BROK3N

BROK3N
Bab 76 Pertemuan Asep dan Yumna



"Asep?"


Aku sedikit terkejut karna sepagi ini dia sudah di rumah sakit.


"Ngapain sih ngelamun? Jangan-jangan lagi mikirin aku ya?"


Asep mulai meledek ku.


"Kalau iya kenapa? Kamu keberatan? Gak masalah kan? Gak ada yang marahin aku kan? Gak jadi beban hidup mu juga kan?"


"idihh sewot amat sih. Lagi PMS ya?"


"Sok tau loe. Ngapain pagi-pagi kesini? Tumben?"


"Emang gak boleh sepagi ini kesini? Kan aku kangen sama Ka Adel."


"Kangen pale lu."


"Hahaha tapi tadi Ka Adel beneran lagi mikirin aku?"


"Kalau iya em kalau iya ku traktir bakso."


"Aku udah sarapan nasi uduk kamu telat."


"Untung deh uang ku gak jadi keluar dari dompet haha."


"Iihh pelit banget sih kamu."


"Hahaha. Pelit juga tetep belum kaya-raya hahaa."


"Gimana kuliah kamu pagi buta kesini? Lancarkan?"


"Lancar dong."


"Lagi banyak tugas ya sampe lama banget gak kesini?"


"Iya supaya perlahan cinta ku pada mu juga ilang Ka."


"Apaan sih pagi-pagi ngomongin cinta."


"Hahaha."


"Kamu sering gak ketemu sama Putri?"


"Gak sih Ka kan kita beda fakultas dan semester."


"Iya juga sih."


"Cewek yang sama Ka Adel tadi siapa? Kayaknya cantik deh."


"Kamu suka ya? Hayo cinta pada pandangan pertama ya...?"


"Kan cuma tanya. Masak gak boleh sih tanya doang. Bukannya malu bertanya sesat di jalan?"


"Itu kalau kamu lagi edan makanya tersesat hahaha pasti kamu suka kan? Ngaku aja deh nanti aku comblangin tenang aja"


"Aku cuma suka sama Ka Adel. Udah puas?"


"Ahh gak asik pergi lah. Jadi bete nih huh."


Aku beranjak dari duduk ku dan kembali ke kamar rawat Hanan. Tentu saja Asep juga mengekor pada ku.


"Nan liat tuh si Asep godain aku terus. Kamu gak mau hajar dia. Aku bantuin deh dari belakang."


"Hahaha lagian dia gemes Nan. Boleh dong aku godain sedikit. Kan kamu masih asik tidur."


"Tuh kan Nan dia terang-terangan godain aku. Apa aku pukul aja pake sapu Nan?"


"Hahaha Ka Adel lucu banget tuh Nan."


"Asep....?"


"Nan kamu pasti lagi mimpi sama para bidadari kan makanya kamu gak bangun-bangun? Gue juga mau dong Nan kenalin satu bidadari yang nemenin loe pas tidur."


"Gak usah aneh-aneh Asep... Tak aku kenalin sama Yumna."


"Nan liat tuh Nan pacar loe serem banget masak loe mau sih sama dia Nan. Buat gue aja ya Nan."


"Asep gue timpuk nih pake sapu."


"Hahaha."


Seperti biasa kami saling bercanda di hadapan Hanan. Walau tanpa respon kami selalu bisa menghabiskan waktu di depannya. Asep dan Putri jarang sekali ke rumah sakit untuk menemani ku karna mereka sibuk dengan kuliahnya.


*****


Selama dua hari ini waktu libur ku masih setia menemani Hanan. Hanya sampai sore hari karna Misela ingin tidur dengan ku. Ibu juga sering mengeluh pusing akhir-akhir ini tapi masih tak mau untuk cek up.


*****


Waktu kerja pun tiba. Hari ini aku hanya berharap tak bertemu dengan Yumna. Mungkin kemarin dia terlihat baik dan tulus tapi tak ada yang tak kan setelah melihat pekerjaan ku sekarang dia akan berubah.


Jam demi jam terlewati begitu saja. Waktu makan siang pun tiba. Aku dan beberapa karyawan lain menuju kantin kantor untuk makan bersama.


Sialnya saat perjalanan ke kantin Yumna sudah ada disana. Ahirnya aku berbalik arah dan gak jadi makan siang. Aku sendirian di ruang kerja ku. Ahirnya jam istirahat ku pakai untuk tidur siang.


Tak lama kemudian ada seseorang menepuk punggung ku dan membuat ku terbangun dari mimpi singkat ku.


Aku mengucek kedua mata ku dan memfokuskan pandangan ku.


"Yumna? Eh maaf maksudnya Bu Yumna. Selamat siang Bu."


"Sudahlah Ka panggil biasa aja gak perlu basa-basi aku risih banget tau hehe. Kalau ada pegawai lain gak papa."


"Kamu udah tau aku kerja disini?"


"Barusan aku tau tadi pas di kantin. Kenapa gak makan siang sih Ka? ngindarin aku ya?"


"Oh aku gak laper. Tiba-tiba aja aku ngantuk banget karna semalem begadang."


"Bukannya tadi ke kantin kenapa balik lagi?"


"Iya aku bilang kan aku ngantuk. Kamu liat kan aku tidur barusan. Udah mimpi lagi."


"Hahaha dasar Ka Adel. Iya sih lap dulu tuh iler nya hahaha. Ini aku bungkusin makanan. Jangan lupa di habisin ya kasian cacing di perut mu Ka bunyi terus bahkan saat tidur. Hahaha."


"Masak sih emang kamu denger?"


"Emm. Keras banget malah."


"Hehehehe jadi malu deh."


"Ya udah aku ke ruang ku dulu. Ka Adel makan aja."


"Makasi ya Yumna. Eh maksudnya Bu Yumna terima kasih makanannya."


"Iya Ka sama-sama. Aku pergi dulu ya dahh…!"


Yumna pun kembali ke ruangannya.


Sebenernya aku tak menyangka dia bisa sebaiknya itu pada ku. Apa mungkin hanya karna aku mendonorkan darah ku pada ibunya, dia jadi berubah baik. Sudahlah aku makan saja.


Jam pulang tiba. Aku masih sibuk memesan ojek online tapi susah sekali. Mungkin karna jam macet dan jam pulang kerja. Kaki ku sampai kesemutan karna aku memakai high heels.


"Ka Adel belum pulang?"


Seseorang sedang meneriaki ku di dalam mobil di pinggir jalan.


"Eh iya nih susah banget cari ojol."


"Ayo bareng aja sama aku."


"Aku naik ojol aja."


"Udah ayo cepet aku anter pulang."


"Lumayan juga sih dapet gratisan." Batinku.


Aku pun satu mobil dengan Yumna.


"Kok kamu gak pake supir?"


"Aku bisa nyetir sendiri Ka ngapain pake supir lumayan kan bisa hemat. Ka Adel udah lama kerja disitu?"


"Udah sekitar setahun."


"Kamu bisa jadi manager disitu gimana ceritanya bukannya kamu cuma lulusan SMA?"


"Ceritanya panjang banget Ka. Ini Ka Adel tinggal dimana?"


"Kamu mau ke rumah sakit kan? Aku ikut kesana aja."


"Oiya aku juga mau jenguk Ka Hanan. Eh anak Ka Adel gimana kabarnya?"


"Syukurlah aku bener-bener minta maaf atas kejadian yang udah lalu Ka."


"Gak papa. Kita fokus aja ke masa depan."


Tak berapa lama kami pun sampai di rumah sakit.


"Oiya Ka sebentar ya aku beliin sesuatu dulu buat Ka Hanan."


"Gak perlu bawa apa-apa Yumna."


"Gak papa cuma mau beli buah-buahan aja di sebelah sana Ka Adel tunggu dulu ya."


"Iyain aja deh lumayan buat cemilan nonton Drakor nanti hahaha jahat banget kamu Del." Batinku.


Setelah Yumna membeli beberapa buah kami pun berjalan bersama ke kamar Hanan.


"Assalamu'alaikum Bu." Aku dan Yumna mencium punggung tangan Bu Selly.


"Wa'alaikumsalam siapa ini Nak?" Tanya Bu Selly.


"Kenalin Bu ini Yumna temen kita dulu di toko Bu Dania. Yumna ini Bu Selly ibunya Hanan."


Aku memperkenalkan mereka satu sama lain.


"Hallo Tante salam kenal saya Yumna." Yumna memperkenalkan diri dan sedikit membungkuk kan badannya.


"Iya Nak salam kenal juga." Jawab Bu Selly.


"Ibu nya Yumna ini Bu yang kemarin aku donorin darah." Kata ku memperjelas pengenalan mereka.


"Oiya jadi Ibu mu di rawat disini juga ya Nak Yumna?" Tanya Bu Selly kembali.


"Iya Tante. Oiya Ini Tante ada sedikit oleh-oleh untuk Tante dan Ka Hanan."


"Hah? Untuk Hanan?" Bu Selly sedikit terkejud.


"Yumna belum tau Bu." Ujar ku mengedipkan mata pada Bu Selly.


"Loh emang kenapa Ka Adel?"


"Ayo sini kita lihat Hanan."


Aku menuntun Yumna berdiri di sisi Hanan terbaring.


"Hanan sayang aku udah dateng lagi nih, kali ini aku ajak temen, kamu inget kan sama Yumna. Nih dia jenguk kamu bawa banyak buah juga buat kamu." Aku sedikit membungkuk mendekati telinga Hanan setelah selesai bicara aku pun berdiri kembali.


"Kok Ka Hanan diem aja Ka Adel?" Hanan terheran melihat tak ada respon dari ucapan ku tadi.


"Yumna Hanan koma udah lima bulan." Ku genggam tangan Hanan dan menatap nya.


"Apa? Jadi Ka Hanan koma? Kenapa bisa begitu?" Yumna terkejut.


"Iya Hanan kecelakaan tertabrak mobil sejak saat itu dia belum bangun juga." Jelas ku.


"Astaga kasian sekali kamu Ka. Semoga Ka Hanan segera bangun ya Ka Adel, Tante."


"Aamiin."


"Jadi selama lima bulan ini dia di rawat disini?"


Aku hanya mengangguk.


"Ka Adel tiap hari kesini?"


Aku mengangguk lagi.


"Ka Hanan sungguh beruntung punya Ka Adel yang setia menemani Ka Hanan."


"Terima kasih Yumna."


"Cuma berdua Ka disini?"


"Kadang ada Asep sama Putri nemenin aku disini."


"Siapa mereka?"


"Putri sahabat ku, dia juga keponakan Bu Dania."


"Benarkah? Aku tak pernah melihatnya."


"Putri memang tak pernah berkunjung ke toko."


"Jadi begitu."


"Lantas siapa Asep?"


"Dia sepupu Hanan. Mungkin sebentar lagi dia dat…" Belum selesai aku bisa Asep sudah membuka pintu.


"Hallo semuanya.!" Sapa Asep dengan senyum lesung pipinya yang has.


"Tuh kan bener."


"Wah ada tamu ya?"


"Ini Sep cewek yang kamu tanyain kemarin itu."


"Hah? Dia tanyain?"


"Iya jadi dia liat kita lagi ngobrol pas di kantin itu."


"Oo begitu."


"Salam kenal aku Asep."


Asep mengulurkan tangannya pada Yumna.


"Salam kenal juga aku Yumna."


"Kayaknya kalian cocok deh"


Aku mencoba menggoda mereka. Yumna hanya tersenyum sedangkan Asep mencoba memalingkan pandangannya.


Kami pun mengobrol hingga malam tiba.


"Terima kasih ya Ka atas obrolan nya aku mau ke jenguk Ibu dulu." Kata Yumna berpamitan.


"Iya makasih juga ya buahnya." Jawab ku.


"Aku pamit dulu ya Ka Adel, Tante saya permisi dulu."


"Loh kok Asep gak di pamitin?" Kata ku sambil melirik Asep yang sedang duduk di samping Hanan dan pura-pura tak mendengar.


"Ka Asep Yumna pamit dulu ya." Yumna senyum-senyum malu.


Sedangkan Asep hanya mengangguk mengiyakan perkataan Yumna.


Yumna pun pergi.


"Ciee….!" Goda ku pada Asep.


"Apa sih Ka."


"Hahaha kamu keliatan banget kalau salting sama Yumna."


"Engga kok biasa aja."


"Bu keliatan kan?"


"Iya keliatan banget."


"Kalian bersekongkol kan?."


"Hahaha. Tapi emang keliatan loh Sep."


"Udah ah jangan pada brisik kasian Hanan pasti telinganya panas."


"hahaha."


Kami pun tertawa bersama sambil menikmati buah yang di bawa oleh Yumna tadi.


################################


...Hallo Reader yang budiman. Mohon dukungannya ya dengan tinggalin jejak kalian setelah membaca novel ini 😁🙏...


...Di like, Favorit, komentar dan vote-nya ya ❤️...


...Kalau kalian mau tanya seputar novel ini bisa langsung follow ig ku @deliss_aa1...


...Terimakasih banyak dukungannya terutama kepada para author yang baik hati selalu memberikan jempol dan komentar nya 😘...