BROK3N

BROK3N
Bab 78 Naik Jabatan



Hari ini aku melakukan aktivitas ku seperti biasa. Setelah pulang dari rumah sakit aku pulang dulu ke rumah untuk menyiapkan keperluan Misela lalu berangkat kerja. Pulang kerja main sama Misela lalu ke rumah sakit. Begitulah siklus ku setiap hari.


Tapi ada yang berbeda hari ini. Ibu terlihat pucat dan kelelahan.


"Bu apa sebaiknya ibu periksa dulu ke rumah sakit. Nanti pulang kerja ya kita ke rumah sakit sekalian ibu juga jenguk Hanan." Aku terus merayu ibu supaya mau di periksa. Tapi Ibu memang tipe yang susah di ajak berobat sejak dulu.


"Ibu gak papa ibu minum obat warung aja seperti biasa nanti juga sembuh." Jawab Ibu.


"Ya tapi Bu Adel khawatir. Kalau gitu Adel minta bantuan Bu Romlah ya buat bantu ibu jaga Misela."


"Ibu gak papa ibu kuat kok jagain Misela."


"Engga Bu. Ibu harus dengerin kata Adel. Adel takut Adel juga akan pulang malam. Adel ke rumah Bu Romlah dulu."


"Ya sudah terserah kamu saja."


"Nanti Adel langsung berangkat kerja ya Bu Adel udah kesiangan takut telat soalnya ini rapat penting banget."


"Iya Del hati-hati ya."


"Iya Bu harus jaga diri Lo ya kalau ada apa-apa cepet telpon Adel. Adel pamit dulu ya assalamu'alaikum." Ku cium punggung tangan Ibu dan aku pun bergegas ke rumah Bu Romlah. Karna hanya Bu Romlah yang sering main ke rumah kami bahkan sangat sayang dengan Misela seperti cucu nya sendiri..


"Assalamu'alaikum Bu Romlah."


"Wa'alaikumsalam Nak Adel ada apa pagi-pagi kesini?"


"Maaf Bu saya mau minta tolong Ibu saya seperti nya sedang sakit bisa bantu saya jagain Ibu saya gak Bu? Saya gak bisa cuti hari ini karna ada rapat kusus."


"Oiya Nak Adel Ibu memang berencana akan kesana nanti."


"Terima kasih ya Bu kalau ada apa-apa tolong segera hubungi saya."


"Iya Nak Adel gak perlu khawatir."


"Sekali lagi terima kasih ya Bu saya permisi dulu. Assalamu'alaikum."


"Wa'alaikumsalam."


Aku segera memesan ojol dan berangkat kerja.


Di kantor.


Hanya kurang dua menit saja aku telat absensi.


"Untung saja tadi gak macet banget kalau sampe telat bisa gagal aku dapet julukan karyawan teladan." Batin ku dan menghela nafas lega.


Selama setahun ini aku memang tak pernah telat untuk absensi bahkan satu detik pun. Dan rapat kali ini akan membahas tentang kenaikan jabatan bagi karyawan teladan.


Rapat pun dimulai.


Semua karyawan telah berkumpul di satu gedung. Direktur dan jajaran petinggi lainnya juga hadir disana. Suasana gedung kadang hening kadang penuh dengan sorakan dan tepuk tangan.


"Dan kita berikan ucapan selamat kepada Adelia sebagai karyawan teladan dan kenaikan jabatan menjadi sekertaris manager." Ujar seorang MC yang memandu rapat kami.


Prok prok prok


Semua orang disana memberi ku tepuk tangan meriah. Aku pun berdiri dan menerima penghargaan.


Rapat berjalan lancar dan dilanjutkan makan bersama.


Sejak tadi perasaan ku tak enak hati. Aku merasa ada yang terus menatap ku. Tapi aku dan teman-teman ku terus menikmati acara makan bersama itu.


Hingga malam hari acara masih terus berlangsung.


"Eh aku ke toilet dulu ya?"


Aku pamit pada teman-teman ku untuk menghubungi ibu. Aku khawatir dengan keadaan ibu karna sejak tadi aku tak bisa memegang ponsel ku.


Sebelum masuk toilet aku memeriksa ponsel ku terlebih dahulu ternyata ada panggilan tak terjawab dari ibu. Ku coba menelpon balik ternyata tak di jawab. Mungkin Ibu sudah tidur.


Tap


Tap


Tap


Ada suara langkah kaki yang mendekati ku. Tapi itu bukan dari suara sepatu high heels lebih tepatnya seperti suara langkah kaki seorang pria.


"Pak Romi? Kenapa ke arah toilet wanita?" Tanya ku terkejut dengan kedatangan Pak Romi.


Pak Romi adalah manager sebelum Yumna. Dari dulu dia memang sering menggoda ku. Tapi aku selalu menolaknya dengan halus karna aku tak mau di pecat dari pekerjaan ku.


"Kenapa kamu terkejut Del. Tentu saja aku kesini untuk menemui mu." Pak Romi tersenyum sinis pada ku.


"Adelia bukankah kamu sudah dewasa kenapa tak pekak dengan maksud perkataan ku. Kita bukanlah anak kecil lagi kan?." Pak Romi terus saja melangkah mendekati ku. Aku terus mundur untuk menjaga jarak dengannya tapi aku pun terpojok di sudut ruang.


"Pak Romi jangan macam-macam. Pak Romi sudah punya istri dan anak mereka akan kecewa jika mengetahui hal ini. Tolong tolong siapa pun di luar." Aku berteriak dengan sangat keras tapi tak ada yang mendengar mereka sibuk di satu ruangan yang kedap suara.


"Adel bukan kah kamu seorang janda kamu pasti butuh belaian dari seorang pria seperti ku. Lihatlah aku gagah dan berwibawa. Yang jelas aku juga kuat main berapa pun ronde yang kamu inginkan. Aku juga bisa memberikan mu cukup uang Del." Kini jarak Pak Romi dan aku sangat dekat.


Pak Romi terus mendekati wajah ku. Membentangkan ke dua tangan ku di dinding dan berhasil mencium bibir ku.


"Pak tolong jangan lakukan ini. Aku mohon." Tubuh ku bergetar ketakutan. Aku hampir tak bisa bicara lagi.


"Turuti saja apa mau ku kamu akan mendapatkan apa yang selama ini hilang dari mu Del."


Pak Romi terus bermain dengan bibir ku. Menelusuri tiap rongga mulut ku. Kini Pak Romi berpindah tempat, dari bibir ke bagian leher ku, dengan rakusnya Pak Romi menciumi bagian leher ku hingga menuju bagian dada. Aku tak berdaya. Aku tak bisa apa-apa bahkan untuk mencegah nya dengan sebuah kata.


Tetes demi tetes air mata membasahi pipi ku. Tubuhku lemas bahkan seperti nya tulang ku sudah rapuh seutuhnya.


"Kalian sedang apa?"


Terdengar seorang wanita masuk ke dalam toilet dan melihat sebuah adegan tak di harapkan olehnya.


"Adelia? Pak Romi? Apa yang kalian lakukan?"


Pak Romi melepaskan tangan ku yang di cengkram nya sejak tadi. Aku langsung terduduk tak berdaya di sudut ruang itu dengan tangisan tanpa suara. Sedangkan Pak Romi merapikan kemeja dan dasinya.


"Bu Yumna dia menggoda ku. Dia sungguh wanita jal*ng." Pak Romi menatap ku lalu membuang muka.


"Anda pikir saya bodoh Pak Romi?" Yumna meneriaki Pak Romi.


"Dia benar-benar menggoda ku Bu. Sejak dulu dia menggoda ku agar dia naik jabatan tapi untungnya Bu Yumna mengganti posisi saya jadi saya bisa menghindari nya." Pak Romi berusaha memfitnah ku.


"Yumna...tolong aku." Suara ku sangat lirih tapi masih bisa terdengar oleh Yumna.


Pak Romi terlihat melolot terkejut karna aku memanggil manager ku hanya dengan sebutan nama.


Yumna menghampiri ku. Mengusap air mata ku dengan tangannya. Menatap ku dengan penuh kehangatan.


"Ayo Ka Adel bangun kita keluar dari sini."


Yumna memegang kedua bahu ku mencoba membantu ku untuk bangun.


"Apa kalian adik kakak?" Pak Romi terperanjat.


"Saya akan laporkan kejadian ini pada pak direktur." Yumna mengancam Pak Romi. Lalu kami melangkah keluar dari toilet.


Sontak ancaman Yumna membuat Pak Romi naik darah. Pak Romi menjambak bagian belakang rambut Yumna.


"Acchh…" Yumna menjerit kesakitan dan melepaskan tangannya dari bahu ku.


"Kamu pikir direktur akan percaya ucapan kalian? Denger baik-baik jika semua ini bocor kalian akan habis." Pak Romi melepaskan tangannya dari rambut Yumna dan merapikan jas yang dia kenakan lalu pergi.


"Yumna maaf kamu jadi ikut kesakitan."


"Engga Ka tenang aja. Aku gak takut dengan ancaman nya. Kita kembali Ka."


"Tapi…"


"Ayo Ka percaya pada ku."


"Aku begitu berantakan Yumna."


"Justru ini bukti. Lihat cctv itu sudah merekam saat di menjambak ku tadi. Itu bukti sangat kuat."


Aku dan Yumna pun berjalan perlahan menuju tempat rapat kami tadi. Sebelum nya Yumna menelpon keamanan untuk mengirimkan rekaman cctv kejadian tadi.


Aku dan Yumna masuk. Yumna langsung menghampiri direktur dan terlihat berbisik-bisik dan Yumna juga memberikan ponselnya dan menunjukan sebuah rekaman cctv dimana saat dia sedang di Jambak oleh Pak Romi. Direktur terlihat terkejut.


Pak Romi yang sejak tadi memperhatikan langkah Yumna mulai berkeringat dingin. Ancaman nya tak menyurutkan keberanian Yumna.


Direktur terlihat melirik beberapa ajudannya. Dan mereka langsung paham apa maksudnya. Pak Romi langsung di tarik ke luar ruangan oleh ajudan yang ditunjuk direktur.


Aku sedikit bernafas lega. Yumna pun mengangguk kan kepalanya. Rapat dan acara makan-makan itu pun dihentikan dengan terpaksa oleh direktur.


###############################


...Hallo Reader yang budiman. Mohon dukungannya ya dengan tinggalin jejak kalian setelah membaca novel ini 😁🙏...


...Kalau kalian mau tanya seputar novel ini bisa langsung follow ig ku @deliss_aa1...


...Terimakasih banyak dukungannya terutama kepada para author yang baik hati selalu memberikan jempol dan komentar nya 😘...