
Pagi ini Sudah pukul 6 am. Matahari sudah memancarkan kehangatannya. Ditemani kicauan burung yang merdu. Aku sengaja bangun pagi untuk joging.
"Bu Adelia lari pagi dulu ya." Teriak ku pada ibu sambil menali tali sepatu. Ibu sedang sibuk di dapur.
"Iya jangan jauh-jauh ya takut nyasar. Hati-hati Del." kata ibu menjawab dengan teriakan juga. Aku hanya tersenyum.
Ku buka pintu rumah ku. Kutarik nafas dalam dan merasakan sejuknya udara pagi ini. Tak ada bau polusi sama sekali. Bahkan lingkungan hijau di sekeliling rumah membuat mata ku segar.
Ku berlari kecil sambil melihat ke kanan kiri. Ada beberapa orang juga yang sedang joging. Kami saling sapa senyuman. Tak lama aku melihat sebuah taman yang ramai. Aku pun berlari ke arah taman. Dan menyenangkan sekali ada di sekitar sini. Banyak bunga bermekaran. Ada air mancur di tengah taman. Banyak anak-anak sedang berlarian. Padahal ini masih pagi sekali.
Ku pejamkan mataku menghadap langit dan membentangkan tangan merasakan hawa yang sangat sejuk dari pepohonan yang menjulang tinggi. Tapi tak lama kurasakan kesegaran itu karna ada yang menabrak ku dari belakang.
"Aduh... hati-hati dong." Omel ku tanpa melihat siapa yang menabrak. Ku bersihkan celana training hijau ku lalu menatap orang yang sedang berdiri didepan ku tanpa meminta maaf. Ku lihat sosok laki-laki dengan senyuman lesung pipi berambut pirang menatap ku.
Kami saling bertatap mata sejenak lalu aku mengarahkan jari telunjuk ku padanya.
"Kamu...kan jalannya lebar bisa-bisanya nabrak orang."
"Maaf ya cantik aku lagi main bola sama ponakan. Keasikan kejar bola jadi mata ku fokus ke bola. Ternyata ada yang harus lebih aku fokuskan sekarang." Dia terus saja tersenyum sambil menatap ku.
"Om cepet bolanya bawa kesini." Seru anak kecil yang jaraknya agak jauh dengan kami. Aku melihat ke arah anak kecil yang memanggilnya. Dia pun demikian.
"Bentar ya." Dia menjawab seruan anak itu Lalu dia menoleh ke arah ku lagi. "Kamu warga baru ya aku belum pernah liat kamu sebelumnya." Aku tau kata yang akan muncul selanjutnya. Aku pun membuang muka dan melanjutkan joging ku tanpa menjawab pertanyaan.
"Heii....!" panggilannya tak membuat ku menoleh ke arah orang aneh. Dia memang tampan. Tapi aku sudah punya Zaki dan harus setia. Zaki adalah pacar dan cinta kedua ku setelah Ayah.
Aku masih menikmati suasana lingkungan disini. Sambil berlari kecil ku pilih jalan menuju rumah. Sebelum sampai aku berpapasan dengan 3 ibu-ibu dan mereka menghentikan langkah ku.
"Eh cah ayu kamu warga baru itu ya." Tanya seorang ibu dengan daster warna merah bunga-bunga dan rambut di ikat jadi satu ke belakang.
"Iya Bu salam kenal saya Adelia." Sapa ku pada mereka.
"Ya ampun ayu temenan yo. Iki bocah lanang-lanang iso ngapeli terus matane iso gak kedep." Kata satu Ibu lain dengan gamis hitam dan jilbab Lilac.(dalam bahasa Jawa "Ya ampun cantik banget ya. ini cowok-cowok bisa ngapel terus matanya gak berkedip.)
"Maaf Bu saya gak pandai bahasa Jawa." Sambil ku bungkukan sedikit badan ku tanda menghormati mereka.
"Del kamu tinggal sama siapa aja dirumah itu?" Tanya seorang ibu lagi dengan gamis bunga-bunga dan berjilbab hitam polos.
"Saya cuma tinggal sama Ibu saja Bu." Jawab ku dengan ramah.
"Loh la bapak mu kemana?" Kata ibu daster merah.
"Ayah saya sudah meninggal Bu."
"Jadi ibu mu janda ndok?" sambung ibu berdaster merah.
"Iya Bu."
"Waduh ini bahaya ada janda di kampung kita. Harus extra jaga suami kita ini Lo Bu." Kata ibu daster merah pada ibu bergamis hitam dan bunga-bunga.
"astaghfirullah. Maaf maksud ibu apa?" Tanya ku memperjelas pernyataan ibu daster merah.
"oh *n*dak papa ndok ayo-ayo dilanjutin sana olahraga kami permisi dulu. Semoga betah dikampung kami." Kata ibu daster merah lalu mereka berjalan menuju warung yang tak jauh dari tempat kami mengobrol.
Aku pun berjalan perlahan menuju rumah. Tapi masih memikirkan kata-kata ibu tadi karna memberi julukan janda pada Ibu ku. Memang Ibu ku janda tapi aku memikirkan hal lain yang sedang ada di benak ibu daster merah.
"Bu Adel udah pulang." Aku menuju dapur dan mencari Ibu. "Masak apa sih Bu kok dari tadi sibuk aja." aku menghampiri ibu yang ternyata sedang menggoreng tempe untuk kami sarapan.
"ini ibu numis kangkung sama goreng tempe. Kamu mandi dulu sana terus kita sarapan bareng."
"Okey Bu. Adel mandi dulu ya." Aku pun mengambil handuk ku yang ibu kaitkan di deket kamar mandi dan masuk kamar mandi. Selesai mandi aku langsung buru-buru ke kamar hanya dengan lilitan handuk di setengah badan ku.
"Adelia gak sopan begitu ah..." Kata ibu kaget melihat ku berlarian dengan hanya memakai handuk saja.
Ku pakai kaos oblong putih dengan gambar Minnie mouse dan kolor hitam salur lalu keluar kamar berjalan menuju meja makan kecil dengan hanya dua kursi saja.
"Besok lagi bawa bajunya ke kamar mandi. karna sekarang kamar mandi nya jauh dari tempat tidur mu ya Del." Ibu mulai mengomel. "Kan takut ada tamu sedangkan kamar mu di samping ruang tamu. Emang kamu gak malu kalau ada tamu liat." Ibu meneruskan omelannya sedangkan aku sibuk mengambil sarapan ku.
"Iya Ibu sayang Adel kan belum terbiasa." Sambil tersenyum ku tanggapi Omelan Ibu ku.
"Maaf ya ibu cuma masak ini. Kita harus bener-bener ngirit." Suasana meja makan jadi berubah saat Ibu yang mengucapkan maaf seperti menyalah keadaan.
"Ibu ini udah cukup enak buat Adel karna ibu memasak nya dengan cinta dan kasih sayang. Dan lagi jangan pernah meminta maaf apalagi dengan keadaan kita sekarang. Sedikit-sedikit Ibu minta maaf Adel gak suka. Adel bahagia masih bisa bersama ibu. Adel senang tinggal dirumah baru ini. Dan Adel janji akan berusaha buat ibu bahagia seterusnya. Jadi jangan pernah bilang maaf lagi ya. Kita sarapan dulu ya nih Adel ambilin nasinya." Ku ambilkan satu centong nasi dan 2 iris tempe dipiring ibu. "Eh kangkungnya lupa." Lalu ku ambilnya 2 sendok tumis kangkung dan menaruh piringnya dihadapan ibu.
"Makasi ya Nak kamu jadi anak yang pengertian. Ibu jadi rindu sama Ayah mu." mata ibu berkaca-kaca seolah akan menangis.
"Sudah Bu. Segera kita makan sebelum makanan nya menangis hehe."
Akhirnya ibu yang tadinya mau meneteskan air mata menyantap makanannya. Aku bahagia bisa melihat Ibu makan dengan lahapnya.
*****
...Terimakasih yang masih setia membaca novel ini 😊🙏❤️...
...jangan lupa like dan komennya ya 😘...
...............