
"Selamat pagi suami ku. Gimana tidurnya nyenyak?" Sapa Adelia pada Hanan yang baru bangun tidur.
"Nyenyak dong kan tidurnya udah sama istri tercinta." Jawab Hanan sambil mencolek dagu istrinya itu dan melirik penuh kebahagiaan.
"Aku mau buatin kamu sarapan nasi goreng Mas. Kamu mandi dulu sana bau jigong tuh."
"Masak sih. Aku pikir kamu suka sama jigong ku haha."
"Ini anduknya cepet mandi sana."
"Baik banget sih. Tapi kok kamu bisa naik kursi roda sendiri sayang?"
"Ya aku harus belajar dong Mas. Pelan-pelan juga nanti terbiasa sendiri. Kalau kamu pergi kan aku udah bisa apa-apa sendiri."
"Jangan terlalu mandiri dong sayang. Terus apa gunanya aku sebagai suami mu kalau kamu bisa melakukan semuanya sendiri? Libatkan lah aku dalam setiap urusan mu."
"Hahaha pagi-pagi udah ngegombal aja. Udah cepet mandi sana."
"Hmm iya aku mandi dulu ya sayang daahhh...."
Hanan pun masuk ke kamar mandi.
Selesai sarapan Hanan langsung berangkat untuk mencari pekerjaan dengan sebuah ojek online. Sebelum Hanan udah searching di Mbah Google.
Sedangkan Adelia sendiri di rumah bersama Misela dan Bu Retno.
Hingga terik matahari telah digantikan senja yang indah Hanan masih belum mendapatkan pekerjaan yang cocok untuknya. Ada banyak lowongan tapi gajinya kurang cocok dengannya.
Hanan harus menghidupi Adelia dan Misela. Belum lagi untuk membayar kontrakan dan membayar Bu Retno.
Hanan tau jika Adelia kembali bekerja gajinya sangat cukup untuk mereka tapi Hanan tak mau mengandalkan Adelia karna dia adalah kepala rumah tangga sekarang. Dia harus bekerja keras untuk mereka.
Malam pun berlalu begitu saja. Hanan terlihat lelah berkeliling kota Jakarta. Hanan menyerahkan untuk hari ini. Hanan pun hendak memesan ojol tapi Hanan melihat seorang laki-laki yang jatuh di dekat sebuah mobil.
Hanan menatap nya lama. Sebenernya dia tak mau menolong nya tapi tak ada orang yang tau disana. Ahirnya Hanan memutuskan untuk menolong pria tersebut.
Hanan mengangkat tubuhnya hendak mendudukkan pria itu. Hanan begitu terkejut melihat wajah pria yang berjas serba hitam itu.
"Zaki? Loe mabuk-mabukan? Bisa-bisanya loe tetep jadi Zaki yang brengs*k."
"Hahaha loe siapa hah? Sok kenal banget sama gue hahaha." Zaki terlihat sangat mabuk. Hanan bingung bagaimana menolong Zaki karna Hanan tak bisa menyetir.
Ahirnya Hanan memutuskan memesan taxi online dan membawa Zaki pulang ke kontrakan nya.
"Assalamu'alaikum." Hanan terengah-engah karna menuntun Zaki yang mabuk dari gang depan. Mobil gak bisa masuk jadi Hanan harus berjalan bersama Zaki dengan berlenggak lenggok mengikuti jalannya Zaki.
"Wa'alaikumsalam. Loh Mas kok bawa Zaki?"
Adelia terkejut.
Hanan pun menidurkan Zaki di sofa ruang tamu.
"Lihatlah dia mabuk. Aku ketemu dia dijalan dan dia lagi teriak-teriak gak jelas di samping mobilnya lalu gak sadarkan diri."
"Terus mobilnya?"
"Biarin aja dia yang urus besok. Peduli amat sih udah untung tak bawa pulang dari pada di jalan kan? Haduh capek banget nih sayang."
"Kamu mandi dulu aja Mas. Aku buatkan kopi ya."
"Iya istri ku sayang."
Hanan pun selesai mandi dan berganti pakaian lalu kembali ke dapur dan duduk di sebelah kursi roda Adelia.
"Loh Misela kemana? Kok gaka ada di kamar?"
"Misela mau tidur sama Bu Retno katanya. Dia nangis tadi di tinggal sama Bu Retno."
"Oh."
Hanan pun meminum kopi yang disuguhkan Adelia.
"Gimana Mas dapet kerjaan nya?"
"Belum sayang besok aku mau cari lagi."
"Semangat ya Mas."
"Tentu saja kan demi kamu sayang."
"Ayo abisin kopi nya. Terus istirahat ya."
"Gak tidur bareng nih."
"Ya kan tidur satu ranjang Mas jangan mulai genit deh."
"Hehe ya gak papa dong genit sama istri sendiri. Masak mau genit sama istri orang."
"Iihh amit-amit deh Mas."
"Haha kamu lucu banget sih sayang. Aku sampe lupa sama capek ku."
"Udah yuk tidur."
Hanan pun beranjak dari duduknya dan mendorong kursi roda Adelia kemudian membaringkan tubuhnya di tempat tidur.
Hanan selalu terpesona jika dekat-dekat dengan Adelia. Hanan pun tidur di atas tubuh Adelia. Kedua lengannya menopang tubuhnya agar tak membebani tubuh Adelia.
"Cepat sembuh ya sayang." Bisik Hanan di telinga Adelia dan membuat Adelia merinding.
Hanan mendekati bibir Adelia. Sebuah kecupan singkat pun mendarat.
"I Love you Adelia." Ucapa Hanan lirih.
Adelia Hanan tersenyum dan membalas dengan kecupan singkat juga.
"Yang lama dong." Keluh Hanan.
"Kamu juga tadi begitu kok."
Hanan tersenyum.
"Bagaimana kalau kita lakukan malam ini? Aku akan melakukan nya dengan hati-hati sayang."
Adelia sebenarnya sangat tak tega dengan Hanan yang tersiksa karna keinginan nya selama ini tapi dia masih bisa menolaknya dengan lembut. Hanya malam ini Adelia pun menginginkan nya akhir nya dia mengiyakan ucapan Hanan.
Hanan pun mencium kening Adelia. Lalu melakukan kissmark di bagian leher nya. Adelia pun terbuai dan mendesah.
Respon Adelia membuat Hanan semakin bersemangat. Hanan pun menurut kan kepalanya. Perlahan membuka bagian yang menutupi tujuannya. Hanan pun memulai permainan manisnya. Dengan lembut dan sangat hati-hati ia lakukan. Dan ahirnya gawang yang selama ini di jaga dengan ketat oleh Adelia di bobol Hanan.
*****
Pyaaarrr….
Suara pecahan kaca membangun Adelia dan Hanan. Hanan bergegas bangun dan membantu Adelia duduk di kursi roda. Mereka pun keluar dari kamar.
Hanan melihat Zaki sedang memegang kedua kepalanya. Adelia bergegas ke dapur untuk membuat teh hangat. Sedangkan Hanan menghampiri Zaki.
"Si*l gue kebanyakan minum sampe pusing gini." Kata Zaki kesal.
"Loe baik-baik aja Zak."
Zaki terkejut melihat orang yang ada di sebelah nya itu.
"Hanan? Kok loe bisa ada disini?"
"Loe lagi di rumah gue Zak."
Zaki pun melihat tiap sudut rumah itu. Dia ingat kalau dia sangat mabuk tapi dia tak ingat Hanan membawa nya ke rumahnya.
"Zak ini minum teh angetnya biar baikan."
Zaki juga terkejut melihat Adelia sedang duduk di kursi roda dan dengan wajah yang aneh.
"Loe kenapa Del? Kenapa loe jadi begini?" Zaki berlutut di hadapan Adelia dan mencoba memegang tangannya. Tapi Adelia langsung memundurkan kursi rodanya.
"Zak aku udah menikah dengan Hanan."
Entah harus bahagia atau sedih expresi Zaki saat itu. Tapi harusnya Zaki bahagia karna selama ini Zaki memang mendukung hubungannya dengan Hanan.
"Sorry."
Zaki pun duduk kembali dan meminum teh yang Adelia siapkan.
"Apa yang terjadi?" Zaki masih penasaran dengan keadaan Adelia.
"Ceritanya panjang Zak. Yang penting sekarang Adelia baik-baik saja." Ucap Hanan.
Zaki mengerti maksud Hanan.
"Loe bawa gue kesini? Ini daerah mana?"
"Iya. Ini di Cakung. Gue gak bisa nyetir mobil jadi gue bawa loe kesini karna loe setengah sadar semalem. Mobil loe gue tinggal di tempat loe markirin mobil semalem. Semoga loe gak lupa."
"Thanks ya udah tolongin gue. Kalian disini ngontrak?"
Hanan hanya mengangguk.
"Anak gue mana?"
Zaki menanyakan Misela.
"Biasa nya jam 8 Misela di anter sama Bu Retno." Jawab Adelia.
"Loe titipin Misela ke orang lain?"
"Dia pengasuh Misela selama aku sakit. Kaki ku patah tulang jadi aku belum bisa mengasuh. Dia juga istri Pak RT jadi gak perlu khawatir." Sambung Adel.
"Kapan kalian menikah?" Zaki bertanya lagi.
"Loe dari tadi nanya mulu kapan loe pergi dari sini?"
"Gue cuma pengen tau. Sekarang lie kerja apa Nan disini?"
"Bukan urusan loe ikut campur masalah pribadi gue."
"Gue tanya begitu karna loe bakal ngidupin anak gue Nan."
"Loe tenang aja. Gue gak bakal bikin Adel dan Misela susah."
"Baiklah gue pamit. Thanks udah nolongin gue. Sorry juga buat perabotan kalian pecah."
Zaki pun keluar dan pergi.
"Mas kamu jutek amat sih sama Zaki?"
"Mas kesel dia mau pegang-pegang kamu sayang."
Hanan langsung memeluk Adel dari belakang.
"Udah sana mandi dulu. Aku buatin sarapan ya."
"Iya sayang makasih ya."
"Kenapa harus terima kasih?"
"Terima kasih buat semalem kok."
Adelia langsung tersipu malu.
"Kamu itu Mas bisa aja buat aku malu."
"Hehe Mas mandi dulu ya sayang."
Adelia pun membuatkan sarapan untuk Hanan. Kali ini Adelia hanya menggoreng telur mata sapi dan sambal tomat.
"Wah enak nih!"
"Itu cuma telor Mas jangan lebay."
"Memang ini cuma telor sayang tapi kan kamu buatnya dengan penuh cinta jadi makin sedap."
"Gombal teroooosss…!"
Hanan pun menghabiskan sarapan lalu kembali pergi mencari pekerjaan.
###############################
...Hallo Reader yang budiman. Mohon dukungannya ya dengan tinggalin jejak kalian setelah membaca novel ini 😁🙏...
...like, komen , favorit dan vote-nya ya....
...Kalau kalian mau tanya seputar novel ini bisa langsung follow ig ku @deliss_aa1...
...Terimakasih banyak dukungannya terutama kepada para author yang baik hati selalu memberikan jempol dan komentar nya 😘...