Duren & Jantik

Duren & Jantik
Pergi



Malam semakin larut namun April begitu gelisah memikirkan pesan dari orang anonim itu.


Malam itu karena ia tak bisa tidur ia pun keluar balkon kamarnya dan menghirup udara segar ia terus memikirkan pesan yang ia terima sedari siang tadi.


Sementara itu Oemar yang sudah terlelap pun ia merasakan guling hidup nya yang tak ada, ia pun perlahan membuka matanya dan melihat sekeliling.


"Bee... "panggilnya pelan namun tak ada sahutan dari sang empunya


Ia pun turun dari kasur dan mencari di kamar mandi namun sang istri tak ada juga. Saat ia melihat ke samping ternyata pintu balkon terbuka ia pun berjalan ke sana.


"Bee kamu ngapain disini.. ini tengah malam lho..."tanya sang suami smbil memeluknya dari belakang


"Hem...hanya mencari udara segar ...."jawabnya pelan. Terasa hangat pelukan itu dan memabukkan namun sebisa mungkin ia menahan untuk tak terbuai.


"Seriously...."


"Hem....."


"Mas aku mau tanya ,saat kamu di Eropa atau di beijing apakah kamu bertemu dengan Mantan istrimu..."tanya April tiba-tiba


Oemar pun mengerenyitkan dahinya


"Ehm.... sepertinya iya... "jawabnya santai


"Dimana..."


"Saat di Eropa aku tak sengaja berpapasan dengannya , katanya ia sedang ada pemotretan disana...."


"Sungguh....apa hanya berpapasan atau lebih...." tanya nya serius sambil mengarahkan pandangannya pada sang suami.


Oemar pun melepaskan pelukan itu dan membalikkan tubuh istrinya,


"Ada apa... apa ada sesuatu yang mengganjal mu... dan kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu..." ucap nya heran sambil memegang bahu istrinya


"Hanya bertanya saja.... apa kamu mengajaknya ke kamar hotel tempat dimana kamu menginap saat itu...."


"Hey... pertanyaan apa itu ..." ucapnya semakin heran


"Oh ayolah...jawab saja dengan jujur mas aku hanya ingin tahu...." kekehnya


"Tentu saja tidak,disana aku berkerja Bee sangat sibuk bagaimana mungkin aku mengajak dia,aku memang bertemu dengannya tapi hanya menyapa nya saja tidak lebih,kau bisa bertanya pada Vino ..." jelasnya


"Baiklah.... aku mau tidur aku ngantuk mas..." ia pun berlalu meninggalkan balkon


"Bee ada apa dengan mu .. apa kamu menyembunyikan sesuatu...." tanya nya smabil mebgitu arah sang istri .


" Tidak ada aku hanya bertanya saja...." ucapnya sambil merebahkan dirinya diatas kasur


Meski Oemar sedang bingung dengan sikap istrinya namun ia pun tak ingin ambil pusing dan ikut merebahkan diri. Ia pun memeluk sang istri , namun naas nya ia tak bisa memejamkan matanya ,ketika matanya terbangun dan saat berdekatan dengan istrinya membuat tongkat saktinya terbangun juga.


Dengan sigap ia pun menyeruak ke dalam leher istrirnya ia pun ingin membangkitkan hasrat sang istri. ia terus menciumi leher sang istri dan menggigit lembut daun telinga April.


April yang tak dapat menahan nya pun langsung membalikkan tubuh sang suami ia mengecup leher suaminya lalu bibir sexy pria itu dan ia pun mengambil alih permainan. Ia begitu agresif memberikan servis secara bertubi-tubi kepada sang suami sehingga membuat sang suami terus mendesah dengan kegilaan istrinya di atas ranjang panas itu.


Begitu puas Oemar yang mendapat servis plus-plus dari istrinya hingga ia pun terkapar lelah setelah mengeluarkan lahar panas berkali-kali.


April yang lelah pun tertidur sebentar hingga saat fajar pun kembali terbangun ,ia kembali bangun dan turun ke bawah ia memasak lebih awal ,menyiapakan segala kebutuhan sang suami dan putrinya, usai melakukan semua itu ia pun kembali ke kamarnya dan mengambil jaket serta tas kecil lalu menghamipri sang suami dan menatapnya lekat.


Ia pun mengecup kening sang suami lalu pergi keluar rumah dengan berjalan kaki.


"Eh..nyonya mau kemana masih pagi begini...." tanya mang Tono satpam di depan gerbang rumahnya.


"Mau jalan-jalan mang...." jawabnya datar


"Oh iya nya.. memang bagus ibu hamil jalan-jalan pagi ya nya, tapi nggak kepagian nyah ini masih terbilang gelap...." tanya nya yang merasa aneh pada majikannya itu


"Enggak mang ,tolong bukakan pintunya ya mang...."


"Oh iya nya baik... nyonya hati-hati dijalan ya ..."


April pun pergi berjalan kaki meninggalkan rumah besar itu ,hingga ke depan perumahan ia baru memesan taxi online di aplikasi hp nya.


Tak lama taxi pun datang dan ia pun menaiki taxi itu,sebelum berangkat ia menatap kembali ke arah jalan perumahan elit itu. Karena masih pukul 5 pagi dan jalanan begitu sepi sehingga tak ada yang tahu kepergiannya.


¤¤¤☆☆☆


Jam pun menunjukkan pukul 7 pagi Oemar yang lelah setelah bergadang ia pun mengerjapkan matanya , ia pun bangun smabil meregangkan otot tangannya saat menatap jam ia begitu terkejut jam di dinding sudah menunjukkan pukul 7 pagi .


" Astaghfirullah... April kok gak bangunin aku ya...padahal biasanya dia suka bangunin saat sholat subuh...." ia pun bergegas ke kamar mandi


"Aduh..mana ada meeting lagi...." ucapnya tergesa-gesa.


"Bee...." teriaknya namun lagi-lagi tak ada sahutan dari sang istri


Saat menuju walk in closet ia pun menatap di atas meja arlojinya sudah tertata rapi pakaian untuk ia kenakan.


Ia pun bergegas memakainya lalu keluar menuju meja makan


"Lhoo... kok sendiri... apa April masih tidur... " tanya Diva yang sedang sarapan


"Ini Oemar juga sedang cari April mah... dikamar gak ada...." jawabnya sambil memakan sarapan yang sudah disediakan diatas meja


"Lhooo masak gak ada.. dari tadi mamah gak liat lhoo.. malah Nia juga dari tadi nyariin bundanya tapi gak ada , mama kira masih tidur ..."


Mendengar ucapan sang mama Oemar pun terkejut dan menghentikan sarapannya sambil menatap sang mama.


"Bi Inah...." panggil Diva.


"Kamu liat April kemana nggak? dari pagi saya gak lihat...."


" Enggak nya...tadi pagi sebelum subuh ibu sudah memasak terus kembali ke kamarnya saya gak lihat lagi sampai sekarang nya... cuma di meja tadi sudah tersedia kotak makan seperti biasanya untuk aden dan non Nia, ..." tutur bi Inah


"Lhoo...kok gk da.. coba cari mungkin ditaman...." titah Diva


"Baik bu...."


"Ya udah mah Oemar berangkat dulu ya.. ada meeting mendadak Oemar sudah kesiangan. Nanti kalau April sudah ad tolong suruh hubungi Oemar ya mah...." pamitnya


"Iya nak hati-hati...."


Oemar pun pergi meninggalkan rumah, saat keluar gerbang ia pun bertanya pada satpam dirumahnya itu


"Mang tono tadi istri saya ada keluar rumah nggak ya...." tanya nya penasaran


"Oh.. nyonya tadi keluar Den .."


"Jam berapa..."


"Mungkin sekitar jam 5 an Den pagi sekali..."


"Mau kemana ...."


"Ehmm tadi hanya bilang kalau mau jalan-jalan pagi Den ,tapi sampai sekarang belum pulang juga Den..."


"Oh mungkin masih jalan ,nanti kalau sudah pulang kabari saya ya mang..."


"Baik Den...."


Oemar pun pergi meninggalkan kediamannya


Sesampainya dikantor ia pun bergegas ke ruangannya dan disibukkan dengan meeting serta pekerjaannya .


Hari yang semakin siang namun tak kunjung mendapat kabar dari sang istri ,ia pun segera menghubunginya namun telfonnya tidak aktif...


"Kemana sih kamu...." geram Oemar yang semakin kesal


" Ada apa sih broo dari tadi mondar mandir melulu...." tanya Vino yang sudah pusing dengan tingkah Oemar yang gak jelas


" Bini gue dari pagi gak ada dirumah dan sampe sekarang gak bisa gue hubungi...."


"Coba tanya nyokap loe mungkin lagi dirumah dan lupa camharger hp kali...." jawba Vino menenangkan sahabatnya itu


Ia pun mendengar saran dari Vino dan bergegas menelfon sang mama.


"Hallo mah, apa April sudah pulang...."


"Belum Mar... tadi kata mang Tono keluar dari jam 5 pagi katanya jalan pagi tapi sekarang sudah jam 10 April kok belum pulang juga ya..." jawab Diva dari seberang sana


"Apa... terus kemana mah... "


" Mama juga gak tau Mar... tadi mama sudah tanya ke satpam komplek tapi mereka gak ad yang lihat April keluar perumahan...."


"Ya sudah nanti Oemar hubungi lagi mah...." jawabnya sambil menutup panggilan telfon miliknya.


Oemar pun bergegas ke kantor Pusat,sesampainya disana ia melewati ruangan para sahabat istrinya berharap sang istri tengah bersama mereka. Namun sesampainya di sana tak ada sosok yang ia cari, ia melihat para rekannya tengah bekerja dengan sibuk. Ia pun berlalu menghampiri sang papa yang tengah sibuk dengan pekerjaannya.


"Pah.... " panggilnya sambil membuka pintu Presdir itu


"Ada apa Oem tumben kemari ...."


"Pah apa April tadi kesini...."


"Enggak ada tuh.. bukanya dia sedang dirumah ya...."


"Enggak ada pah.. dari pagi dia keluar dan belum kembali sampai sekarang,apa April hilang pah, nomornya juga gak bisa dihubungi pah... Oemar khawatir sejak tadibgaknada kabar darinya. Dan dirumah mama juga sedang mencarinya ..."


"Apa.... bagaimana itu mungkin, cepat kamu suruh orang kamu untuk mencarinya..."


Mereka pun begitu khawatir dengan keberadaan April yang tiba-tiba mengjilang. Mereka segera menyuruh orang-orang kepercayaannya untuk melacak keberadaan nya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...----------------...


......................


Hay hay....terima kasih sudah mampir. Readers jangan lupa Like dan Komen ya.... silahkan tinggalkan jejak ya.....


🌞


🍃Happy Reading 🍃


🌞


☀️


.


.