
Disaat April tengah merenungi nasibnya tiba-tiba telefon di depannya berdering yang membuat dia begitu terkejut.
Kriing krriing
"Astaghfirullah... siapa coba yang telfon, gimana kalau klien atau para petinggi lainnya aku harus jawab apa, bingung aku tuh...." gumam April frustasi sambil terus memegang kepalanya .
Tak lama terdengar suara ketukan di pintu, April pun menoleh dan melihatnya sejenak
"Yaa Ampun..siapa lagi ini..." ucapnya dalam hati dia pun menarik nafas dalam-dalam dan berkata
"Masuk..." jawabnya
ceklek
Pintu pun terbuka , masuklah sosok wanita yang cantik dia adalah Dewi sang sekertaris Presdir yang sangat ia kenali.
"Maaf bu jika saya mengganggu tapi saya ditugaskan Pak Hendro untuk melayani ibu , dan barusan ada telfon masuk dari pak Oemar bu, bliau terus menghubungi ibu tapi tidak bisa, dan sebentar lagi bliau akan menghubungi ibu kembali...."ucap Dewi padanya
"Oh..i-iya mbk Dewi maaf tadi saya lagi di toilet nggak tau kalau ada telfon..." elaknya
"Baiklah bu kalau begitu saya permisi..." pamitnya
April pun mengangguk dan kembali melihat telfon di depannya
"Ya Allah.. ternyata tadi tuh mas Oemar, kenapa aku jadi parno gini yaah...." gumamnya
kring...kring...kring....
Telfon pun kembali berdering. dan April pun segera mengangkat telfon itu
" Hallo... assalamualaikum..." ucap April
"Waalaikumsalam, Bee kamu kemana aja sih susah banget aku telfonin, uda puluhan kali aku telfonin kamu tapi nggak di angkat, aku tuh tadi mau pamit kalau aku mau ke luar negeri tapi kamu sudah di hubunginya , tapi mungkin saat ini kamu sudah tahu yaa..." jawab Oemar diseberang sana
"Maafkan aku mas, hape aku masih tertinggal di ruangan ku, sekarang aku lagi di kantornya papah..." ucap April dengan sedih
"Ya..aku sudah mendengar nya perihal kejadian disana, kamu harus kuat yaa jangan pernah mendengarkan apa kata orang lain, dan jadilah dirimu sendiri, aku yakin kamu pasti bisa aku akan selalu mendukungmu, kamu jangan putus asa yaa, aku tahu kamu begitu terkejut dengan posisimu saat ini tapi percayalah pada dirimu sendiri dan percayalah akan kemampuan mu, aku bersama mu bee, selalu bersama mu, kalau ada masalah atau perihal yang tidak kamu mengerti kamu segera telfon aku,papah,atau Bram dan Vino,kami semua akan mendampingimu..." tutur Oemar menyemangati.
April merasa lega dengan penuturan suami nya itu kini dia merasa tenang saat mendengar nasihat dan dukungan dari suaminya.
"Iya mas terima kasih atas dukungannya, sekarang aku merasa lega mas ,mulai sekarang aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjalankan perusahaan papah ini..." ucapnya penuh semangat
" Bukan perusahaan papah tapi KITA, itu juga bagian dari perusahaan mu bee..." jelasnya
April pun tertegun mendengar ucapan suaminya barusan namun dia segera menyadarkan dirinya kembali.
"Mas berapa lama kamu disana..."tanya April pada suaminya
"Ehm... belum tau Pril nyampe juga belum, mungkin sekitar satu atau dua minggu karena selepas dari Beijing aku harus ke Eropa jadi tak tahu berapa lama waktu yang ku butuhkan untuk perjalanan kali ini..."
"Lama sekali masss...." keluh April
"Kenapa....udah kangen ya..." goda Oemar
"Ih..mas Apaan sih..." jawab nya malu
" Untungnya semalam uda di kasih bekal banyak jadi selama perjalanan aku bisa tenang bee..."godanya kembali
"Maassssss...." teriak April kesal yang membuat dirinya semakin memerah karena malu
Oemar pun tertawa terbahak-bahak di balik telefon itu
"Udah dulu ya mas aku mau lanjut kerja , kerjaan papah numpuk banget nih mas..." ucap April
"Ok-ok bee ,see you, fighting bee eeemmmmuuuuaaaaccchhh....." jawab Oemar seraya memberikan ciuman panjang padanya
April yang mendengar nya pun tersenyum senang
"Balasss bee..." panggil Oemar padanya
"Daah..mas..." goda April pada suaminya
"Bee......"
"ok-ok eemuach... see you mas, hati-hati ya disana dan cepat lah kembali..." ucap April
"Iih... gak adil itu pendek banget Bee.."protesnya
" Baiklah baik-baik juga yaa disana.. assalamualaikum..."
"Waalaikumsalam..."
Mereka pun mengakhiri panggilan nya.
Tak terasa waktu pulang pun sudah tiba, April yang baru saja keluar dari ruangannya dia pun menuju lift hendak pulang disana dia berpapasan dengan para sahabtnya, dia begitu senang sehingga langsung memeluk Salsa dengan erat.
Setibanya di Lobby dia pun berjalan dengan mereka sambil bercengkrama, terdengar kasak-kusuk dari para karyawan disana ,April yang sudah mendunga akan adanya pro dan kontra kini dia semakin kuat mengahdapi nya . Salsa pun terus menggenggam erat tangan sahabatnya itu.
"Eh..tuh liat Presdir sementara lewat, kok bisa ya udah nikah sama pak Oemar sedangkan dia kan hanya bawahan rendah kayak kita ....."
"Iya tuh..palingan pake pelet dia atau di ngejebak anak presdir tuh..."
"Jauh beda tuh sama mantan istrinya yang seorang model terkenal dan berparas cantik..."
"Iya deeeh... dia mah jauh kemana-mana...."
"Dapet durian runtuh dia ...."
"Biasaa kalo orang mau kaya dengan instan yaa kayak dia caranya..."
"Padahal dia tuh terkenal baik dan alim ya, tapi ternyata doyan juga ngejar harta instan ...."
"Palingan bakalan semena-mena dan sok berkuasa tuh kita liat aja...."
Begitulah kasak kusuk yang terdengar oleh April sepanjang lobby itu, banyak yang menertawakan, sinis dan meledeknya, setiap cemoohan mereka terdengar jelas oleh April.
Salsa yang geram pun hendak membalas semua komentar negatif pada sahabatnya itu ,namun April menghentikannya dia tak ingin ada keributan perihal dirinya, dia akan kuat menghadapi cemoohan orang-orang.
______
Sesampainya di rumah April tetap melaksanakan tugasnya, karena kedua mertua dan suaminya pergi jadi dia yang akan mengawasi anggota keluarganya saat ini, dari putri kecilnya hingga ketiga adik iparnya.
April pun telah menyiapkan makan malam meski banyak nya asisten rumah tangga namun April selalu memasak untuk mereka, para adik iparnya pun sudah berkumpul di meja makan , mereka begitu antusias kala April menghidangkan segala jenis makanan di meja makan dari yang tradisional hingga makanan kekinian yang sering diminati para anak muda jaman sekarang.
"Nia sayang... makan yang banyak yah.. " ucap April pada sang putri
"Siap bunda... Nia paling suka masakan bunda semua nya enak...."
"Makanan kayak gini mah di pinggiran jalan juga banyak...." Sindir Melly pada April
"Mel... "sahut Tian memperingatkan
"Apaan sih kak.. oh yaa... by the way ada yang lagi jadi Presdir dadakan nih.. bener kan feeling gue kalo cuma ngincer harta papah doank..." lanjut Melly
"Melly jaga ucapan kamu..."teriak Karin
April pun menghentikan makannya dia begitu sakit mendengar ucapan Melly, jika di kantor para karywan yang mengolok nya dia bisa menerima nya karena mereka orang lain bagi April ,tapi di rumah ini perkataan itu muncul dari mulut Melly adik iparnya sendiri, hatinya begitu sesak namun sekuat tenaga dia menahannya, dia terus melanjutkan makannya dengan susah payah menelan makanan yang tengah ia kunyah.
"Emang faktanya kok, kalian aja yang buta liat perempuan sok baik kayak dia padahal dalem nya busuk...." balas Melly kasar
"Melly...diem kamu..." bentak Karin, dia begitu kesal pada adik bungsunya itu yang suka asal bicara tanpa mementingkan perasaan orang lain.
Melly pun yang mendengar bentakan kakaknya menjadi kesal,dia pun menatap April dengan penuh kebencian.
"Maaf ya kak si Melly mulutnya kagak pernah di sekolahin, jangan diambil hati ya kak..." ucap Tian tak enak melihat tingkah Melly pada kakak iparnya sekarang.
"Iya..Pril jangan dengerin omongan si Melly yah, omongannya suka kayak tong kosong ..." ucap Karin menghibur
"Udah..gak papa jangan ribut lagi yaa dek disini masih ada Aghnia gak baik buat dia melihat pertengkaran, ya udah yuk lanjut lagi makannya...." jawab April sambil tersenyum, meski sakit tapi sekuat tenaga dia untuk menyembunyikan ketersinggungannya itu.
Mereka pun kembali menyantap makanannya dengan keheningan, usai makan malam April menemani Nia bermain sebentar setelahnya dia pun menidurkan Nia yang sudah mulai mengantuk.
April pun kembali ke kamarnya dia melihat sekitar kamar begitu sepi tanpa kehadiran suaminya, dia mengelilingi kamar teringat setiap hal kecil yang sering dia lakukan bersama suaminya kini.
Dia pun duduk di tepi ranjang melamun hari yang yang tadi ia jalani hari ini begitu berat banyak hal yang telah terjadi membuatnya meneteskan air mata kala memikirkan setiap ocehan dan hinaan orang-orang.
April pun meregangkan otot-otot tangannya
"Uuhhh... dari pada mengeluh dan memikirkan hari ini mending aku memikirkan hari esok dan lihat pekerjaan ku yang menumpuk di kantor..." gumamnya sambil membuka laptop miliknya yang ia bawa pulang.
Dia pun kembali memeriksa semua file dan catatan-catatan penting yang ditinggalkan papa mertua serta Asisten Pribadi mertuanya itu, banyak sekali pekerjaan yang harus ia selesaikan , meski dikantor ia dipenuhibjadwalnyang padat namun hebatnya April tak mengurangi kualitasnya dalam rumah itu, dia tetap melaksanakan setiap tugasnya sebagai ibu dan menantu di kediaman Ghurair.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...----------------...
......................
Hi Readers terima kasih sudah mampir ke novel, jangan lupa like dan komen ya reader...
🍃Happy Reading 🍃
-------