
Sebulan pun berlalu. Adelia kini sudah mulai berjalan layaknya anak yang baru belajar jalan. Adelia hanya tinggal perawatan untuk memulihkan wajahnya seperti sedia kala.
Sedangkan Hanan sudah lolos masa percobaan kerja dan di terima sebagai pegawai tetap sekarang.
Mereka menjalani kehidupan yang bahagia. Kehidupan yang mereka tunggu-tunggu sejak dulu. Walau usia mereka masih sangat muda tapi hati mereka sangat kuat satu sama lain.
Hanan sangat tergila-gila dengan Adelia dan Adelia begitu mencintai suaminya itu.
"Hallo anak Papi udah mandi ya? Maaf ya Papi telat"
Hanan yang baru pulang dari pekerjaan nya langsung menggendong Misela.
Misela kemudian mencium pipi sebelah Hanan.
"Kamu udah bener-bener bisa beraktivitas tanpa kursi roda sayang?" Hanan sedikit terkejut karna istrinya sudah bisa berdiri dengan tegak di depannya sekarang.
"Masih nyoba Mas tapi belum berani lama-lama." Jawab Adelia dengan tersenyum. "Lagian duduk terus bokong ku panas Mas."
"Hahaha… Tapi kamu harus bisa jaga diri lo ya kalau Mas kerja. Mas gak mau kamu kenapa-kenapa lagi."
"Iya Mas. Ya udah Mas mandi sana biar seger badannya. Biar Misela main lagi."
"Misela turun dulu ya Papi mau mandi dulu okey?"
"Oce."
Hanan pun pergi mandi sedang Adelia kembali duduk di kursi roda dan masuk kamar untuk menyiapkan pakaian suaminya itu.
Setelah selesai mandi Hanan masuk ke kamar untuk berganti pakaian. Hanan melihat istrinya sedang menyiapkan pakaian untuknya.
Dengan rambut di gelung dan melihat kan bagian leher Adelia Hanan mulai tergoda imannya dan memeluk Adelia dari belakang.
"Sayang kenapa aku sangat menginginkan mu sekarang?"
"Ingin apa sih Mas?"
"Ingin itu lo sayang udah sebulan Lo kita gak ituan gara-gara kamu kedatangan tamu lama banget. Kamu udah kuat kan sayang buat aku serang?"
"Hahaha Iya Mas nanti malam aja ya."
"Tapi Mas sangat menginginkan nya sekarang."
"Ini masih sore Mas Misela juga sedang main sendiri di depan kasian kan?"
Hanan menghela nafas panjang dan mengerutkan bibirnya.
"Jangan begitu jelek tau. Ini cepet pakai bajunya Misela pasti nungguin kamu Mas."
"Hei otong kamu harus sabar sampai nanti malam ya."
Hanan memegang bagian bawahnya dan berbicara sendiri.
"Hahaha kamu Mas ada-ada aja deh. Udah ah aku mau keluar dulu. Aku tunggu di luar ya?"
"Iya sayang aku pakai baju dulu."
Setelah mengenakan pakaiannya Hanan pun menyusul Adelia dan Misela yang sedang sibuk bermain dengan boneka Barbie nya.
"Pekerjaan mu hari gimana Mas? Tokonya rame?"
"Iya sayang hari ini rame banget makanya Mas pulang agak telat sedikit macet juga di jalan."
"Disana kasir nya pasti cantik-cantik kan Mas? Kamu pasti betah kerjanya."
Raut wajah Adelia pun berubah. Pasalnya hampir tiap hari Adelia membahas masalah pegawai wanita disana. Tapi hal ini malah membuat Hanan semakin gemas dengan pertanyaan istrinya itu.
"Duh tiap hari yang di tanya itu aja. Kamu pasti sangat mencintai ku kan?"
"Kok jawabannya gak nyambung gitu sih Mas? Kan aku tanya disana ceweknya pasti can…!"
Cup.
Sebuah ciuman singkat mendarat di bibir Adelia dan berhasil membungkam kecemburuan nya itu.
"Sayang bukan kah aku sudah bilang kalau wanita yang paling cantik di dunia ini setelah Ibu cuma kamu dan Misela."
"Iya Mas."
"Jangan cemberut dong nanti tidur ku kamu suguhi punggung lagi duhh kasian otong ku ini sayang."
Hanan mencolek dagu Adelia dan membuat Adelia malu dengan perkataan Hanan.
"Tuh malah senyum-senyum sendiri. Pokoknya nanti gak boleh tertunda ya sayang hehe."
"Iya Mas kalau gak ketiduran ya."
"Ya Mas bangunin lah."
"Mas…!"
"Hehehe."
*****
Hari ini Adelia sudah mulai bekerja. Kakinya sudah sembuh dan bisa berjalan seperti biasa. Hanya saja dia tak boleh melompat-lompat.
Adelia merias dirinya menutupi bekas luka di wajahnya dengan sedikit foundation.
"Aduh Mas makin gak kuat ini istri Mas cantik banget sih pasti di kantor banyak yang melirik nanti." Hanan melingkar kan sebelah tangannya di leher Adelia dari belakang dan mencium rambutnya.
"Jangan cemburu Mas aku kan tak pernah melirik laki-laki lain." Adelia menatap suaminya dari pantulan cermin dengan wajah sinis dan tetap fokus memakai foundation.
Setelah foundation menutupi semua bekas lukanya Adelia menambah sedikit bedak di wajah dan balutan lipmatte warna peach.
"Kamu udah siap berangkat Mas?"
"Udah. Aku kan gak perlu dandan rapi dan berjas nanti di belakang pake nya celemek."
"Oiya ya."
Adelia pun beranjak dari duduknya dan mengambil tas kerjanya.
"Sayang…"
"Iya."
"Aku gak rela kamu di lirik banyak laki-laki ah."
Hanan memeluk Adelia dari belakang dan menempelkan dagunya di bahu Adelia.
"Sayang gak usah masuk aja yuk kita buatin Misela dedek seharian?"
"Mulai deh mulai kan?"
Adelia memutar bola matanya.
"Hehe abis kamu cantik banget sih. Si otong ku jadi tergoda sayang. Aku gak mau nih pisah sama kamu."
Hanan masih di posisi yang sama.
"Udah ayo mas berangkat nanti kita telat gimana? Aku gak pernah lo telat kerja sedetik pun."
"Makanya aku bisa jadi asisten manajer karna kedisiplinan ku Mas. Aku gak boleh telat juga hari ini."
"Tapi gimana ini tangan Mas gak mau lepasin pelukan nya sayang."
Adelia pun membalikkan badannya. Lalu menegang tengkuk Hanan dan memberikan nya sebuah ciuman sexy di bibirnya. Hanan menikmati serangan Adelia yang tiba-tiba dan membalas serangan itu. Hanan dan Adelia terhanyut semakin dalam. Hanan mencoba menyelinap memasukan tangannya untuk meraih gunung-gunung yang sangat indah dipandang. Hanan berhasil tanpa penolakan. Hanan semakin terbuai begitu juga Adelia.
Ttrrrr…
Ttrrrr…
Suara ponsel Adelia bergetar dari tas nya dan membuat rasa yang sudah menusuk ubun-ubun Hanan harus di hentikan.
"Ya ampun siapa sih ganggu aja?" Hanan mendengus kesal dan mengacak-acak rambutnya.
"Udah ah Mas kita berangkat kerja. Malah ngajak panas-panasan."
Adelia pun menekan tombol hijau di ponselnya yang ternyata itu panggilan dari Yumna.
"Hallo Bu Yumna selamat pagi."
"Pagi Ka Adel. Hari ini jadi berangkat?"
"Iya Bu ini udah siap-siap mau pesan ojol."
"Yumna loe jahat banget gangguin orang lagi seneng aja." Teriak Hanan mengarah ke ponsel Adelia.
"Ka Hanan kenapa Ka?" Tanya Yumna heran.
"Biasalah dia obat stress nya lagi abis. Ya udah ya aku berangkat ini."
"Iya Ka Adel hati-hati ya."
Tut.
Tut.
Panggilan terputus.
"Mas kamu apa-apaan sih dia kan atasan ku."
"Sayang lanjutin yuk."
"Mas kamu juga harus kerja."
Adelia pun mencubit pinggang Hanan dan meraih tasnya kerjanya lalu keluar kamar.
"Aduhh otong yang sabar ya kamu."
Hanan mengelus dadanya dan menyusul Adelia keluar. Adelia sudah sibuk dengan ponselnya untuk memesan ojol.
"Sayang pulangnya aku jemput ya?"
"Emang kamu pulang jam berapa Mas?"
"Em gak tau."
Adelia kembali memutar bola matanya.
"Hehehe."
Hanya malah tersenyum menunjukan giginya.
"Mas ojol ku udah deket nih aku duluan ya Mas. Kita beda arah sih sayangnya."
"Iya sayang kamu harus extra hati-hati ya. Inget kalau ada apa-apa langsung telpon Mas."
Hanan memegang kedua bahu Adelia dan mengecup lembut keningnya.
Adelia pun meraih tangan Hanan dan mencium punggung tangan nya.
"Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumsalam."
Pemandangan itu di lihat oleh ibu-ibu tukang gibah. Dan salah satunya meneriaki mereka.
"Duuhhh mesra banget nih belum tau aja kalau udah sepuluh tahun nikah."
Adelia dan Hanan hanya tertawa menanggapi ucapan Ibu itu. Adelia pun pergi mendahului Hanan. Dan Hanan juga langsung memesan ojol untuknya.
*****
Di kantor Adelia kerja.
"Selamat Pagi Bu Adel. Wah Bu Adel cantik sekali. Selamat datang kembali dan selamat bekerja Bu." Sapa Yumna sambil menjabat tangan Adelia.
"Terima kasih banyak Bu atas kesempatan nya kembali."
"Sama-sama. Silahkan lakukan pekerjaan Bu Adel. Saya mau ke ruangan saya lagi."
"Baik Bu. Sekali lagi terima kasih banyak."
Adelia pun melakukan pekerjaan nya seperti sebelumnya. Hanya saja hari ini dia harus sedikit menyibukkan jari tangannya karna banyak pekerjaan yang harus di perbaiki. Sesekali Adelia melirik sebuah foto dengan bingkai kecil yang ada di meja kerjanya lalu senyum-senyum sendiri jika mengingatkan dirinya pada Hanan.
Di toko Holland Bakery.
"Hanan loe keliatannya senang banget hari ini? Dapet undian?"
Tanya seorang teman kerjanya yang usianya sama dengan Hanan.
"Hahaha tidak juga."
"Lantas kenapa senyum-senyum terus dari tadi bikin kasir pada bergunjing tuh liat ketampanan mu?"
"Masak sih?"
"Nih liat pada bisik-bisik terus dari tadi liatin loe."
"Hahaha biarin aja gue kan udah punya bini ngapain mereka sibuk ngomongin gue. Kenapa gak ngomongin loe aja kan loe jones ya?"
"Jahat amat sih loe."
"Hahaha gue jahat dari dulu tau."
Kedua pasangan itu bekerja dengan sempurna satu sama lain.
#################################
...Hallo Reader yang budiman. ...
...Mohon dukungannya ya dengan tinggalin jejak kalian setelah membaca novel ini 😁🙏...
...Jangan lupa dong like, komentar, favorit dan vote-nya ya.😊...
...Kalau kalian mau tanya seputar novel ini atau mau berteman bisa langsung follow ig ku @deliss_aa1...
...Terimakasih banyak dukungannya terutama kepada para author yang baik hati selalu memberikan jempol dan komentar nya 😘...