BROK3N

BROK3N
Bab 65 Hanan Galau



Hallo Reader yang budiman.


Episode ini aku cuma mau bercerita tentang Hanan ya hehe


Happy Reading semua!


***


POV Hanan


Malam pun tiba. Hanan merasa perutnya lapar sejak tadi siang dan dia udah beberapa hati ini tidak makan nasi. Di toko juga ada jatah makan siang tapi tak ia makan. Dia hanya makan roti sore itu sepulang nya kerja.


Karna tak tahan dengan perutnya yang sakit Hanan pun pergi ke dapur untuk mengambil makan.


Asep yang melihat Hanan sedang membawa piring malah meledak nya.


"Ahirnya loe mau makan juga haha laper kan lie? Sakit kan perut loe haha…!"


"Diem loe gue lempar piring nih."


"Sampe tu piring pecah loe bakal di marahin sama emak gue haha…"


"Dasar cowok resek loe pergi sana gue mau makan dengan tenang."


"Selamat makan ya. Eh bentar-bentar tadi gue di telpon Ka Adel loh."


"Apa loe bicara apa sama dia?"


"Oh itu rahasia...daaahhh…!" Asep pun pergi dengan menaiki motornya.


"Punya sepupu satu aja bikin ribet mulu. Bodok ah gue mau makan. Kata Adel aku harus jaga kesehatan ku."


Hanan berbicara sendiri di dapur. Dia pun makan lahap dengan lauk ayam goreng dan sambel terasi di temani lalap mentimun.


Setelah makan Hanan berjalan-jalan keluar rumahnya dan tertiba dia menatap rumah Adel dari kejauhan. Rumah itu hanya ada cahaya lampu di luar nya sedangkan di dalam gelap.


"Kemana Adelia dan Ibu. Kenapa tumben sekali rumahnya gelap begitu. Bukan kah Adel tak punya sodara?"


Hanan terdiam lama menatap rumah mungil itu hingga ia merasa ngantuk dan pulang.


Pagi ini sebelum berangkat kerja Hanan sengaja ke rumah Adel dulu. Menghampiri rumah itu karna dia begitu penasaran kenapa semalam rumah nya gelap. Dia juga sangat merindukan Misela.


Tiba di rumah Adel Hanan melihat pintu rumahnya di kunci gembok dari luar. Hanan keheranan tak biasanya pintunya di tutup seperti itu. Lampu di luar rumah juga terus menyala.


"Mungkin Adel belum pulang dari pergi nya. Coba nanti sepulang kerja aku kesini lagi." Gunamnya.


Hanan masih cuek dan belum menyadari apapun dia lalu berangkat kerja karna hari ini bakal sibuk.


Hari ini Hanan begitu banyak pesanan kue ulang tahun. Toko Bu Dania sekarang sudah sangat ramai pengunjung. Bahkan sudah punya dua cabang di daerah yang berbeda.


Selain Adelia Bu Dania juga sangat membanggakan Hanan dan menganggapnya seperti anaknya.


Berikut beberapa hasil karya Hanan hari ini.










Hanan begitu menekuni pekerjaannya sedari dia belum bisa apa-apa. Karna Hanan rajin belajar Ahirnya Hanan bisa di angkat chief di toko Global Bakery milik Bu Dania itu. Apalagi ada Adelia wanita yang dia cintai sejak pandangan pertama.


Hanan tak pernah sedikitpun punya niat untuk menyakiti Adelia. Cinta Hanan sudah tulus sejak awal. Bahkan Hanan sangat berhemat demi bisa menabung kan uangnya untuk membeli rumah impiannya bersama Adelia kelak.


Hari berganti Minggu dan bulan. Sudah satu bulan lebih Adelia tak di rumahnya. Tak ada kabar sama sekali. Handphone nya pun tak bisa di hubungi.


Hanan mulai cemas dan khawatir. Hanan benar-benar takut kehilangannya Adelia. Hanan pernah bertanya pada Bu Dania tapi Bu Dania bilang dia juga tak tau kenapa Adelia tak berangkat kerja selama ini.


Ahirnya Hanan pun bertanya pada Asep karna dia bilang pernah di telpon Adelia.


"Sep loe kemarin di telpon Adelia masih dengan nomor yang sama?"


"Iya emang kenapa?"


"Adeli tak ada kabarnya sudah sebulan lebih."


"Serius loe?"


"Dia sih cuma bilang maaf dan makasi terus nanya keadaan loe dan tanya Bapak lagi dimana. Udah gitu aja. Ya ampun gue gak peka ya jangan-jangan waktu itu dia pamitan lagi sama gue."


"Pamitan?"


"Iya kata-kata nya sedikit aneh sih."


"Kenapa loe baru bilang sih."


"Gue aja baru nyadar sekarang. Gimana sih loe. Udah ah gue mau packing besok gue berangkat ke Jakarta loe mau ikut gak?"


"Mau ngapain mau jadi gembel disana?"


"Ide bagus haha."


"Brengs*k loe. Pergi sana."


"Hahaha."


Sekarang Hanan sadar dengan ucapan Adelia malam itu untuk menjaga kesehatan nya. Artinya saat itu dia memang sedang berpamitan padanya.


"Del kamu di mana sayang. Kenapa kamu begitu tega ninggalin aku disini sendirian."


Hanan lalu pergi ke toko tempat dia bekerja untuk bertanya lagi pada Bu Dania karna seperti ada yang dia sembunyikan.


"Assalamu'alaikum Bu."


"Wa'alaikumsalam. Hanan tumben malem-malem kesini?


"Bu Hanan mau bertanya lagi. Ibu tau kan sebenarnya Adel pergi?"


"Kenapa kamu menanyakan itu lagi?"


"Bu tolong jawab."


"Maaf Hanan saya udah janji pada Adel untuk tak cerita apa pun. Saya tau Adel akan pergi tapi saya tak tau kemana dia pergi. Saya sudah bilang yang sebenarnya."


"Bu Dania yakin itu yang sebenarnya."


"Maaf Hanan saya gak bisa bantu apapun. Saya ingin kalian semua bahagia."


"Baiklah Bu Terimakasih. Saya pamit dulu assalamu'alaikum."


"Wa'alaikumsalam."


Hanan pulang dan menatap gelapnya langit malam itu. Dia terus memikirkan Adelia hinggap larut malam dia masih di luar dengan pandangan nya yang tertuju pada bintang yang berkedip bergantian.


Hanan pun pulang dengan penyesalan karna tak menemukan jawaban yang membantu nya menemukan Adelia.


***


Sore ini Hanan meminta ijin cuti beberapa hari pada Bu Dania. Hanan berencana menemani Asep ke Jakarta untuk beberapa hari atas permintaan Bu Jamilah. Hanan pun hanya menurut walau sebenarnya Hanan tak ingin ke Jakarta sama sekali.


"Buruan Sep kita ketinggalan bus nanti." Hanan sudah siap dengan tas ranselnya. Sedangkan Asep masih di kamar entah sedang apa. Hanan mencoba mengetuk pintu kamar Asep dengan keras.


"Woy Sep loe lagi apa sih lama banget ni bocah."


Asep pun membuka pintu kamarnya.


"Loe gak sabaran banget sih jadi orang pantes loe ditinggalin Ka Adel."


"Jangan mulai deh loe gue jadi males nih nganter loe."


"Ya udah sono tidur aja rebahan loe kan suka tuh rebahan."


"Bude Hanan gak jadi nganter Asep deh Asep nya gak mau."


Bu Jamilah datang menghampiri mereka.


"Udah cepet berangkat. Kamu sih Sep kelamaan dandannya kamu mau kuliah apa mau jadi artis sih cepet ketinggalan bus nanti." Bu Jamilah memukul kepala Asep dengan centong yang ia bawa.


"Aduh Mak sakit tau."


"Mampus loe haha."


Setelah berdebatan itu Hanan dan Asep pun berangkat.


################################


...Hallo Reader yang budiman. Mohon dukungannya ya dengan tinggalin jejak kalian setelah membaca novel ini 😁🙏...


...Kalau kalian mau tanya seputar novel ini bisa langsung follow ig ku @deliss_aa1...


...Terimakasih banyak dukungan 😘...