
Tap
Tap
Tap
Suara langkah kaki menghampiri ku. Aku masih belum beranjak dari tempat duduk ku.
Hati dan pikiran ku masih belum bisa menerima apa yang barusan terjadi. Bahkan tubuhku rasanya juga sulit untuk bergerak.
"Del, kamu kuat Nak." Terdengar suara ibu yang sangat jelas kalau ibu juga usai menangis. Ibu memeluk ku yang masih meringkuk bersandarkan pintu. Aku tak menjawab pertanyaan Ibu.
"Iya Del kamu pasti bisa melewati semua ini. Bukan kan Adel itu wanita tangguh." Kata Putri yang juga memberi ku semangat.
Lidah ku masih belum bisa digerakkan. Aku seperti terserang gejala struk.
"Ayo istirahat dulu ini udah malem." Ibu mencoba membangun kan ku dari duduk ku. Tapi tubuh ku masih menolak untuk bangun.
"Del ibu mohon jangan seperti ini." Ibu kembali mencoba menegakkan tubuh ku dan memapahkan ku menuju tempat tidur. "Misela biar tidur sama Ibu aja kamu tidur sama Putri ya."
"Engga Tan Putri mau pulang Tan sebentar lagi Papa jemput." Tolak Putri.
"Maaf ya Put aku ngerepotin kamu." Aku mencoba menegakkan kepala ku dan memeluk sahabat ku Putri.
Putri melepaskan pelukan ku dan menatap ku dalam. Memegang kedua bahu ku dengan erat.
"Engga Del kamu jangan putus asa ya kamu harus semangat karna Misela membutuhkan mu. Besok aku berangkat ke Jakarta pagi jadi aku sekalian pamit. Kamu jangan buat aku khawatir okey?" Putri memeluk ku kembali. Lalu pulang.
"Ibu ke kamar ya, kamu istirahat. Besok kita harus lebih kuatkan hati di kantor polisi." Kata ibu yang beranjak dari hadapan ku.
"Bu, Adel harap ini cuma mimpi Bu. Adel baru saja mau memulai dan menata hidup Adel tapi lagi-lagi cobaan itu datang Bu. Hiks hiks…!"
Ibu pun menggenggam erat kedua tangan ku.
"Ibu tau perasaan mu Nak, hati ibu juga sakit kenapa semua ini terjadi. Hati ibu makin sakit jika melihat mu bersedih. Ibu mohon kamu harus jadi Adel yang Ayah mu banggakan selama ini." Aku tak bisa menjawab pertanyaan ibu aku hanya bisa menangis sekarang.
"Adel anak Ibu pasti bisa, ya?" Kami saling bertatapan dan mengangguk kepala. Ibu merapikan rambut ku yang ku acak-acak sendiri saat marah tadi. Aku bahkan lupa membuang kerudung yang ku kenakan. Lalu Ibu pergi ke kamarnya.
Aku hanya ingin malam ini bukanlah sebuah kenyataan sepahit ini. Aku tak menyangka bahwa Pak Hanif adalah pembunuh Ayah ku. Aku belum tau apa alasan Pak Hanif menabrak Ayah ku dengan sengaja dan membiarkan nya kesakitan saat itu. Pantas saja Pak Hanif tak bisa menetap dan berpindah-pindah tempat tinggal jadi karna Pak Hanif adalah buronan polisi.
Yang paling tak bisa ku maafkan adalah Hanan hanya diam mengetahui Ayah ku di bunuh oleh Bapak nya sendiri. Hanan diam selama ini selama dua tahun ini dan Hanan malah mau menikahi ku. Apa yang sebenarnya sedang dia pikirkan. Apa dia berusaha mempermainkan ku layak nya Zaki.
"Bagaimana ini Tuhan… apakah aku benar-benar akan bisa melewati ini semua? Kenapa semua ini terjadi di saat aku sudah jatuh cinta pada mu Nan? Kenapa kamu lakukan ini pada ku? Atau jangan-jangan kamu tak benar-benar tulus mencintai? Kamu hanya ingin menebus kesalahan Bapak mu kan?"
Air mata ini tak bisa berhenti mengalir. Aku terus menerus menyalahkan takdir yang menimpa ku.
Tertiba aku teringat akan surat yang belum sempat aku baca. Aku turun dari tempat tidur ku dan mengambil surat itu.
"Untuk Adelia yang cantik dan baik hati"
"Del ini aku Zaki. Maaf karna mungkin kamu bertanya-tanya dimana keberadaan ku saat ini. Aku baik-baik saja dan aku menuruti saran mu untuk mencoba menerima Sinta. Kamu benar Sinta bukan seperti yang aku pikirkan. Dia baik walau tak sebaik dan setegar diri mu Del. Dan maaf juga aku tak bisa bersama merawat putri kita seperti janji kita malam itu. Aku harus menjauh dari mu demi hubungan mu dengan Hanan. Del, Aku sudah mendengar kabar kamu akan menikah dengan Hanan. Aku sengaja menulis surat ini agar kamu tak terlalu terluka nantinya jika kabar buruk itu terdengar di telinga mu. Aku tau siapa yang menabrak Ayah mu Del. Dia adalah Pak Hanif calon Ayah mertua mu. Aku mendengar sendiri percakapan antara Pak Hanif dan Papah ku paginya setelah kamu makan malam dirumah ku. Aku mencari tau sendiri motifnya Pak Hanif kenapa berbuat setega itu. Yang aku tau hanyalah Pak Hanif iri dengan Ayah mu yang selalu mendapat pujian dari papah ku bahkan bonus Ayah mu selalu lebih besar darinya. Uang yang tempo lalu diberikan pada mu itu adalah bonus yang belum sempat Papah ku berikan pada Ayah mu Del. Ayahmu sangat pekerjaan keras. Dan aku mengetahui hal ini setelah aku berangkat ke Singapura. Aku merasa tertekan disana karna mengetahui kabar itu. Aku selalu memikirkan dan menghawatirkan mu disana. Ahirnya aku sengaja berfoya-foya disana Del aku menghambur-hamburkan uang agar Papah ku bangkrut dan menyuruh ku pulang dari Singapura. Maaf Del aku menulis surat ini bukan karna aku menghalangi hubungan mu dengan Hanan. Tapi aku hanya ingin kamu tak terlalu terluka jika tiba-tiba kamu mengetahui hal ini setelah kamu menikah dengan Hanan. Aku sangat mencintaimu Del aku ingin kamu bahagia walau aku tak bisa bersama mu. Aku melihat ketulusan Hanan yang tak bisa aku berikan untuk mu Del. Terimalah Hanan karna aku yakin Hanan sangat terpukul dengan taunya hal ini. Jangan kamu biarkan amarah mu mengalahkan cinta yang sudah bertumbuh pada Hanan. Selama ini kalian melewati banyak hal bersama. Aku tak membenarkan perbuatan Pak Hanif tapi itu Pak Hanif yang melakukan nya. Hanan tak ikut campur dalam masalah itu. Semoga kamu selalu bahagia Del.
Salam Zaki
❤️
"Bagaimana aku bisa sekuat yang kamu pikirkan Zak. Huuuu...huuuu…!"
Kupeluk erat surat yang di tulis oleh Zaki. Ternyata benar paket dan uang yang selama ini datang adalah pemberian Zaki.
Aku pun kembali ke tempat tidur ku. Ku atur nafas ku. Aku berfikir keras agar aku tak salah mengambil keputusan nantinya.
***
Dirumah Pak RT.
"Apa Bu?" Terlihat Hanan berteriak kepada Ibu nya yang masih terisak menyesali semua yang telah terjadi.
"Maafin Ibu Nak, Ibu juga tak bisa berbuat apa-apa. Ibu juga tak mau bapak mu dipenjara Nak hiks hiks….!" Bu Selly masih tak bisa berhenti menangis. Bu Jamilah memeluknya berusaha menenangkan nya.
"Pakde Hanan harus gimana? Hanan gak mau kehilangan Adelia." Hanan pun terduduk di sofa. Hanan pun ikut kacau.
"Pakde akan bantu sebisa Pakde Nan."
Terlihat Asep menghampiri Hanan dan menepuk punggungnya.
"Loe pasti bisa Nan. Kalian pasti bisa bersama. Ka Adel terlihat tulus mencintai mu."
"Loe gak liat nih cincin dia lempar tadi? Artinya Adelia gak akan pernah maafin gue Sep."
"Ka Adel hanya sedang marah Nan." Kata Asep kembali mencoba menenangkan Hanan.
"Asep benar Nan. Tunggulah dan bersabarlah. Bukankan selama ini kalian melewati semuanya bersama?" Pak Iskandar pun mencoba membuat Hanan lebih baik.
"Udah sekarang semuanya istirahat. Bukannya besok sidang pertama?" Kata Bu Jamilah.
"Iya benar kita istirahat dulu tenangkan pikiran karna besok mungkin akan lebih berat dari semua ini." Sahut Pak RT
Semuanya pun masuk ke kamar masing-masing.
Berbeda dengan Hanan. Dia lebih memilih duduk di sofa ruang tamu. Tubuhnya bersandar dan mendongak kan kepala di sofa. Hanan menatap langit-langit rumah. Hanan mengenang masa-masa indahnya bersama Adel.
Dia tau dia salah udah berusaha menutupi apa yang dia tau tentang kasus Ayah nya itu. Hanan melakukan itu semata-mata karna Hanan takut kehilangannya. Dan kali ini apa yang dia takutkan terjadi.
Hanan memang tak membenarkan perbuatan Bapak nya. Tapi seburuk apapun yang dilakukan oleh Bapak Hanan tetap menyayangi Bapak nya.
Hanan mengambil ponselnya.
Dia menatap layar ponselnya pada sebuah poto yang disana ada dirinya dan Adel sedang bertukar cincin. Lama dia menatap handphone nya itu. Ahirnya dia memutuskan untuk menghubungi Adel.
Sungguh sayang nomor Adel tidak aktif. Hanan pun melempar ponselnya ke sudut sofa di hadapan nya dan membaringkan badannya. Menumpangkan satu kakinya di atas kaki sebelah nya dan tangan kanannya di atas dahinya lalu tangan kirinya di atas perut. Begitulah posisi Hanan hingga ia tertidur.
#############################
...Hallo Reader yang budiman. Mohon dukungannya ya dengan tinggalin jejak kalian setelah membaca novel ini 😁🙏...
...Kalau kalian mau tanya seputar novel ini bisa langsung follow ig ku @deliss_aa1...
...Terimakasih banyak dukungan 😘...