BROK3N

BROK3N
Bab 67 Bayangan Adelia



Pagi ini Hanan dan Asep berencana untuk berbelanja segala keperluan Asep selama di Jakarta. Dari pakaian, keperluan kuliah, alat mandi dan lainnya.


"Kita cari sarapan dulu sebelum pergi gue gak mau kelaperan." Ucap Hanan sambil mengikat tali sepatu nya.


"Siap bos besar laksana." Jawab Asep dengan memberikan hormat pada Hanan.


Asep bertanya pada teman sekamar nya tempat yang bisa beli semua kebutuhan. Asep di arahkan ke sebuah mall besar yang tak jauh dari asrama nya itu. Ahirnya setelah sarapan nasi uduk yang ada di luar pintu asrama Hanan dan Asep pergi dengan taxi online.


Benar saja lokasinya memang tak jauh dari asrama tempat Asep tinggal nanti. Hanya perlu 15 menit dengan sebuah mobil.


Setelah di depan pintu utama dan mulai masuk mall tersebut lagi-lagi Hanan dan Asep di buat takjub dengan nuansa di dalam Mall. Baru kali ini juga mereka masuk dan belanja di tempat sebagus itu.


"Inget loe jangan boros. Loe harus bisa sehemat mungkin. Beli yang dibutuhin aja." Pesan Hanan sebelum masuk mall tersebut.


"Ya gue sih gak bisa janji. Haha udah ayo masuk biar ubun-ubun adem." Asep merangkul pundak Hanan dan berjalan masuk bersama.


Lama mereka berkeliling mencari ini dan itu. Banyak sekali yang harus di beli Asep. Bahkan Hanan sampai kelelahan mengikuti kemauan Asep.


"Sep loe belanja udah kayak cewek aja sih, ya ribet ya lama ya pemilih. Kan gue udah bilang beli seperlunya aja." Keluh Hanan dan terduduk di sebuah kursi yang di sediakan pemilik toko.


"Gue kan harus stylish Nan gue gak mau keliatan ndeso di depan para cewek. Nanti kalau loe udah balik gue males keluar sendiri gak asik gak ada yang di ajak adu mulut." Ujar Asep sambil sibuk memilih baju dan sesekali berkaca dengan menempelkan baju yang ia pilih.


"Haduh mau kuliah apa mau main sih loe. Serah deh gue mau keliling ke sana dulu cari minum." Hanan berlalu dari toko baju itu.


Lama Hanan berkeliling kesana kemari mencari minuman yang bisa menghilangkan dahaya nya itu. Dan ahirnya ketemu. Hanan pun memesan dua botol minuman Boba dengan rasa Gree tea.


Hanan tak langsung kembali ke toko tadi. Hanan yang sedang berada di lantai dua itu menyadarkan kedua tangannya di balkon dan melihat pemandangan di bawah sambil menikmati minuman yang dia beli tadi.


Teguk demi teguk dia nikmati tapi rasa hausnya tak kunjung hilang. Hanan terus memandangi tiap sudut mall itu dan tertiba Hanan harus tersedak melihat seorang yang sangat familiar untuk nya.


"Adel iya pasti itu Adel. Aku yakin aku gak boleh kehilangan dia lagi." Hanan ingat tas ransel yang sama dengan wanita yang dia liat saat di perjalanan nya kemarin. Dengan balutan gamis motif bunga dan kerundung maroon polos wanita itu berjalan dengan cepat dan keluar dari Mall dengan membawa beberapa bungkus paper bag.


Hanan tak mau melewatkan kesempatan ini. Hanan langsung turun melewati eskalator dengan terburu-buru.


"Permisi maaf maaf permisi Mbak permisi Mas. Maaf maaf saya buru-buru."


Hanan menerobos kerumunan orang yang sedang menaiki eskalator itu. Hanan tak peduli dengan mereka yang Hanan tabrak lengannya. Hanan pun berlari menuju pintu keluar.


Sayang setelah sampai di luar Hanan tak mendapati apa yang dia kejar. Kekecewaan pun muncul.


"Si*lll…." Umpatnya.


"Aku yakin sekali itu pasti Adelia. Aku yakin banget sama tas ranselnya yang sering dia pake kalau jalan. Kenapa dia begitu cepat menghilang." Hanan pun menendang angin beberapa dan kembali masuk ke dalam mall.


Dengan nafas ngos-ngosan Hanan duduk di toko baju yang disitu Asep terlihat masih sibuk memilih baju. Hanan menghabiskan sisa minuman boba yang dia pegang.


"Loe kenapa kayak abis lari-lari." Tanya Asep heran dengan sedikit keringat yang dia lihat di dahi Hanan.


"Gue tadi kayak liat Adel, gue kejar sampe pintu keluar ternyata gak ada." Hanan pun menjatuhkan kepalanya ke bagian belakang dan menyandarkan kepalanya di kursi yang ia duduki.


"Loe yakin itu Ka Adel?" Asep langsung duduk di sebelah Hanan dan menatap wajah Hanan.


"Gak begitu sih yang gue inget tas ranselnya mirip banget sama punya Adel. Itu tas ransel udah lama dia pake. Malah sejak masih sekolah." Hanan pun memejamkan matanya. Hanan membayangkan sosok Adelia dalam pikiran.


"Ya udah semoga kita bisa ketemu lagi. Gue udah selesai gue bayar dulu terus kita balik." Kata Asep sambil menepuk bahu Hanan. Asep sangat tau kesedihan yang Hanan rasakan.


Setelah pembayaran selesai Hanan dan Asep kembali memesan taxi online. Lalu pulang.


Setibanya di asrama Hanan langsung menjatuhkan badannya ke tempat tidur dengan posisi tengkurap.


"Loe jangan lebay deh. Loe harus sabar jadi cowok." Asep mencoba menghibur Hanan.


"Loe ngomong apa sih."


"Ya loe sedihkan karna tadi gak berhasil kejar Ka Adel?"


Hanan langsung bangun dari tidurnya.


"Gue cape bego. Loe gak pekak banget jadi sepupu. Loe pikir tuh tas belanja loe ada berapa macam dan loe dengan santainya bilang ke gue kalau gue harus sabar? Dasar banci loe. Diem loe jangan ngomong sama gue lagi. Bikin gue darah tinggi."


Hanan kembali berbaring dan menutup sebagian wajahnya dengan bantal. Sedangkan Asep malah tertawa terbahak-bahak. Untung saja teman sekamar sedang gak ada semua.


"Hahaha gue pikir loe mau kambuh lagi. Loe tidur aja gue mau ke kampus bentar mau ambil formulir sks."


Tak ada jawaban dari Hanan. Hanan memang berniat untuk tidur. Asep pun keluar dari kamarnya dan menutup pintu.


Flashback on


Adelia sudah mendapatkan tempat tinggal di Jakarta atas bantuan Putri. Adelia tinggal di sebuah kontrakan dengan tiga petak ruangan. Tentu saja kontrakan itu tak jauh dari asrama yang ditinggali Putri.


Adelia bukan orang yang bisa bersantai ria. Adelia berusaha melamar kerja kesana-kemari. Adelia selalu naik ojek online kemana pun dia pergi. Wanita yang di temui Hanan saat itu memang benar Adelia.


Karna Adelia dan ibunya saat itu hanya membawa beberapa pakaian ahirnya Adelia memutus untuk membeli pakaian di mall yang sama saat Hanan dan Asep belanja. Adelia harus buru-buru keluar dari Mall karna ojek online yang ia pesan sudah menunggu nya di depan pintu Mall.


Lagi-lagi Hanan tak salah lihat saat itu.


Flashback off


Beberapa hari telah berlalu. Adelia belum juga mendapatkan panggilan dari surat lamaran yang ia kirimkan ke beberapa perusahaan dan kantor-kantor kecil bahkan mall dan supermarket.


Ahirnya Adelia memilih untuk menunggu dan menghabiskan waktu bersama Misela di rumah.


Jam kuliah Asep sudah terjadwal. Begitu juga dengan Putri.


Pagi ini Asep sibuk berdandan karna ini adalah kuliah hari pertama nya.


"Loe beneran ribet Sep."


"Mending loe tidur lagi atau dari pada loe bosen loe jalan-jalan aja gue kuliah sampe jam dua. Loe berangkat ke terminal jam berapa?"


"Jam 4." Hanan kembali tidur.


"Dasar tukang tidur. Ya udah gue berangkat dulu. Kalau loe mau keluar chat gue."


"Hmm."


"Sepupu aneh."


Asep pun berangkat kuliah.


Dalam perjalanan menuju kelasnya Asep sibuk melihat lingkungan kampusnya yang bagus itu. Memandangi setiap bangunan yang ada dan banyak sekali tanaman hias di tiap sisinya. Asep tak fokus dengan jalannya lalu menabrak seorang wanita.


Brug


"Ma-maaf Ka saya gak sengaja." Asep ikut memungut buku yang berserakan di lantai lalu memandang wanita yang dia tabrak.


"Ka Putri kan? Iya bener Ka Putri temennya Ka Adel." Asep menggoyangkan jari telunjuknya ke arah Putri.


"Iihh kamu Asep? Kamu kuliah disini Sep?" Putri juga ikut terkejut dan tersenyum lebar.


Mereka pun berdiri.


"Iya Ka. Atas rekomendasi guru di sekolah."


"Ambil jurusan apa?"


"Ekonomi Ka."


"Iih keren sih kamu anak ekonomi."


"Ahh biasa aja Ka. Belum juga mulai."


"Ya udah kapan-kapan kita ngobrol ya aku udah mau masuk nih."


"Okey Ka sampai ketemu lagi."


Mereka pun masuk ke kelasnya masing-masing.


Sore ini Hanan berencana pulang kembali karna dia tak bisa terlalu lama meninggalkan pekerjaannya. Dia harus tetap mencari uang agar kelak saat bertemu Adelia Hanan bisa segera menikahinya tanpa harus memikirkan biaya karna Bapaknya dipenjara jadi dia harus bekerja keras.


################################


...Hallo Reader yang budiman. Mohon dukungannya ya dengan tinggalin jejak kalian setelah membaca novel ini 😁🙏...


...Kalau kalian mau tanya seputar novel ini bisa langsung follow ig ku @deliss_aa1...


...Terimakasih banyak dukungan 😘...