
Author POV
Di Singapur.
"Ka Zaki kita jalan-jalan yuk. Sinta bete banget nih. Pengen jalan-jalan ke mall atau ke taman sambil makan eskrim. Yuk Ka!" Kata Sinta sedang membujuk Zaki yang sibuk dengan game online nya. Padahal sebelumnya Zaki tak suka dengan hal semacam itu. Zaki hanya sibuk belajar agar mendapatkan nilai terbaik untuk menarik perhatian Papah nya.
"Jalan aja sendiri gue sibuk. Loe gak liat apa dari tadi gue lagi apa." Ketus Zaki.
"Ka Zaki sejak kita disini tu kita gak pernah lo keluar berdua, jalan berdua atau dinner berdua kayak pasangan lainnya. Ka Zaki selalu sibuk dengan handphone. Aku tak pernah Ka Zaki hiraukan. " Sinta makin bawel membuat Zaki geram.
"Loe pikir siapa loe hah? Berani-beraninya ngatur gue? dan apa loe bilang pasangan haha sejak kapan? Gue gak pernah bilang cinta tuh sama loe." Zaki berdiri berhadapan dengan Sinta dan menatapnya penuh kebencian.
Tentu saja Sinta bukan gadis yang cengeng dan lemah dia tak terima Zaki membentaknya.
"Ka Zaki inget ya kita itu udah di jodohkan dan..."
"Alah buslit dengan perjodohan gue gak perduli dan gue tegasin sekali lagi gue gak menyukai elo dan jangan ganggu kesenangan gue ngerti gak?" Zaki mengulurkan jari telunjuk nya ke wajah Sinta lalu pergi dengan jaket abu-abu yang sebelumnya di letakkan di kursi. Zaki pun membanting pintu saat menutup nya. Tingkah Zaki itu membuat Sinta semakin marah.
Sinta sudah menyukai Zaki sejak masuk sekolah dan dia mencari tau asal usul keluarga nya. Sinta sangat bahagia mengetahui kalau perusahaan yang Papah Zaki pimpin itu akan sangat membutuhkan kerjasama dengan perusahaan Papahnya. Ahirnya Sinta pun membujuk Papahnya agar mendekati Pak Ibnu.
Rencana itu pun berhasil. Dan juga Sinta meminta Papah nya jika ingin bekerjasama syaratnya adalah menjodohkan kedua anak-anak mereka.
Sinta semakin menang karna Pak Ibnu tak keberatan dengan syarat itu. Yang Pak Ibnu pikirkan hanyalah perusahaan yang di pimpin nya sukses dan menghasilkan uang banyak. Dengan uang yang banyak itu dia bisa mencari putrinya yang hilang.
Tapi sayangnya hati Zaki susah untuk Sinta dapatkan. Tentu saja semua itu karna Adelia.
Tapi Sinta tak mudah menyerah. Dia terus mendekati Zaki agar dia bisa menerima cintanya.
Sementara Zaki setelah masuk kuliah jadi salah pergaulan. Sering tak masuk jam kuliah. Nongkrong di tempat hiburan bahkan mabuk dan kecanduan obat-obat terlarang.
Zaki kehilangan jati diri yang sesungguhnya karna paksaan dari Papahnya. Bahkan Zaki harus merelakan Adelia gadis satu-satunya yang saat ini Zaki cintai. Untuk melupakan Adelia pun Zaki berprilaku sangat berbeda dari sebelumnya. Bahkan 180 derajat.
Disini Zaki diberi kebebasan oleh Papahnya dan diberi kartu kredit tanpa batas. Zaki bebas berbuat apa saja asalkan Zaki mau menerima perjodohan dengan Sinta. Hanya itu syarat dari Papahnya. Zaki hanya mengiyakan apa yang Pak Ibnu inginkan. Itu semua agar Pak Ibnu tak menyakiti Adelia dan anaknya nanti.
Lima bulan telah berlalu.
Hari ini adalah hari ulang tahun Sinta. Sebelumnya Sinta sudah mengirimkan pesan pada Zaki kalau Sinta akan datang ke apartemen nya. Tapi Zaki yang tak mau meladeni Sinta Ahirnya pergi ke bar.
Zaki minum sebanyak mungkin dan memainkan musik kesukaan nya bahkan dilayani oleh dua wanita. Zaki juga semakin kecanduan obat terlarang. Zaki yang sudah hilang kesadaran mulai kalap dan menciumi dua wanita bayaran nya itu. Zaki begitu menikmati tubuh wanita-wanita itu.
Tapi Sinta yang mencari informasi lewat teman-teman nya. Ahirnya Sinta pun mengetahui dimana Zaki berada dan
Braakkkk....
Sinta membuka paksa pintu ruangan Zaki. Sinta terkejut melihat Zaki yang sedang menjelajahi tubuh wanita yang tak Sinta kenal. Ahirnya Sinta menarik tangan Zaki.
"Ka Zaki bener-bener keterlaluan kamu ya?" Sinta memegang kedua pipi Zaki dan mereka saling bertatapan namun Zaki malah tak mengenali nya dan Zaki sudah terpengaruh oleh miras.
"Ada gadis secantik ini muncul dari mana haha."
"Dasar cowok tak tau di untung." Sinta melepaskan tangan yang memegangi pipi Zaki lalu memapahnya keluar dari bar dan memesan sebuah taksi.
Dalam perjalanan Zaki hanya mengigau dan menyebut Adelia saja. Hal itu membuat Sinta marah.
"Dasar cowok brengs*k. Bagus gua tolongin loe malah nyebut cewek lain." Gunam Sinta.
Ahirnya taksi itu sampai di apartemen Zaki. Sinta meminta bantuan supir taksi untuk membawa nya ke lantai tujuh.
Sesampainya di kamar Zaki tergeletak di atas kasurnya. Sinta pun memberikan supir taksi itu tip.
Sinta terdiam memandangi wajah tampan dengan pipi merah merona yang tak berdaya di atas kasur itu. Terbesit sebuah niat jahat namun sebelum niat jahat itu terlaksana tangan Sinta di tarik oleh Zaki sehingga tubuh Sinta berada di atas tubuh Zaki.
"Kau wanita ku yang paling aku cintai." Ucap Zaki pada Sinta alhasil membuat Sinta berbunga-bunga hatinya. Zaki menyelipkan rambut Sinta ke bagian kupingnya membuat Sinta makin menyukai perlakuan Zaki yang lembut.
Perlahan Sinta mendekati bibir Zaki dan terjadilah permainan panas itu.
***
Pagi pun menjelma. Matahari yang terbit sudah terlalu tinggi. Sinarnya yang menyilaukan mata Zaki membuat Zaki terbangun dari tidurnya. Dia pikir dia lupa menutup gorden kamarnya. Zaki menarik seluruh bagian tubuhnya karna merasa begitu capek apalagi pengaruh minuman Zaki merasa sangat pusing saat bangun.
Zaki kemudian membuka matanya. Mengatur ke fokusan retina mata yang sudah dia kucek-kucek.
"Huaaammm kenapa gue begitu capek." Zaki menyibakkan selimut yang menutupi tubuhnya tapi dia terkejut karna tak memakai apapun. Zaki menoleh pada wanita yang masih tidur nyenyak disebelahnya. "Apa? Sinta?"
Teriakkan Zaki membuat Sinta bangun.
"Ka Zaki udah bangun?"
"Apa yang loe lakuin disini dan kenapa loe tidur disini hah?"
"Ka Zaki gimana sih kan kita abis main-main semalam. Bahkan sampe dua ronde Lo Ka. Sinta makasih banget sama Ka Zaki karna udah buat Sinta melayang-layang." Sinta menjelaskan tanpa bangun dari tempat tidurnya dan hanya sebuah selimut yang menutupi tubuhnya.
"Apa? Loe sama gue?"
Sinta mengangguk dengan senang.
"Makasi ya Ka kado ulang tahun nya. Sangat berkesan sekali."
Zaki buru-buru memakai celananya dan bangun dari tempat tidurnya. Sinta menatap Zaki dengan penuh kehangatan. Tapi tak sebaliknya.
"Astaga apa yang gue lakuin. Bisa-bisanya gue tidur sama loe?" Zaki mengulurkan telunjuk nya pada Sinta. Zaki geram lalu mengepalkan kedua tangan dan mengacak-acak rambutnya dengan kasar.
"Makanya jangan minum banyak-banyak ka. Udah buruan mandi sana."
"Aaakkkkk......" Pekik Zaki lalu masuk ke kamar mandi.
Sinta menikmati apa yang dia lakukan dengan Zaki bahkan Sinta merekam semua kejadian tadi malam.
*****
...TERIMAKASIH READER ATAS DUKUNGAN NYA. TERUS BANTU AKU DENGAN TINGGALIN LIKE KOMEN DAN VOTE NYA SUPAYA AKU LEBIH SEMANGAT UP NYA 😍...