya mereka sudah semakin dekat ..."
"Yah.. kita berdoa saja semoga mereka bisa saling menyayangi satu sama lain.. papah hanya ingin anak dan cucu papah diberikan kebahagiaan selalu ... "
Diva pun mengaminkan doa suaminya itu.
...----------------...
Kantor pusat
Frans yang baru saja tiba dari makan siangnya tengah tergesa-gesa menghampiri rekannya
"Eh... gaesss gue ada berita nih soal April... "
"Kenapa-kenapa...." tanya Salsa antusias
" Gue denger tadi dari bu Dewi kalo April sudah siuman dan sekarang kondisinya sudah stabil.... "
"Beneran lu...." tanya Devan serius
"Beneran bambang....tanya aja ke bu Dewi sono...."
"Alhamdulillah kalo April baik-baik saja... kepikiran banget gue dari kemaren...." timpal Salsa
"Sama...." ucap Devan dan Frans bersamaan
"Eh...gimana kalo nanti sore kita jenguk April..." ajak Devan
"Ehm.. boleh..boleh deh... kita kerumah sakit ya ,gue kangen banget sama dia..."
"Yyeeay...." Salsa pun kegirangan
"Udah.. sekarang kita kerja dulu biar cepet kelar dan cepet pulang...." titah Frans.
Mereka pun kembali ke pekerjaannya
Rumah sakit
April yang tertidur kini bangun kembali,Oemar yang menyadarinya pun langsung menghampirinya.
"Kenapa sayang, apa kamu membutuhkan sesuatu ..." tanya Oemar penuh perhatian namun tak ada jawaban dari April
April yang lagi-lagi mendengar kata sayang keluar dari mulut suaminya itu merasa senang sekakigus perih, karena sampai sekarang dia pun tak tahu arah pernikahan ini
"Ada apa hem...."tanya Oemar lagi
"Aku laper lagi mas...." kekeh nya
"Hah... mau makan lagi ya... ini..sudah datang tadi makan siang mu Bee..." tunjuk Oemar pada nakas disamping bed nya itu
Dilihatnya makanan disamping nakas yg sudah terbungkus rapi dan lezat tapi April menggeleng kan kepalanya.
"Aku gak mau makan itu mas ,aku pengen makan soto babat yang masih panas, terus dikasih bihun,kol ,sama perasan jeruk nipis terus dikasih sambelnya mas. ..." pinta April manja
Pertama kalinya April meminta suatu makanan kepada suaminya itu dan membuat Oemar melongo.
"Hah...soto babat??? makanan apa itu .. dan lagi dimana Bee adanya...." tanya Oemar bingung
"Ehm... pokonya aku pengen makan itu sekarang massss, pengen banget ih...." pinta April kekeh sambil memandang suaminya
Melihat April dengan pupy eyes nya itu membuat Oemar gemas dan ingin menerkamnya..
"Baiklah... aku akan menyuruh sesorang untuk membelikannya ya..." ucap Oemar sambil mencium kening istrinya
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
......................
...----------------...
Hay Readers.... terima kasih sudah mampir... jangan lupa beri like daan komen ya... agau author selalu bersemangat menulisnya....
🍃Happy Reading 🍃
.