BROK3N

BROK3N
19. Kencan Pertama



Drtttt


Drtttt


Handphone ku terus bergetar.


Aku tau itu pasti Zaki karna selain Putri dan Ibu ku cuma Zaki satu-satunya orang yang akan menghubungi nomor ku. Kalau Putri tidak mungkin karna aku tau dia bangunnya selalu siang apalagi libur sekolah.


Setelah membereskan piring sarapan, ku ambil handphone yang ku letakan dimeja makan.


"Tuh kan Zaki." Ahirnya ku telfon balik. "Hallo Zaki ada apa pagi-pagi nelfon. Jangan bilang kangen." Kata ku pada Zaki.


//Ya pasti kangen dong nona manis. Mumpung libur aku mau ngajak kamu jalan ke Mall. Ini aku udah dijalan kamu siap-siap ya. Dahh manis ku.// Zaki langsung menutup telponnya.


"Kalau Zaki ngajak aku jalan itu artinya ini kencan pertama kita." Aku senyum-senyum sendiri sehingga menarik perhatian Ibu.


"Hayo mikirin apa senyum-senyum sendiri."


"Ini Bu Zaki ngajak jalan boleh gak?"


"Ya bolehlah jalan aja yang penting jaga diri. Emang mau kemana katanya?"


"Ke mall katanya Bu. Mungkin ke bioskop gitu. Adel kan belum pernah jalan sama cowok."


"Iya terus kamu mau pake kolor begitu?" Ibu memandangi ku dari atas sampai bawah. Dan menggeleng kan kepalanya.


Aku tersenyum dan berlari ke kamar. Aku memilih style berhijab. Ku ambil bedak dan lipstik nude ku. Lalu ku ganti kolor dan kaos oblong ku dengan rok plisket hitam dan rajut pink dengan jilbab pasmina hitam dan sepatu putih. Sebenarnya aku ingin sekali selalu memakai hijab tapi ada saja alasan untukku ragu memakainya terus.


Hanya kurang dari 15 menit Zaki tiba setelah begitu saja menutup telponnya tadi.


"Assalamu'alaikum." Zaki mengucapkan salamnya didepan pintu.


"Wa'alaikumsalam." Ibu menjawab salam Zaki lalu berjalan ke ruang tamu. "Eh Nak Zaki cari Adelia ya. Mari masuk. Silahkan duduk Nak." Kata ibu begitu ramah.


"Tan saya mau ajak Adel main boleh gak?" Tanya Zaki pada ibu yang terus menatapnya dengan senyum-senyum.


"Boleh kok. Nanti ya Tante panggil Adel nya." Ibu lalu ke kamar ku.


Tok


Tok


"Del itu Zaki udah dateng buruan jangan dibiarin nunggu Ibu masih beres-beres dibelakang ya. Hati-hati jangan pulang malam." Ibu pun kembali ke dapur.


Aku pun keluar dari kamar.


"Adel jalan dulu ya Bu." Teriak ku.


Zaki yang mendengar suara ku langsung berdiri dan menatap ku tanpa berkedip. Ini untuk yang pertama kalinya Zaki melihat penampilan ku dengan hijab.


Aku berjalan mendekatinya. Zaki tersenyum.


"Kapan kita jalannya?" Tanya ku pada Zaki yang masih mematung melihat penampilan ku.


"Eh sorry kamu beneran makin cantik pakai hijab. Aku makin suka sama kamu Del. Ayo Pak Tarjo nunggu kelamaan nanti." Zaki pun berjalan keluar rumah menuju mobil yang terparkir di halaman depan dan aku pun mengikutinya. Dia membukakan pintu mobil untuk ku. Aku pun masuk dan Zaki duduk disebelah ku.


Pak Tarjo menyalakan mobil dan melaju menjauhi rumah ku.


"Biar Pak Tarjo yang mencari Mall terdekat. Pak Tarjo paham semua jalan di dunia ini." Canda Zaki.


"Terus kita mau ngapain jalan-jalan doang aja liat orang ya hehe."


"Terserah kamu mau ngapain aja yang jelas aku mau kamu seneng hari ini." Zaki menatap ku. Dan aku hanya tersipu.


Cukup lama kita mencari Mall yang di maksud. Tapi tak ada. Pak Tarjo hanya membawa kami ke sebuah supermarket.


"Kalau mau belanja disini aja Den. Soalnya Mall adanya di kota butuh waktu 3 jam nanti sayang diperjalanan nya." Kata Pak Tarjo yang sudah memarkirkan mobilnya. "Jalan 5 menit ke arah sana ada taman yang bagus banget view nya Den, siapa tau mau main disana juga." Sambung Pak Tarjo.


"Baik makasi Pak kami keluar dulu nanti kalau udah selesai Zaki telpon ya." Kata Zaki pada Pak Tarjo lalu membuka pintu dan keluar mobil. Zaki berlari memutar lalu membukakan pintu untuk ku.


"Mau beli apa sih Zak?"


"Gak tau juga kita liat-liat aja dulu. Yuk masuk." kita berjalan tanpa bergandengan. Entah kenapa aku suka sekali sama Zaki. Dia begitu sopan.


Supermarket nya gak begitu besar tapi ada banyak barang yang bisa dibeli buat yang hobi shopping. Itu tak termasuk aku.


Pintu terbuka dan nyes dinginnya AC meresap ke kulit ku.


"Ke sebelah sana yuk Del." Zaki mengarah ke sebuah Time Zone di sebelah kanan. Zaki memainkan permainan yang hadiahnya boneka. Ada beberapa macam boneka disebuah box berukuran besar itu. Mata ku langsung tertuju pada Minnie mouse.


"Tunggu sini aku mau tuker koinnya dulu." Aku pun mengangguk. Setelah menukar koin Zaki kembali dengan membawa banyak sekali koin."Aku tau mata mu melihat yang mana. Biar aku coba ambilkan." Zaki mengedipkan sebelah matanya. Aku hanya bisa tersenyum.


Entah kenapa Zaki seolah tau semua apa yang aku suka. Setelah memasukkan koin Zaki berusaha mengambil boneka yang aku suka. Ya itu Minnie mouse.


Sekali gagal. Dua kali gagal begitu seterusnya sampai 7x. Aku hanya bisa tertawa melihat expresi wajah kesal Zaki.


"Tunggu Del aku akan berusaha lagi." Aku hanya mengangguk-ngangguk saja sambil menahan tawa. Zaki begitu konsentrasi untuk mendapatkan boneka Minnie mouse itu dan ahirnya untuk koin yang ke 8x Zaki berhasil.


"YESS!" Zaki melompat-lompat kegirangan tanpa rasa malu. "Ini Del buat kamu." Zaki memberikan boneka Minnie mouse itu. Aku mengambilnya dan memeluknya. "Kamu bisa memeluknya saat kamu merindukan ku."


"Thanks ya." Aku kembali memeluk boneka yang Zaki berikan karna dia mendapatkan nya dengan penuh perjuangan.


"Kamu gak mau main apa gitu?" Tanya Zaki.


"Sebenernya aku lebih suka melihatnya pemandangan alam dari pada main game Zak." Jelas ku.


"Kalau gitu kita ke taman yang Pak Tarjo maksud tadi aja." Kata Zaki.


"Boleh." jawab ku.


Sebelum kita keluar tiba-tiba jalan Zaki terhenti disebuah toko Muslim.


"Del sini dulu." Ajak Zaki masuk ke toko tersebut.


"Kamu suka yang mana Del." Zaki melihat-lihat beberapa baju muslimah. Mengambilnya lalu ditempelkan ditubuh ku. Zaki mengembalikan baju yang menurut dia gak cocok untuk ku. Dia terus memilih aku hanya mengikuti langkahnya tanpa mengucapkan apapun. Aku tau ini akan membuat dia senang. "Nah ini bagus. Mbak tolong bungkus ini ya. Sama jilbabnya yang emm...itu mbak." Zaki menunjuk sebuah jilbab warna maroon dan memberikan gamis salur maroon.


Pilihan Zaki tak buruk bahkan ukurannya pas untuk ku. Setelah membayar kami pergi keluar supermarket dan berjalan mencari taman yang dimaksud Pak Tarjo.


*****


...Terimakasih yang masih setia sampai di episode ini 😊🙏...


...Jangan lupa dukungannya ya 🙏...