
"Ehm...teŕserah a a' Vino aja..." jawabnya sambil mengigit bibir bawahnya
shiittt
"kenapa harus di gigit sih bibirnya aiiissh...."
ucapnya kesal di dalam hati ,ia bagaikan tertarik oleh magnet saat melihat Tiara yang menggigit bibir bawahnya.
Vino pun menekan tombol untuk menyalakan tv mini itu.
"Kalau mau kamu ganti salurannya tekan yang ini ya..." ucap Vino sambil menunjukkan tombol untuk mengganti saluran,
"Oh iya a' makasih ya...." jawabnya sambil ikut menekan tombol saluran itu
Dan Vino pun kembali fokus menyetir mobilnya, meski ia merasakan hal aneh dalam hatinya namun ia berusaha untuk kembali fokus.
Dan netra Tiara pun teralihkan saat melihat berita hilangnya sesorang di tv itu.
"Kita sedang mencoba menghubunginya... kami sebagai agensi pun tidak tahu menahu soal kepergiannya, manajernya hanya bilang ingin istrahat dahulu...."
"Tapi bukankah karier nya sedang melejit kenapa dia pergi tanpa berpamitan kepada agensi..."
bla..bla..bla...
Dan begitulah isi percakapan di tv yang membahas Model terkenal yang tiba-tiba tak bisa dihubungi...
Tiara yang melihatnya pun lantas ngedumel sambil memanyunkan mulutnya
"Ish... hilang dari mana nya cewek jutek galak dan sombong kayak gitu .... " gumamnya tapi masih terdengar
Vino yang mendenggar pun menaikkan alisnya heran sambil menatap Tiara yang masih ngedumel.
"Emangnya kamu kenal sama dia...." tanya nya heran
"Emh...kenal sih enggak a' tapi orang ini tuh sombong banget semalem dia ke apotiknya tempat Ara kerja ,pantesan aja sombong ternyata dia artis gitu...." jelasnya sambil mengalihkan tombol saluran itu
ciiitttt
Vino pun terkejut mendengarnya dan sontak saja ia mengerem mendadak mobil yang ia kendarai, sedangkan Tiara yang terkejut pun langsung berteriak
"Aduuh..a' kok ngerem mendadak sih.. nih untung kepala Ara gak kepentok...." kesalnya sambil menujukkan dahinya itu
"Aduh maaf aku kaget,kamu ketemu dia dimana...."
"Siapa..." jawab Tiara bingung
" Itu model yang kamu bicarain tadi..."
"Ohw... ya didesa ini, semalam dia mau beli obat ke apotik tempat aku kerja tapi karena dia sombong jadinya aku berdebat deh dengannya dan dia langsung pergi...."
"Kamu tahu nggak dia tinggal dimana..."
"Ehm..aku gak tahu tinggalnya dimana ,emang kenapa a'..."
Vino pun tak langsung menjawabnya ia melihat arlojinya dan menghubungi seseorang. Setelah menelfon ia pun kembali menatap Tiara
"Kita kembali ke desa mu, antarkan aku ke tempat kamu bekerja ya... "
"Lhoo tapi ini uda setengah perjalanan lhoo a' ,emangnya kenapa apakah ada hal yang mendesak...."
"Nanti di jalan akan aku ceritakan,ini soal kakak mu juga, sekarang kita kembali ke desa...." ucapnya sambil memutar kembali mobil itu.
Tiara pun menurut dan ia tak begitu khawatir soal waktunya karena memang ia berangkat ke kota lebih awal.
Selama perjalanan kembali ke desa Vino pun menceritakan siapa sosok Bella dan apa hubungannya dengan kakaknya,dan ia pun menceritakan jika April saat ini tengah berada di Turki untuk menghindari suaminya. Vino pun menceritakan penyebab April pergi karena ulah Bella pasangan suami istri itu pun bertengkar.
"Ohw...jadi dia itu mantan istrinya kak Oemar ya... pantes aja dia resek banget, tapi a' apakah kak Oemar bisa sebejad itukah, ehm...maaf ya kak cuma tanya..." tanya Tiara hati-hati yang penasaran perihal permasalahan yang menimpa kakak dan iparnya itu.
"Ehm.. saya tahu Oemar itu seperti apa sejak dulu, jadi aku rasa dia tidak akan pernah melakukan hal semacam itu, buktinya selama dia menjadi duda 5 tahun pun ia tak suka celup sana celup sini..."
"Hah...celup sana celup sini...maksudnya gimana sih a' kok jadi bahas teh celup...." tanya Tiara dengan polosnya,dan Vino pun menatap Tiara
"Hupptt...kamu gk ngerti maksudnya ya..." jawab Vino yang kini tengah menahan tawanya, ia begitu heran ada perempuan sedewasa Tiara tapi tidak mengerti peribahasa celap celup di dunia percintaan.
"Enggak lah,lagian a' Vino ini ada-ada aja deh aku tuh lagi nanya soal kakak ipar malah dibilangin teh celup..."
"Hehehe... maksudnya bukan teh celup Ara, tapi celup sana celup sini itu artinya seorang laki-laki yang suka membeli PSK , faham...." tutur Vino menjelaskan pada wanita polos disampingnya itu
"Ohw gitu ya... heheheh maaf ya a', Ara gk ngerti..."
"Emang nya kamu gak pernah pacaran apa Ra , kamu kok kelihatannya masih polos banget ...." tanya Vino yang penasaran
"Hehehe....enggak pernah a' Ara mah gak mau pacaran,kalo ada yang serius ya nikah aja.. ngapain pacaran... katanya capek apalagi kalo putus nyambung...." ungkapnya santai
"Oh..gitu ya...." jawabnya lega, entah kenapa hatinya merasa menang dan lega saat mendengarjika Tiara tak pernah memiliki pacar dan taj sednag memiliki kekasih pula.
"Oh oke ..."
Saat mereka sampai disana rupanya Vino ingin melihat cctv disaat kejadian malam itu, Vino tersenyum bangga saat melihat cctv itu Tiara begitu tangguh seperti kakaknya yang tak mudah untuk di tindas oleh orang lain.
Tak lama orang suruhan Vino pun datang dan mereka segera berangkat menuju lokasi yang didapat orang suruhannya itu.
.
.
Dilain sisi Frans yang tengah bingung meencari Salsa pun merenungkan nasibnya,ia merasa sendirian dengan masalah yang menimpanya. Tak tau harus apa ia pun segera merebahkan tubuhnya dia atas sofa saat tiba dirumahnya.
Setelah dia ditinggal April karena hamil sehingga sahabatnya itu tak bekerja lagi kini ia ditinggal Salsa akibat ulah mereka yang melakukan malam panjang saat itu, dan sekarang ia pun ditinggalkan Devan karena Presdirnya Hendro harus mengirimnya untuk membantu perusahaan cabang , sehingga Frans hanya seorang diri di perusahaan dengan rekan-rekan barunya yang berbeda dengan sahabtnya itu.
Tak lama suara pintu pun terketuk
tok tok tok
Frans pun beranjak membukakan pintu itu dan melihat siapa yang datang berkunjung ke rumahnya.
"Ada apaan loe kesini...." ucapnya kesal yang ternyata Devan lah yang datang.
Devan yang masih mematung di depan pintu pun terkekeh melihat kekesalan sahabatnya itu.
"Heheheeh.... masih kesel ya.. gue tinggal..." ujarnya
"Ciih...." Frans pun berdecih dan melenggangkan badannya menuju sofa kembali yang diikuti oleh Devan di belakang nya.
"Ngapain loe kesini...." tanya Frans ketus
"Kangen loe...."
"Huuweek...."
"Ya udah kalo loe masih kesel ma gue karena gue dipindahin ke cabang ,gue balik aja deh.. padahal gue mau ngasih tahu lhoo dimana keberadaan Salsa saat ini...." ucapnya sambil bangun dari duduknya dan melirik ke arah Frans
Frans pun terkejut
"A-apa .. dimana Salsa Van...." tanya nya sambil menarik lengan Devan
"Ehm..bukannya tadi ada yang gak mau gue dateng kesini ya... "sindir nya sambil menyenggol lengan Frans
"Ish...biasa aja kali.. loe kayak gak tau gue aja kalo lagi kesel jangan dimasukin hati napa..."jawabnya tak enak
"Hehehe... iya ya... ya udah gue gak jadi balik kalo gitu..." ujarnya sambil menghempaskan tubuhnya diatas sofa lagi
"Van...loe tahu dimana Salsa kan..." tanya Frans lagi
"Hum...emang gue bilang ya..." jawab Devan yang sengaja menggoda sahabatnya itu
"Ih...ayolah Van kasih tahu gue.. loe gak tau apa gue bingung setengah mati nyariin dia...."
"Ya ya ya... kalian yang ***-*** kok gue jadi ikutan mumet nyariin dia ish...."
"Ayoo dong Van dimana dia...." ucapnya memaksa sambil memegang lengan sahabtanya itu.
"Istanbul Turki....."
"Hah....." ucap Frans yang terkejut mendengar nya
.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...****************...
...----------------...
......................
Hay...Readers.... terima kasih ya sudah mampir... jangan lupa Like dan Komen ya...
Mohon tinggalkan jejak ya readers...
🌞
☀️
.