Duren & Jantik

Duren & Jantik
Siuman



Di kediaman Ghurair


Karin yang baru saja tiba di rumah dengan Nia pun lekas masuk kedalam disana terlihat ada Tian dan Melly yang sudah bersiap-siap hendak pergi.


"Lhooo katanya mau berangkat pagi...kok masih dirumah..." tanya Karin pada kedua adiknya itu


"Nunggu kakak...." jawab Melly malas


"Lhooo kok nunggu kakak...."


"Iya kak.. tadi Eyang telfon dan kami akan dijemput sama orang suruhan Eyang terus Eyang juga bilang kak Karin harus ikut, jika kak Karin gk datang maka gak dianggap keluarga Ghurair lagi.... " tutur Tian menjelaskan


"Ish.... selalu aja mengancam.... lagian kakak lagi banyak kerjaan dikantor...."


"Mama juga udah telfon barusan disuruh bawa Nia juga ... kata mama ikutin aja apa kata Eyang..." ujar tian lagi


"Udah..napa kak... cepet siap-siap... tuh keperluan Nia udah di siapain sama baby sista tinggal kakak aja tuh...." timpal Melly kesal menunggu.


Karin pun tak bisa berbuat banyak jika para orang tua sudah bilang berangkat yaa mau gak mau dia harus mengikutinya.


"Iyaa.... kakak mau siap-siap tapi kakak mau telfon kak Oemar dulu...." ucapnya berlalu meninggalkan mereka,


tut..tut... tut....


"Kemana sih kak Oemar kok gak ngangkat,kebiasaan deh pasti hape nya di silent...." gerutu Karin saat di dalam kamarnya


"Udahlah aku siap-siap pecking dulu aja nanti biar aku telfon lagi..."


Rumah sakit


Didalam kamar VVIP itu Oemar tengah duduk di sofa disamping bed sambil memangku laptopnya. Dia begitu terkejut saat melihat laporan dari perusahaan papa nya yang meningkat pesat.


Oemar terus memandangi istrinya meski terlihat pucat dan lemah namun kecantikannya membuat Oemar serasa tersihir.


"Ya Allah.... apakah aku sudah mencintainya.... begitu senang saat mendengar kehamilannya , dan aku semakin kagum dengan kemampuannya selama ini,dia dapat bertahan dan berjuang untuk keluarga kami,meski dia menikahi ku dengan terpaksa tapi ketulusannya begitu terlihat... " ucap nya dalam hati


"Eeuugh...."


Ia pun langsung menghampirinya saat melihat pergerakan dari April dan mendengar lenguhannya.


Perlahan April membuka mata indahnya


"Ya Allah...dimana aku.. pusing sekali...." ucapnya dalam hati ia pun mendengar suara yang begitu ia kenali memanggilnya


"Bee.... Bee....apa kamu sudah sadar...." panggil suaminya


"Masss...." jawabnya lirin


"Sebentar ya aku panggilkan dokter dulu..." ucapnya sambil menekan tombol di samping bed


Tak lama Dokter pun datang bersama perawat dan mereka pun segera memeriksa April kembali,beragam pertanyaan pun di lontarkan sang dokter dan April menjawabnya dengan lemas.


"Syukurlah pasien sudah baik-baik saja ,semuanya normal dan sudah kembali stabil, pasien hanya perlu istirahat dan mengisi asupan gizi yang baik agar tenaga nya bisa cepat pulih...." ucap dokter sambil tersenyum


"Alhamdulillah .... terima kasih dokter...." ucap Oemar senang


"Baiklah kami tinggal dulu, sebentar lagi akan ada yang mengirim makanan,mohon dihabiskan ya agar pasien bisa segera pulih.. "


"Baik dok...."


Setelah kepergian dokter dan suster Oemar pun menghampiri istrinya dan duduk di kursi samping April.


"Bee... apa masih pusing..."


April pun mengangguk


"Mas.. kapan datang...bukannya masih lama ya pulangnya.. " tanya April


"Mendengar kamu masuk rumah sakit bagaimana aku bisa bekerja Bee, tentu saja aku langsung datang kemari...."


"Lalu pekerjaan mas disana bagaimana..."


"Ada Vino dia aku tinggalkan disana sampai pekerjaan ku selesai...."


"Astagfirullah...." teriak April yang teringat sesuatu


"Hey...kenapa Bee..." tanya Oemar kembali panik


"Kantor papa mas... aduh ...aku harus segera ke kantor... dan Aghnia mas.. Nia..." Ucapnya panik


"Kamu mengagetkan ku Bee ,kipikir ada apa,dan lagi kamu lagi sakit masih saja memkirkan itu semua...."


"Tapi mas-...."


"Sudahlah... kamu gak usah khawatir Bram sudah kembali ke kantor, papah sudah memanggil nya untuk menghandle perusahaan dan soal Nia kamu tidak perlu khawatir ada Karin dirumah,semalam dia juga tidur disini tapi tadi pagi kusuruh pulang karena tak baik jika Nia berlama-lama di rumah sakit...." jelas Oemar menenangkan istrinya.


"Iya mas syukur lah kalau senua sudah ada yang menghandle...."


"Bee.. kenapa kamu bohong sama aku, setiap ku bertanya sudah makan apa belum kamu selalu menjawabnya sudah lah , lagi makan lah... tapi lihat .. kamu kurang makan,kurang tidur, kurang istirahat.... sudah aku bilang jika dirumah langsung istirahat saja tapi kamu sudah lelah bekerja seharian dikantor namun dirumah masih saja memasak dan mengurus Nia...dirumah kan banyak ART, ada baby siter juga,kamu ngapain sih... melakuakn semua itu.. lihatlah.. kamu sekarang terbaring di bangsal rumah sakit...." Oceh Oemar panjang lebar memarahi istrinya itu


"Mass... kamu kan tau aku di beri amanah sama papah dan juga jika aku tidak masak kasian Nia dan adik-adik dirumah makan nya sedikit kalo aku nggak masak.... "


"Kamu memikirkan mereka tapi tidak memikirkan kesehatan mu...."


April pun merenungi ucapan suaminya itu


"Maaf...." ucapnya lirih sambil menundukan kepalanya


Oemar pun mengangkat dagu April "Hey...kenapa sedih.... maaf buka nya aku mau marahin kamu Bee tapi aku kesal lihat kamu sakit tak berdaya..."


Mereka pun bertatapan


Cuuppp....


Sebuah kecupan mendarat di bibir keduanya,


"Maafkan aku Bee jika tadi terlalu keras memarahimu...." Ucapnya lembut


April pun tersenyum sambil melihat suaminya


"Maafkan April juga ya mass...."


"Iya....sekarang kamu makan dulu yaa... nanti kita bicara lagi... handphone ku dari tadi terus berdering aku mau angkat telfon dulu..." pamit Oemar yang diangguki oleh April dan dia pun langsung memakan makanan didepannya itu, karena perutnya terasa begitu lapar sekali.


Oemar pun duduk di sofa yang agak jauh dari bed April sembari mengangkat telfon namun dia masih tetap memperhatikan istrinya yang sedang makan .


"Hallo ... ada apa Rin..."


"Kak Oemar kok lama sih ngangkatnya ,ditelfonin dari tadi juga ih......" kesal Karin


"Maaf tadi kakak sengaja gak angkat telfon soalnya tadi April siuman Rin.. "


"Benarkah kah... gimana sekarang keadaannya apakah sudah lebih baik... "


"Iyaa... sekarang dia sudah lebih baik, tuh sekarang aja lagi makan...." jawabnya pada Karin disberang telfon ,namun netra nya terus menatap April sambil tersenyum, April pun membalas senyuman itu sambil terus melanjutkan makannya.


"Alhamdulillah...ya kak semoga cepet kembali pulih deh , jagain lhoo kak .... awas lhooo..." kecam Karin


"Heheheh... iya..iya... oh ya tadi kamu nelfon kakak terus ada apa...?


"Itu kak... tadi Eyang putri sama mama telfon nyuruh Karin,Nia, Melly dan Tian ke jogya sekarang, katanya besok seluruh keluarga harus sudah datang termasuk kakak... gimana dong kak.... " ucap Karin bingung


"Ya sudah kamu bawa saja Nia gak papa.. tapi Sista juga suruh ikut agar Nia tetap ada yang mengawasi, nanti kakak bicara sama papa..."


"Baik kak... kalo gitu kita semua berangkat sekarangya kak..."


"Iya..."


"Assalamualaikum..."


"Waalaikumsalam...." jawab Oemar sambil mengakhiri panggilan telfonnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...****************...


...----------------...


......................


Hay...Readers.... terima kasih sudah mampir.... jangan lupa Like dan Komen ya....


🍃Happy Reading 🍃


...----------------...


.