BROK3N

BROK3N
15. Resmi Pacaran



"Cie cie cie....!"


Terdengar suara sekelas menyoraki ku dan Zaki. Bagaimana tidak kami sedang jalan masuk berdua dengan saling menatap dan tersenyum satu sama lain.


Padahal tadi suasana sekolah masih sepi tapi dikelas ternyata sudah ramai. Mungkin karna aku dan Zaki terlalu lama berjalan.


Zaki hanya menggaruk bagian belakang kepalanya. Aku yang tak tahan dengan rasa malu langsung menuju tempat duduk ku.


Tentu saja saat itu Putri sahabat ku terlihat paling bahagia. Dia mendekati ku dan berbisik ditelinga.


"Kayaknya udah bukan jomblo sejati nih" Telinga geli dengan nafas Putri, aku bahkan tampak makin malu karna kata-kata Putri.


"Apaan sih kamu kita cuma jalan bareng belum jadian." ku balas dengan bisikan juga pada Putri.


"Yahh...!" terlihat Putri kecewa dengan perkataan ku. "Tapi aku berharap banget kalian jadian. Kalian kan sama-sama pinter, juara kelas, cantik dan ganteng pasti anaknya jadi cerdas dan unyu." Sambung Putri.


"ihh...ngelantur deh kamu sampe bawa-bawa anak. Kita masih sekolah ihhh.....!" Kucubit kedua pipi Putri karna membuat ku gemes.


Keributan di kelas kami terhenti karna seorang guru masuk dan sudah siap membagikan soal ujian.


### Kelas hening ###


Jam istirahat tiba. Aku dan Putri saling tersenyum.


"Kamu selalu tersenyum setelah selesai mengerjakan soal. Sedangkan aku selalu pusing." Putri mengeluh. "Kenapa aku tak sepintar Adelia...aaaaa....." Putri memukul mejanya berkali-kali.


"Sudah ayo ke kantin." Aku mengangkat tangan Putri. Tapi Zaki memanggil ku dari belakang.


"Del bisa kita bicara.?"


Degg... jangan-jangan Zaki mau minta jawaban.


"Bisa kok bisa." Putri menjawab panggilan Zaki untuk ku. Putri lantas menyikut tangan ku dan menyodorkan ku ke arah Zaki. "Aku pergi dulu ya selamat mengobrol." Putri lalu beranjak dari kelas.


Kelas sudah sepi tak ada orang selain kami berdua. Ya tentu hanya ada aku dan Zaki disini. Kami saling berhadapan satu sama lain.


"Kamu mau bicara apa Zak? Masker mu masih belum kamu lepas. gak pengap pake masker aja?" Tanya ku yang sedikit agak gugup.


"Untuk mu gak ada yang gak bisa aku lakukan Del!." Zaki menjawab pertanyaan ku tanpa ada hubungannya dengan apa yang aku tanyakan.


"Apa?" Aku memastikan jawaban Zaki


"Engga. ini gimana kalau kita bicaranya di kantin sambil aku traktir ma..."


Belum Zaki menyesuaikan perkataan tertiba Sinta memanggilnya.


"Ka Zaki....! Ke kantin yuk kita makan sambil ngobrol." Sinta menghampiri kami lalu memegang sebelah tangan Zaki dan melirikku dengan sinis.


"Maaf ya Sin ada yang harus aku bicarakan dengan Adelia." Zaki mencoba melepaskan tangan Sinta dan meraih pergelangan tangan ku.


"Tapi Ka aku...!" Sinta belum selesai bicara tapi Zaki mengajak ku keluar dan meninggalkan dia sendiri di kelas.


Setelah lumayan jauh dari kelas Zaki berhenti dan melepaskan tangan ku.


"Sorry ya kalau tidak begini Sinta tidak akan ada hentinya berbicara nanti."


"Okey. Jalan ke kantin?" Tangan ku menunjuk ke arah kantin.


"Kamu duduk aja disini nanti aku pesen makanan dulu." Zaki memundurkan sebuah kursi untuk ku duduk. Aku pun duduk dan menganggukkan kepala.


Aku melihat setiap sudut kantin sekolah tapi tak bisa menemukan Putri. Bukankah dia tadi juga mau ke kantin. Pandangan ku tertuju pada sosok pria imut dengan rambut belah tengah yang sedang duduk bersama segerombolan yang tidak aku kenal. Ya itu adalah Hanan. Aku menatapnya. Dia adalah cowok yang pernah menolong ku dan meminjamkan jasnya kepada ku. Tapi sepertinya dia sadar aku sedang menatapnya lalu melihat ku dan aku langsung memalingkan wajah ku ke arah taman.


Tak butuh waktu lama Zaki memesan makanan. Dia membawa sebuah nampan dengan dua mangkok mie ayam beserta saus, kecap dan sambalnya serta dua gelas jus alpukat.


"Taraaa....makanan siap. Ayo kita makan." Zaki menata mangkok dan sumpit di depan ku. "kamu kasih sendiri ya sambelnya takut kepedesan." Zaki menyodorkan mangkok kecil yang berisi sambal.


"Thanks."


Akhirnya kami memutuskan untuk makan. Tapi ku urungkan niat ku untuk menyantap makanan ku saat aku melihat kedua sisi bibir Zaki yang lebam kebiruan.


"Zak sakit ya?" Tanya ku pelan sambil memegang pipi Zaki. Ku gerakan ibu jari ku untuk mengusap sisi bibir Zaki. Dan tentu saja Zaki mendadak menjadi kaku seperti robot tapi pandangannya menatap ku. "Zak udah kamu obatin?" Zaki masih diam dengan sedikit senyuman. "Zaki..." Aku memanggilnya kembali dan melepaskan tangan ku. Akhirnya Zaki yang tadinya kaku terkaget dengan suara ku.


"Gak papa Del. Ini sih biasa kalau buat cowok." Zaki menjawab pertanyaan dengan sedikit gugup.


"Emang sebelumnya kamu pernah berantem?Kamu yakin itu gak papa?" Aku memberikan Zaki pertanyaan lagi.


"Ya enggalah. Sudah aku bilang gak papa. Cuma luka kecil. Ayo cepet makan Mienya keburu gak enak." Zaki pun menyantap Mie Ayamnya. "Aduhh..." Zaki memegang kedua pipinya. Aku kembali mengurungkan niat ku untuk makan dan memegang kedua tangan Zaki yang sedang memegang pipinya.


"Tuh kan sakit. Ayo bawa ke UKS."


"Jangan ini tadi aku cuma kaget." Zaki tersenyum lebar.


"Kamu ngeprank aku ya?"


"Biar kamu pegang lagi kan." Zaki tersenyum menjawab pertanyaan ku lalu melahap makanannya lagi.


Selesai makan aku meminum jus alpukat kesukaan ku. Tapi ku hentikan sebelum habis karna Zaki terus menatap ku.


"Kamu kenapa sih liatin aku terus aku kan jadi malu."


"Del. Kita pacaran ya mulai hari ini." kali ini Zaki dengan santai mengatakan perasaannya.


"Tapi...!" Belum selesai aku bicara Zaki memotong.


"Aku tau kamu juga menyukai ku. Aku janji akan jadi laki-laki yang terbaik untuk mu. Aku juga akan melindungi mu dan membuatmu terus tersenyum." Zaki menyodorkan jari kelingkingnya ke hadapan ku. "Kamu terima aku kan? Jika ada kurangnya aku bilang saja biar aku perbaiki agar kamu menyukai ku."


Aku terdiam sejenak. Dengan jantung yang berdebar lebih cepat dari biasanya aku melihat ke arah jari kelingking Zaki. Aku memang membutuhkan sosok Zaki.


Dengan senyuman termanis ku, ku ulurkan tangan ku dan jari kelingking ku di hadapan tangan Zaki dan kami mengikat jari kelingking menandakan aku menerima cintanya.


"Hari ini tanggal 23 Maret 2023 kamu Adelia Putri Winata resmi jadi pacar Zaki Alamsyah titik." Perkataan Zaki membuat ku tak tahan untuk tertawa.


"ha-ha-ha...kamu lucu banget sih Zak." Kami terus saling menatap dan sesekali tertawa. Entah apa yang kami tertawakan tapi kami memang sedang kasmaran sekarang.


*****


...Mohon jangan lupa untuk memberi dukungan 🌷 like, komen dan vote 😊🙏...


...Terimakasih yang setia membaca karya ku ini 😘...


.........