Duren & Jantik

Duren & Jantik
Gugup



Usai mendengar pengakuan dari Bella Vino pun geram dan kembali menjambak rambutnya


"Brengsek.... obat apa yang kau berikan hah....." tanya Vino penuh amarah


"Gu-gue mau ngasih obat perangsang agar gue bisa bercinta dengan Oemar tapi sialnya pelayan bodoh itu malah salah memberikan obat, dia malah memberikan obat tidur ke dalam minumannya Oemar sehingga membuatnya tertidur nyenyak saat itu...." ucapnya sambil meringis kesakitan


Vino pun menghempaskan kepalanya keras lalu menghampiri anak buahnya untuk melihat hasil rekaman barusan.


plakkk


Vino pun menoleh ke belakang mendengar suara tamparan itu,ia terkejut saat melihat Tiara yang sedang menampar pipi Bella.


plakkk... "


"Ini untuk kakak ku yang sudah kau sakiti dengan luka yang tak berbekas itu..."


plaakk...


"Dan ini untuk kakak ipar ku yang sudah kau buat dia terluka juga karena keegoisan mu..."


Kanan kiri sudah Tiara berkali-kali menamparnya. Ia begitu geram dengan ulah Bella yang menyebabkan rumah tangga kakaknya berantakan.


Bella pun meringis dan menangis merasakan perih dan panas di wajahnya, apalagi kepalanya yang sudah pusing dari tadi karena bolak-balik dijambak oleh Vino, belum lagi tamparan yang diberikan oleh Tiara menyebabkan sudut bibirnya mengeluarkan sedikit darah.


"Ssttt kalian semua brengsek.... awas saja kalian...."


"Huh...masih belum sadar juga ya.. makanya kalau gak mau diginiin ya jangan menyebabkan masalah dong... berani berbuat ya berani tanggung jawab...." ujar Tiara yang kesal


"Ini adalah konsekuensi yang kau dapat kan karena sudah mengusik keluarga Ghurair... dan kau tunggu saja hukuman dari Oemar sendiri...." tegas Vino


"Bawa mereka dan amankan di dalam red room..." lanjutnya Vini menitah pada anak buahnya.


Bella dan Yuki serta para bodyguard yang mendengarnya pun langsung terkejut saat Vino mengatakan red room, bagaimana tidak Bella tentu saja tahu tempat apa itu. Itu adalah tempat bagi para penghianat dan para penjahat yang mengganggu keluarga Ghurair,bagaimana Bella bisa melupakan itu jika dulu saja dia pernah melihat Eyang Putru Gendhis menghancurkan musuh keluarga Ghurair di dalam red room itu dengan begitu kejam.


"Tidak,tidak...Vin tolong maafkan aku,hey kau tolong maafkan aku ,aku berjanji tidak akan mengganggu mereka lagi ..tolong lepaskan aku..." teriak Bella meronta dan memohon pada Vino dan Tiara saat dirinya sudah diseret para anak buahnya Vino.


Sedangkan Vino yang tak menggubrisnya malah menarik pinggang Tiara dan membawanya kembali ke dalam mobil.


.🌞


. ☀️


Di Turki Oemar yang melihat April dan Salasa tengah bersenang-senang rasanya ingin sekali ia menghampiri sang istri namun apalah daya dia begitu tak punya muka jika di depan istrinya. Ia berjanji akan menemui istrinya setelah mendapatkan bukti jika ia tak bersalah.


Namun tak dipungkiri jika ia begitu merindukan sang istri yang sudah beberapa hari ini berpisah darinya, apalagi ditengah kehamilan nya saat ini tapi Oemar malah tak dapat menyenangkan istrinya sendiri.


Di saat ia tak berdaya memikirkan semua itu tiba-tiba ia mendapat telfon dari seberang sana.


"Hallo Vin ada apa ..." jawabnya yang rupanya Vino lah penelfon dirinya.


"Mar gue udah berhasil menemukan Bella , loe sekarang buka pesan vidio yang barusan gue kirim, gue rasa itu cukup untuk membuktikan bahwa loe gak bersalah,meskipun agak mengesalkan juga jika nanti istrimu mendengarnya...."


Oemar pun mengerenyitkan dahinya saat mendengar penjelasan Vino barusan


"Maksud loe gimana sih Vin... memang buktinya kayak gimana kok masih akan membuat April kesal...." tanya nya heran.


"Loe liat aja sendiri....udah ya..gue mau lanjut nganterin adik ipar loe dan satu lagi mereka udah dibawa ke red room sesuai perintah loe jika mereka sudah ditemukan...."


"Hem... oke thank's Vin...." ucapnya seraya memutuskan panggilan telfon itu dan beralih melihat pesan vidio yang dikirim Vino tadi


Saat ia memutar vidio itu ia membelalakan matanya, bagaimana tidak jika di dalam vidio itu Bella mengaku sudah menindihnya dan mengkaraoke senjata pribadinya tanpa seizin darinya.


"Dumn it.... berani-berani nya dia melakuakn hal itu tanpa seizin dari ku...." guammnya yang sudah mengeras kan rahangnya akibat kesal saat melihat pengakuan Bella itu.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang jika April melihat vidio ini dia juga pasti akan kesal jika senjata ku sudah di kerja paksa oleh wanita sialan itu,tapi jika tak kuberikan sampai kapan aku harus berpisah darinya, sungguh aku tak sanggup jauh darinya lebih lama....aakkhh ...."teriaknya kesal.


Ia terus berargumen kepada dirinya sendiri sambil terus menatap sang istri dari jauh


Disisi lain Frans yang sedang berada di dalam pesawat terus was-was kala memikirkan Salsa ,entah bagaimana jadinya nanti jika dia sudah sampai di hadapan nya.


"Semoga saja kau akan menerima ku Sal dan kita mencoba memulai hubungan yang sebenarnya aku sendiri tak tahu akan seperti apa nantinya ..." gumamnya sambil melihat-lihat foto kebersamaan F4 di dalam ponsel miliknya.


Sedangkan Oemar yang terus mengikuti April masih urung untuk bersitatap dengannya. Kini istrinya sudah berada di sebuah monumen terkenal di istanbul turki ,mereka tengah melihat-lihat bangunan tinggi nan indah itu, yang katanya disana sangat bagus untuk melihat sunset terindah.


"Haduuh... kenapa jadi grogi sih ngalah-ngalahin mau meeting sama klien penting aja... haaisssh.. ibu negara untuk anak-anak ku..kau membuat ku tak berkutik sekarang..." gumamnya yang terus mondar mandir di balik tembok besar monumen itu , tanpa ia sadari pula jika Salsa tak sengaja menangkap sosok dirinya yang tengah bersembunyi .


"Pril... tuh..." ucapnya sambil mengisyaratkan dengan arah matanya


"Apa...."


"dibelakang loe..."


April pun menoleh dan melihat seseorang yang sangat ia kenali tengah mondar mandir tak jelas.


Tak lama tatapan itu pun bertemu sehingga membuat Oemar berhenti dan menatap damba kepada istrinya.


"Bicaralah dengannya Pril selesai kanlah masalah kalian ,dan aku akan pergi sebentar ya, sepertinya dia juga terus mengikuti kita sejak tadi...." titah Salsa pada sahabatnya itu,meski ia tau begitu besar masalah yang menimpa sahabat nya namun tak baik juga jika mereka lama-lama menghindari masalahnya.


"Baiklah... kau gimana..." tanya April khawatir


"Tenang saja..aku akan berjalan-jalan disekitaran sini atau kembali ke hotel...." ucap Salsa santai


"Maaf ya Sal aku harus meninggalkanmu , sepertinya aku memang harus bicara dengannya. ..."


"It's oke Pril jangan terlalu memikirkan mu pergilah dengannya..." titahnya yang juga mendorong pelan tubuh April untuk mengahmpiri suami nya itu.


Salsa pun pergi meninggalkan mereka berdua.


"Ha-hay..Bee... apa kabar...." tanya Oemar yang penuh dengan ke gugupannya


April pun menatap sang suami yang begitu berbeda dari sang CEO biasanya, dia yang begitu dingin dan tegas kini terlihat jelas dimatanya jika sang suami tengah gugup menghadapinya.


Ada rasa senang dihatinya saat melihat sang suami dan rasanya ia ingin sekali melompat untuk merangkul tubuh gagah itu namun apalah daya gengsinya masih mengalahkan kerinduan itu membuatnya tak bisa berkutik.


"Bi-bisa kita bicara Bee...." ajak Oemar yang masih gugup.


April pun hanya mengangguk lalu mengikuti sang suami yang sudah melangkah kan kakinya lebih dulu ke arah taman disekitar monumen itu.


.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...----------------...


......................


Hay.... Readers.... terima kasih sudah mampir.... jangan lupa Like dan Komenya....


Mohon untuk meninggalkan jejek kalian disini ya readers... 😘😘😍😍


🍃Happy Reading 🍃


🌞


☀️


.


.