BROK3N

BROK3N
Bab 73 Perasaan Asep



Sore ini pekerjaan ku selesai lebih cepat. Aku sudah janji sama Asep untuk ke rumah sakit karna pesan Pak Iskandar. Setelah jam pulang tiba aku memesan ojol untuk mengantar ku ke rumah sakit Mulya Indah.


Sampainya di rumah sakit aku langsung bergegas menuju ruang rawat Hanan.


"Assalamu'alaikum." Salam ku sambil membuka pintu ruang rawat Hanan.


"Wa'alaikumsalam Nak Adel. Ahirnya kemari juga." Jawab Pak Iskandar.


"Ngapain sih kamu kemari dasar wanita pembawa sial." Ujar Bu Jamilah.


"Bu jangan bilang begitu. Emang Ibu mau di katain wanita pembawa sial juga?" Bentak Pak Iskandar pada istrinya itu.


"Dari dulu Ibu udah gak suka sama dia Pak ibu punya firasat buruk dan ternyata bener kan firasat Ibu kalau Hanan dekat dia bakal kenak musibah dan ini nyata tuh Hanan gak sadar-sadar udah mau sebulan." Bu Jamilah kembali bicara dengan nada ketus dan melirik ku sinis.


"Mbak gak boleh begitu. Mbak kan juga wanita. Nak Adel baik mbak bukannya selama kita gak ada yang jaga Hanan adalah Nak Adelia ini?" Kata Bu Selly sambil memeluk kedua bahu ku. "Ayo Nak Adel duduk sini." Bu Selly menuntut ku duduk di sofa di ikuti oleh Pak Iskandar.


"Hih sok alim banget. Kalau gak karna terpaksa males ketemu kamu." Bu Jamilah keluar dari ruangan.


"Jangan di ambil hati ya Nak Adel ucapan istrinya saya, dia emang begitu wataknya. Susah liat orang seneng." Kata Pak Iskandar mencoba menjelaskan pada ku.


"Iya Pak gak papa. Saya udah biasa di begituin, jadi udah kebal." Jawab ku sambil tersenyum malu.


"Syukurlah. Sekali lagi saya minta maaf ya Nak Adel." Ujar Pak Iskandar.


"Iya Pak. Jadi ada apa Pak saya di suruh kemari. Tumben nih." Tanya ku penasaran.


"Begini Nak Adel besok kami akan pulang ke kampung jadi kami mau minta tolong untuk bantu jaga Hanan. Bu Selly akan tetap disini. Kalian bisa bergantian menjaga nya. Termasuk Asep juga kalau dia tidak sedang kuliah. Bapak sama istri Bapak mau pulang karna gak bisa lebih lama lagi disini. Banyak sekali urusan yang harus Bapak selesaikan di kampung. Apa Nak Adel keberatan? " Terang Pak Iskandar.


"Ini memang yang aku harapkan Pak." Bathin ku.


"Tentu saja engga Pak. Saya juga dua kali dalam seminggu libur kerjanya. Kalau gak banyak kerjaan sebelum jam empat saya udah pulang jadi insyaallah saya bisa jaga Hanan asal pagi ada yang menjaganya." Jawab ku dengan senang hati.


"Alhamdulillah terima kasih ya Nak." Kata Bu Selly menggenggam tangan ku. "Loh ini kan cincin pertunangan kalian? Kamu udah pake lagi cincin ini? Bukannya udah di buang waktu itu?" Bu Selly sibuk melihat jari manis ku.


"Iya Bu memang udah saya buang tapi ternyata di pungut lagi oleh Hanan dan selalu dia bawa kemana pun katanya kalau bertemu dengan saya sewaktu-waktu bisa langsung saya pakai lagi." Jawab ku dengan menatap Hanan yang masih terbaring tanpa gerakan. "Saya seneng banget Bu Hanan begitu setia menunggu saya padahal saya udah menyia-nyiakan nya."


"Hanan memang setia Nak. Dia anak yang baik sekali. Semoga dia tak mengikuti jejak Bapaknya." Ujar Bu Selly dengan nada sedih.


"Jangan begitu Bu, setiap orang punya ke khilafah masing-masing. Namanya juga manusia Bu, iya kan Pak?" Jawab ku dan menoleh pada Pak Iskandar. Hanya ada anggukan darinya.


"Iya Nak Adel kamu memang calon menantu Ibu yang baik." Kata Bu Selly dengan memeluk bahu ku.


Aku tersenyum bahagia menanggapi ucapan Bu Selly. Hati ku pun rasanya berbunga-bunga di katakan menantu yang baik. Eh calon masih calon.


"Malam ini biar kami saja yang menjaga Hanan. Nak Adel bisa pulang. Besok Nak Adel bisa kesini dan tak perlu buru-buru untuk mengantar saya pulang." Kata Pak Iskandar.


"Iya Pak."


"Padahal aku ingin sekali melepaskan rindu pada Hanan yang udah berhari-hari ini gak terobati. Tapi harus sabar besok bakal semalam sama Hanan." Batin ku.


Ahirnya aku pun pulang tanpa berkata apapun pada Hanan.


Malam ini Misela rewel ingin bertemu dengan Papi nya. Sedikit susah untuk membujuknya, jika dia ingin sesuatu harus segera di turuti kalau tidak pasti gak mau apapun kecuali yang dia mau.


Aku mencoba menghubungi Asep. Aku tak ada pilihan selain menelpon Asep. Asep pun datang ke kontrakan ku.


"Hallo Misela, inget gak sama Om Asep?" Misela masih ragu dan terus menatap Asep.


Misela pun menghampiri Asep dan Asep pun menggendong nya. Mereka bermain di teras bersama hingga larut malam. Asep pun kembali menggendong Misela hingga tertidur pulas dan memindahkan nya ke tempat tidur.


Aku menunggu Asep di teras rumah dan duduk di kursi kayu.


"Udah tidur Sep?"


"Udah Ka."


"Maaf ya merepotkan, kayaknya dia lagi kangen banget sama Papi nya. Dia butuh sosok seorang laki-laki."


"Iya gak papa Ka. Aku siap kok jadi laki-laki yang di inginkan Misela."


"Kami bilang apa sih."


Asep duduk di sebelah ku.


"Ada yang mau Asep tanyain Ka."


"Apa Sep?"


"Misal Hanan gak bangun gimana?"


"Kamu ngomong apa sih Sep? Jangan mendahului takdir Tuhan. Hanan pasti bangun Sep. Aku yakin itu."


"Misal gak bangun apa aku masih bisa masuk mengisi hati mu Ka?"


Deg


Aku gak percaya kalau Asep akan mengatakan hal demikian. Memang Asep pernah beberapa kali bilang suka pada ku tapi aku hanya menganggap nya sebagai seorang adik. Tak lebih dari itu. Asep memang selalu baik pada ku pasti itu alasan dia untuk mendekati ku juga.


"Sep bukannya aku udah bilang kalau kamu bagi ku hanya seorang adik? Aku tak bisa memberikan hal sama dengan Hanan pada mu."


"Tapi Ka aku juga seorang laki-laki. Aku bisa jaga Ka Adel dan Misela."


"Sep kamu bisa mencari wanita yang lebih baik dari ku. Pasti banyak yang mengantri nungguin cinta mu."


"Ka Adel adalah wanita baik itu."


"Tidak Sep bukan aku. Aku tak sebaik itu."


"Tapi Ka…"


"Pulanglah. Sudah larut malam. Aku masuk dulu ya kamu pulang hati-hati."


Aku meninggalkan Asep di luar. Aku tak mau membahas hal itu lagi dengan Asep. Bahkan aku tak bisa bayangkan kalau Hanan tak akan bangun. Aku yakin Hanan akan bangun entah itu kapan.


##############################


...Hallo Reader yang budiman. Mohon dukungannya ya dengan tinggalin jejak kalian setelah membaca novel ini 😁🙏...


...Kalau kalian mau tanya seputar novel ini bisa langsung follow ig ku @deliss_aa1...


...Terimakasih banyak dukungannya terutama kepada para author yang baik hati selalu memberikan jempol dan komentar nya 😘...