
Hari silih berganti tak terasa sudah 3 hari berlalu, pagi ini April pergi bekerja diantar oleh Karin, seperti biasa mereka akan mengantarkan Nia terlebih dahulu ke sekolahnya.
"Ehm.. Pril, gimana kerjaan kamu di kantor..."
"Baik kok Rin, kamu gimana..."tanya nya balik
"yaa.. gitu -gitu aja sih... oh ya By the way giman rekan-rekan kamu apa mereka baik-baik aja, em..maksudnya apa semua baik Pril..." tanya Karin ragu-ragu
"Hahahahaha..baik lah Rin, tenang aja semua rekan ku mah oke-oke aja, tumben sih kamu nanya mereka...."
"hehehhehe nanya aja sih..." ucap Karin canggung
"Yaah... baik sih, tapi iya semenjak aku pulang dari Malang aku belum pernah liat Devan, katanya sih dia cuti sakit, tapi kita juga belum tau sih jelasnya kenapa..."
"Hah... sakit..." ucap Karin terkejut
"Eits... biasa aja kali Rin..."
"Hehehehe.. maaf reflek aja..."
"Naksir yaa... keliatan banget tuh mukanya khawatirin sesorang tuh..." candanya
"Apaan sih Pril ,ngaco deh..."
"Kalo naksir bilang aja Rin... aku kasih nomernya mau .."godanya lagi
"Udah punya week..., "jawabnya sambil menjulurkan lidahnya, "uda sana masuk... bye..."
April pun tersenyum bahagia melihat sahabtnya itu, dia akan sangat senang jika Karin sudah mau jatuh cinta lagi, trauma nya yang mendalam membuatnya menjomblo lama . April pun lantas melangkahkan kakinya memasuki perusahaan besar itu, dan ia pun mulai melakukan pekerjaannya dengan profesional.
Setelah mengantarkan April ,Karin lalu terus melajukan mobilnya menuju kantor kakak nya, sepanjang perjaalanan dia terus memikirkan Devan yang kata April sedang sakit...
"Kenapa ya dia nggak masuk kerja, sakit apa, padahal terkahir ketemu dia kan sehat-sehat aja, apa dia terkena sakit hati,,, tapi gak mungkin dong, apa dia merasa marah karena April telah menutupi kebenarannnya, tapi gk mungkin juga ah terlalu lebay..." gumam Karin yang terus mengoceh sendiri di dalam mobil sambil menyetir.
Jam terus berputar menit demi menit berjalan begitu cepat, April ,Salsa ,dan Frans yang sudah merencanakan akan menjenguk sahabat baiknya pun kini tengah membeli buah-buahan dan cake untuk mereka bawa sebagai buah tangan.
Sesampainya di rumah Devan dia tengah melihat Devan sedang mencuci motor di depan rumahnya, Devan pun tampak biasa saja ketika melihat para sahabtnya datang mengunjungi rumahnya.
"Hai broo..."sapa Frans pada Devan
"Hem..."jawabnya pada Frans sambil melakuakn fist bump
"Hay Van, sehat luu..." sapa Salsa padanya
" Baek kok..." jawabnya santai
"Assalamualaikum Van , gimana kabar kamu, uda sehat belum..." sapa April padanya
"Waalaikumsalam..."jawabnya ketus
Mereka pun saling pandang pada Devan yang tak biasanya begitu pada April.
Mereka pun lalu duduk di teras rumah Devan dan meletakkan bawaannya di atas meja depan mereka.
"Loe sakit apaan..." tanya Frans
"Gue gak sakit kok, cuma pengen istrahat aja, penat gue sama tumpukan berkas, besok juga gue uda masuk kerja, uda selesai bolos nya, hehehehe ..."
"Tuh..kan bener apa gue bilang, loe tuh kagak mungkin sakit lah, secara loe kan karyawan killer, gila kerja luu..." jawab Frans sambil merangkul pundak Devan
"Iya nih Van.. loe tuh bikin kita khawatir tau..." ujar Salsa
Devan pun menanggapi dengan senyuman tipis pada mereka.
"Oh ya Van tapi gak biasanya lho kamu libur kerja tanpa ngabarin kita, beneran kamu gak sakit...."tanya April memastikan
"Heem..."jawabnya kembali ketus
" Loe kenapa Van ma April..." tanya Salsa yang tak suka dengan sikap Devan pada April
"Gak kenapa-napa..." jawabnya
"Seriuss..."sahut Frans
"Van apa kamu marah sama aku... kenapa kamu kayak gitu sama aku, gak kayak biasanya deh ..."
"Emang apa peduli loe sama gue..."jawab Devan kasar
"A-aku..."
" Loe kenapa sih Van, cerita dong ma kita, loe kok jutek banget ma April..."tanya Salsa kembali
Namun Devan tak bergeming dia bangkit dari duduknya dan berdiri menatap ke atas langit,sejujurnya dia kecewa pada April yang sudah membohongi persahabatan mereka namun ia juga benci pada dirinya sendiri yang tak mampu mengungkapkan perasaannya pada wanita yang ia kagumi.
"Ohw..mungkin Devan masih marah kali soal April yang gak ada di Medan ..."tebak Frans
"Ih.. gak mungkin juga kali masak masalah gitu aja Devan langsung ngambek ma April, kita aja tadi pagi gak bisa marah ke dia , ya kan Frans ..."ucap Salsa
" Iya lhoo Van, lagian April juga udah ngasih tau kalo dia itu kemaren emang ada di Medan karena beda camp aja jd Alim dan Sinta tak tahu keberadaan April disana..." tutur Frans menjelaskan pada Devan
"Dan kalian percaya..." ucapnya sambil berbalik dan menatap pada April
"Of course, why not..." jawab Salsa
"Mana ada 1 proyek tapi beda base camp, biarpun ada banyak base camp pasti setiap rapat atau kunjungan proyek mereka akan bertemu, loe udah di kibulin ma dia, temen yang dulu kita anggap baik ini sekarang dia udah berubah..." jawab Devan menekankan
"Maksud kamu apa Van..."tanya April bingung dengan ucapan kasar Devan itu
"Loe pembohong besar Pril dan loe udah menganggap persahabatan kita ini tak ada artinya..."
" Van loe kok gitu sih... kalo loe marah sama April soal yang di Medan udahlah mau bener apa nggak April pasti punya alasannya sendiri, masak gara-gara gini aja loe sampe kagak kerja, terus kenapa ngomong loe jd kasar gitu sama April..." tutur Frans
"Maksud loe..." tanya Salsa penasaran
Devan pun menatap April sekian lama, tatapan nya itu penuh kekecewaan , April yang tak mengerti pun menjadi takut, dia takut akan rahasianya sudah diketahui Devan.
"Wooy...jawab donk loe jangan bikin kita bingung.." teriak Frans padanya
Devan pun menghembuskan nafasnya dalam dan berkata
" Loe nggak ke Medan kan, tapi loe lagi honey moon di Malang...." jawab Devan sambil menatap April tajam
April pun tak dapat menjawabnya, dia hanya terdiam pasrah dengan perkataan Devan, dia sadar hari ini sudah tiba dimana hari terbongkarnya rahasia nya.
"Ngaco deh loe, honey moon apaan coba.." ujar Salsa tak percaya
" Loe gak percaya kan.. apalagi gue, tapi gue ngomong apa adanya broo sesuai fakta yang ada.."
"Fakta apaan..." tanya Frans yang mulai emosi
" Cepet cerita loe jangan bikin kita mikir napa kayak main teka teki aja lu..." lanjutnya
"Dia.. sahabat kita, sahabat baik yang sudah ada bersamanya sejak ber tahun tahun,tapi dia sekarang sudah nggak menganggap kita sebagai sahabatnya lagi, sahabat mana yang merahasiakan PERNIKAHANNYA selama 3 bulan lebih dari kita, sahabat mana yang rumahnya pindah tanpa mengabari kita dulu, sahabat mana yang lagi pergi honey moon bersenang-senang dengan pasanagannya namun kita kalang kabut memikirkan dia yang gak ada kabar, sahabat apa kayak gitu hah..." ucap Devan penuh emosi
Frans dan Salsa pun terkejut mendengar penuturan Devan itu,
"Apa..menikah, pindah, honeymoon..."ucap Salsa
"Pril.. ini bohong kan , ini gak benenr kan... tolong katakan yang sejujurnya kalo ini semua adalah bohong,katakan Pril..." lanjutnya
Namun April hanya menggeleng-gelengkan kepalanya tak bersusara ,dia meneteskan air matanya saat melihat para sahabatnya itu marah padanya.
"Jawab Pril...." teriak Salsa pada nya sambil mengguncangkan pundak sahabt nya itu
"Maaf kan aku Sal, Frans , yang dikatakan Devan memang benar...." jawab April lirih
"Apa .... jadi kamu su-sudah..." ucap Salsa
"Ya ..benar Sal aku sudah menikah 3 bulan yang lalu dan aku pun pindah ke rumah mertua ku saat ini..."Jawabnya sambil menundukkan kepalanya
"Kenapa kamu nggak bilang Pril..kenapa...kita justru akan sangat bahagia mendengar nya tapi kamu merahasiakan ini begitu lamanya pada kami,apa kami tak pantas untuk mengetahui nya Pril..." ucap Salsa sedih
April pun hanya menggeleng kan kepalanya
"Dan kalian tahu siapa suaminya..." sahut Devan lagi pada mereka.
"Siapa..."tanya Farans kepo
" Tuan Oemar Emirat Ghurair,putra sulung tuan Hendro Wicaksono dan sekaligus pemilik perusahaan terkaya se Asia, mana mungkinlah kita di kasih tau sama dia..."
"Apa...." jawab Salsa dan Frans bersamaan, mereka begitu terkejut.
"Maafkan aku... sebenarnya aku tak ada niat buat merahasiakannya tap-tapi..."
"Sudah lah Pril jangan kamu membohongi kita lagi, kita sadar kok posisi kita saat ini dan tak mungkin kamu mebutuhkan kita lagi..." jawab Devan
"Van.. nggak gitu , pliss..dengerin aku dulu Sal, Frans ku mohon, kalian sahabat terbaik ku, kalian seperti keluarga bagiku, tapi pliss dengerin aku dulu ini semua tak seperti yang kalian pikirkan, aku punya alasan tersendiri mengapa merahasiakannya dari Kalian , pliss denegrin aku..." ucap April sedih
"Kalau kamu menganggap kami keluarag maka kamu tak akan merahasiakannya dari kita Pril..." jawab Frans
"Udalah males gue liat muka loe , mending loe pulang sekarang dari pada gue makin kesel sama loe..." jawab Devan kasar
"Van..."April pun mundur dari hadapan Devan dan menatap pada Frans di sebelahnya
Namun Frans malah memalingkan pandangannya,
"Gue pulang dulu, terjawab sudah Pril semua keanehan kamu selama ini, ternyata seperti itu , dan persahabat kita tak sedalam pikiran gue, yang menganggap persahabatan ini bagaikan keluarga...." ucap Frans sambil menaiki motor nya dan pergi meninggalkan rumah Devan.
April merasa sedih dengan perkataan Frans barusan, ia pun menatap Salsa dan meraih tangannya ,
"Sal... maafkan aku, sebenarn-..." ucapnya terpotong
Salsa menepis tangan April
"Sorry Pril gue kecewa sama loe, ok lah kalo loe gak cerita sama Devan dan Frans, tapi setidaknya loe cerita ma gue Pril, dan yang bikin gue kecewa 3 bulan Pril 3 bulan lebih loe sembunyiin semua ini dari kita...." ucap Salsa berlalu dan meninggalkan mereka ,ia pun menaiki mobilnya dan pergi melajukan mobilnya kencang.
April meneteskan air matanya dia merasa sedih melihat para sahabtnya itu kecewa padanya.
"Loe tau Pril meski gue tau mungkin lo ada masalah atau apapun saat pernikahan loe ,tapi seharusnya sesudah pernikahan loe cerita sama kita, bukannya loe sembunyiin dari kita dan gue ngerti kalo loe gak mau di publikasikan sama semua orang tapi kita ini sahabat loe Pril kenapa loe rahasia in ini dari kita semua, kita kecewa sama loe...." ucap Devan meninggalkan April dan masuk ke dalam rumah nya .
April pun tengah menangis di luar rumah Devan, dia melihat ke belakang kalau Devan sudah menutup pintu rumahnya, dia pun segera berjalan keluar gerbang rumah devan itu, karena ia tadi kesini bersama Salsa namun karena Salsa lebih dulu meninggalkannya kini dia hanya bisa terus berjalan melewati rumah- rumah di sepanjang jalan itu. Ia begitu terpukul dengan para sahabatnya , sahabat tempat ia bersandar dahulu namun kini mereka meninggalakan nya karena kekecewaan pada dirinya ,
"Ini semua slaah ku...hiks..hiks..hiks..., harusnya aku memberi tahu mereka dari awal..., aku pikir mereka tak akan sperti ini reaksinya ,namun mereka begitu kecewa bahkan mungkin mereka membenci ku saat ini...hiks..hiks..hiks...."ucap nya sambil menangis, hingga tak terasa ia sudah berjalan jauh, dia sudah sampai di jalan besar dia pun melihat halte disana, dia duduk di halte tersebut yang begitu sepi, dia pun mengusap air matanya agar berhenti menangis lalu dia memesan ojek online, dan menunggunya.
Selama dia menunggu tiba-tiba saja ada sebuah mobil Sport mengahmpiri nya dan berhenti tepat di depannya, ia pun melihat mobil itu, dan tak lama pintu nya pun terbuka terlihat lah sosok seseorang yang tak begitu ia kenali, Orang itu terus menghampiri nya , dan berdiri di hadapannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...----------------...
......................
Hai Reader.... jangan luap ya like dan komen, tinggalkan jejak kalian z di kolom komentar, yerima kasih sudah mampir
🍃Happy Reading 🍃
......................