
Sesampainya di rumah Melly langsung pergi ke kamar nya yang ada di lantai dua, Diva dan April yang sedari tadi menunggu kedatangan mereka di ruang tamu pun terheran melihat Melly yang pergi begitu saja melewati mereka tanpa menyapa nya...
Tak lama Hendro dan Oemar pun masuk ke dalam rumah
"Pah...gimana hasilnya...." tanya Diva tak sabar
Hendro pun hanya menggelengkan kepalanya
"Tak ada yang benar Ma, mereka malah menuduh putri kita yang tidak-tidak..." ujar Hendro yang masih kesal
"Maksud papa...." tanya Diva lagi semakain penasaran
" Sudahlah Ma ini semua mungkin sudah takdir yang harus diterima putri kita , ini semua salah Melly sendiri kenapa dia melakukan hal-hal menjijikan seperti itu , dan lihat hasilnya keluarga kita pun ikut di injak-injak..." Hendro pun meluapkan kekesalan nya dirumah
"Maksud papa gimana sih pa, mama tau jika putri kita itu sudah salah jalan tapi sekarang gimana hasilnya apa mereka mau bertanggung jawab..."
Hendro hanya terdiam sambil duduk di atas sofa ,ia merasa kesal dan penuh amarah dengan kejadian yang baru saja ia rasakan
"Mar.. jawab mama dong.. mama ini bingung lhoo.. tapi kalian malah diam saja..." cecar Diva pada putranya
"Tak ada pertanggung jawaban dari mereka Ma, mereka malah menuduh Melly yang tidak-tidak , dan mereka juga tak percaya jadi kita memutuskan untuk melakukan tes DNA pada bayi yang Melly kandung ...."ucap Oemar datar
"Apa.... tes DNA , kamu tau kan tes DNA pada bayi yang masih di dalam perut itu sangat berbahaya bagaimana mungkin kalian bisa memutuskan hal seperti itu..." ucap Diva yang sangat terkejut
"Mau bagaimana lagi mereka tak percaya dengan anak yang ada didalam perut putri mu itu dan menuduhnya sudah tidur dengan banyak pria..." ujar Hendro
"Apa.... kurang ajar sekali mereka berkata seperti itu , benar-benar ya mereka itu, berani berbuat tak berani bertanggung jawab...." Diva pun ikut marah-marah dan kesal
"Tapi mas bukan kah tes DNA pada bayi dapat dilakukan jika usia kandungan sudah memasuki trimester ke 2 ya... sekitar 4-5 bulan kan kalau gak salah ...." ucap April pada sang suami
"Benar Bee dan kita akan menunggu dua bulan lagi untuk melakukan tes DNA pada bayi itu..." jelas Oemar
"Lalu bagaimana dengan Melly ,jika kita harus menunggu hasil dari tes DNA bisa-bis perut Melly sudha terlihat besar, gimana ini Pah...." ujar Diva yang sudah gusar
"Ya sudah kita jalanin saja Ma mau bagaimana lagi mereka juga gak mau semudah itu untuk bertanggung jawab...."
"Huh.... Melly.. Melly... anak itu benar-benar sudah membuat kita dalam masalah..."lirih Diva yang sudah pasrah dengan keadaan hidup putri nya, sedangkan April pergi ke dapur untuk membuat sesuatu.
Di kamar Melly yang masih syok dengan kejadian tadi di kediaman Gerald membuat nya serasa dilema.
ia pun menatap perut datar nya dan duduk di atas sofa depan ranjang, masih terngiang di telinga nya potongan-potongan kejadian di Mansion mewah itu.
"Apa yang udah loe lakuin Mell... sehingga loe jadi bulan-bulanan mama nya Bobby, dan Bobby kemana lagi dia, udah bikin aku bunting kayak gini sekarang malah ngilang ...." ucap Melly sambil menatap perutnya sendiri
"Apa salah gue sampe-sampe gue sekarang ada dalam keadaan yang tak berdaya...." lirihnya
"Ah...ya benar... ini semua karma buat gue... dulu gue begitu benci sama kak April bahkan gue sering mengejek dan menghina nya, sekarnag gue tau bagaimana rasa nya di hina dan tak diingin kan... hiks.. hiks .... gue emang pantes mendapatkan nya... ." lanjut Melly yang terus mengoceh hingga meneteskan air matanya kala mengingat banyak perkataan buruk yang ia lontarkan pada kakak iparnya.
Di sela-sela lamunan nya Melly pun mendengar suara knop pintu yang berputar
ceklek....
"Mel....boleh kakak masuk.... "sapa April sambil membuka pintu kamar nya itu.
"Eh..kak April masuk aja kak...." jawabnya ramah ia pun segera menghapus bulir sudut matanya yang tadi berair
"Ini kakak bawakan susu almond buat kamu... " ucapnya sambil menyerahkan gelas berisi cairan putih itu yang ia pegang di tangan nya
"Apa ini kak, kenapa Melly harus meminum ini..." ucapnya dengan polos
"Ini susu almond Mel , sangat baik untuk kesehatan kamu dan bayi mu, apalagi susu ini sangat bagus untuk meningkatkan mood ibu hami..." jelas April sambil tersenyum menatap sang adik iparnya.
"Makasih ya kak udah repot-repot buatin Melly susu..." ucap nya sambil meminum susu itu hingga habis dan meletakan susu itu diatas meja rias.
"Kak.... bisa kita bicara sebentar...." ucapnya pelan sambil menatap sang kakak .
April pun berbalik dan menatap sang adik
"Ada apa...."
"Kak... maafkan Melly jika selama ini Melly sudah berbuat jahat sama kakak, apalagi mulut Melly ini yang selalu seenaknya bicara omong kosong tenatang kakak, bahkan Melly tak pernah sopan dengan kak April, tolong maafkan Melly kak..hiks..hiks..maafkan Melly......" kini ia pun menunduk sambil menangis meminta pengampunan dari kakak iparnya.
April pun menatap lekat sang adik ipar terlihat banyak penyesalan yang sudah ia rasakan terhadapnya, ia pun mengangkat dagu sang adik dan mengelap pipi nya yang sudah basah dengan derai air mata.
"Hey... ibu hamil gak boleh menangis seperti ini, tak baik untuk kesehatan kamu dan bayi kamu, jadi, berhentilah menangis...dan juga kakak sudah memaafkan mu sejak lama, kakak tak pernah memikirkan setiap perkataan buruk darimu dek.. jadi sudah ya nangis nya...." ucap April sambil mengelus-elus rambut adiknya
Namun bukan nya berhenti menangis Melly malah semakin keras menangis dan kini pipinya sudah di penuhi air mata yang deras, ia malah semakin menangis sesenggukan.
"Kak.. hiks..hiks...maafkan Melly, Melly malah semakin bersalah atas perbuatan Melly, kakak sungguh baik dan tulus, hiks.. sekarang Melly sadar jika Melly sudah kena karma akibat sering berbuat jahat pada kakak....." ucap Melly dengan sedih, mendapat maaf dari sang kakak ipar malah membuatnya semakin bersalah karena sudah sering menghakimi sang kakak dengan mulut kotornya itu.
"Sudah..sudah...kakak sudah memaafkan mu Mel, jika tentang masalah mu kakak selalu mendoakan agar cepat selesai , kamu yang sabar ya... kami semua pasti akan berada dibelakang mu dan mendampingi kamu Mel, jadi jangan berkecil hati, kamu cukup bertaubat dan meminta pengampunan sama Allah bukan sama kakak, oke...." ucap April sambil memeluk Melly dan mendekap nya penuh kasih sayang.
"Makasih kak..hiks..makasih...." ucap Melly senang, serasa ada sesuatu yang lepas dari hatinya selama ini , ia merasa plong dengan dirinya setelah mendapat maaf dari sang kakak.
Oemar yang hendak menghampiri sang adik pun ia terharu melihat dua wanita yang sama-sama sedang hamil terlihat saling berpelukan , ia tersenyum kala melihat perut April yang sudah membuncit menahan pelukan dari dua orang yang ia sayangi itu. Ia pun masuk dan menghampiri mereka lalu memeluk mereka berdua.
"Kak Oemar...hiks..hiks..." ucap Melly mendongakkan kepalanya dan ia pun kembali menangis di dalam pelukan sang kakak.
"Kamu tenang aja..kakak pasti akan mencari jalan keluar nya.. ingatlah ini sebagai pembelajaran mu yang berharga, disesali pun percuma karena nasi sudah menjadi bubur, yang dapat dilakuakn hanya bertobat Mel...." ucap Oemar menasehati sang adik
"Iya kak... Melly benar-benar menyesali semua perbuatan Melly selama ini... terima kasih kalian selalu ada untuk Melly meski Melly sudah sering kali berlaku kasar...."
"Sudah..yang sudah biarlah berlalu sekarang kita pikirkan kedepannya seperti apa, dan kamu harus ingat jika kamu saat ini sedang hamil jadi harus lebih berhati-hati...."
Mereka pun berpelukan dan saling menyayangi.. sungguh Melly merasa bahagia dan senang disaat ia mendapati diri dalam masalah yang serius tapi keluarga nya masih menerima dan memaafkan nya.....
💧
❄
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...----------------...
......................
Hay... Readers.... terima kasih sudah mampir di novel ku....
Jangan Lupa Like dan Komen ya.....
Silahkan tinggalkan jejak mu readers...
Mohon bantuan nya kasih bintang ya buat Author biar tambah semangat...
terima kasih 😍
🍃Happy Reading 🍃
🌞
.
..