Alam Mandala

Alam Mandala
Sudah berkembang



Malam semakin larut ketika kereta kuda tiba di kota Ta Laoti. Kereta kuda memasuki sebuah penginapan. Ketika itu, Bing Jiazhi mendengar suara seruling yang indah dan saat memandangnya, seorang wanita paru baya duduk di atas batu yang ada dekat sana. Nadanya mengandung misteri dan sedikit sunyi, namun sangat melengking seolah mengungkapkan perasaan kemarahan dan kesedihan.


Sepintas, Bing Jiazhi bertanya siapa wanita itu.


Ia memakai gaun berwarna hitam yang cerah dengan bunga-bunga persik menghiasi Han funya yang sederhana.


Sembari memikirkannya, tiba-tiba saja Huang Tang berceloteh, “Kau tidak boleh memandangnya lama-lama, dia merupakan istriku dan juga ibu mertuamu. Kau tentunya bisa mengendalikannya.”


“Aku tidak menyukainya.” Jawab Bing jiazhi dingin.


Huang Tang tertawa kemudian membuka matanya. Ia lalu bangun dan meneguk araknya. “Ah, sangat segar. Kau telah memiliki putriku yang cantik, tentu kau tidak mau dengan wanita tua seperti itu, tapi aku mengerti mengapa kau memandangnya seperti itu. Dia sedang menyamar sekarang untuk melindungi dirinya dan saat kau bertemu dengannya di kediamanku, dia juga menyamar. Mungkin kau bertanya, bagaimana rupanya? Dan aku pun bertanya seperti itu ketika memilihnya. Hanya aku dan orang tuanya yang sadar akan penampilannya. Ini adalah sebuah rahasia, tapi jika kau mau aku akan mengatakannya.”


“Rahasia apa?”


“Aku akan mengatakannya.” Huang Tang kemudian memandang wanita itu lalu melanjutkan, “Dia memiliki rupa seorang gadis berumur 20 tahun, yang sama dengan istrimu.”


“Lolucon macam apa ini?”


“Aku tidak bercanda. Apakah kau tidak menyadari bagaimana istrimu?”


Bing jiazhi kemudian terdiam mengingat-ingat tentang Huang Shu lalu bertanya, “Tentang apa?”


“Kebutuhan anehnya...”


Bing jiazhi pun kemudian teringat dengan darah yang selalu di minum Huang Shu, tidak peduli apakah ia memberikannya atau tidak. Itu Adalah kebutuhan aneh yang harus terpenuhi kapan pun dan di mana pun. Selain itu, tidak ada lagi kebutuhan aneh lainnya yang di miliki Huang Shu.


Huang Tang kemudian berkata, “Sama seperti ibunya, Shu’er memiliki penyakit aneh yang sulit di sembuhkan. Hanya dengan mengandalkan darahmu yang terus berkembang, penyakit itu akan menghilang. Oleh sebab itu, aku menikahkanmu dengannya. Berbeda dengan Shu’er , Dong’er memerlukan sentuhan tubuhku jika penyakitnya muncul. Ia akan tidur ataupun memeluk lenganku sembari menahan rasa dingin yang mencekam akibat penyakitnya.”


“Mengapa itu terjadi?”


Huang Tang kemudian meminum araknya kembali lalu menjawab, “Karena eksistensi mereka sangat berbeda dengan manusia biasa seperti kita. Aku merasa Dong’er berasal dari suku peri yang sangat sulit di temukan.”


“Suku peri?”


“Suku yang sangat jarang terlihat dan sangat sulit di temukan. Mereka sangat misterius dan spesial. Jika orang-orang mendapatkannya dan berhasil membunuhnya, maka mereka akan mendapatkan sebuah mutiara dari tubuhnya dan dengan itu, mereka dengan mudah meningkatkan kultivasinya. Aku merasa sangat yakin setelah mengalami berbagai kejadian penculikan dan pembunuhan terhadapnya.”


“Bagaimana kau menemukannya?”


“ Aku di nikahkan oleh seseorang. Setelah itu, ia selalu mengikutiku dan menyatakan dia adalah istriku. Karena aku sudah menyerah dan dia sangat cantik, aku menerimanya begitu saja. Ah, momen yang sulit di lupakan.”


Huang Tang kemudian melompat ke luar lalu menjawab, “Melindunginya.” Ia kemudian merenggangkan punggungnya lalu berjalan ke arah penginapan sambil berkata, “Shu’er adalah mutiara, kau harus melindunginya. Tidak peduli apakah dia membencimu atau tidak, apakah kau menyukainya atau tidak dan, apakah kau mencintai wanita lainnya ataupun tidak. Kau akan mengerti nanti setelah bersamanya. Ingat, aku menikahimu dengannya bukan untuk kebaikannya saja, ”


Bing jiazhi tidak tahu harus berkata apa setelah mendengar perkataan itu. Huang Tang benar-benar pria yang sulit di tebak dan sikapnya yang tenang meski menyadari keluarganya telah di bantai membuat Bing Jiazhi heran apa tujuan dan maksud semua ini. Selain itu, ia bertanya-tanya mengapa Huang Tang menyamar menjadi Huang Shu sebelumnya, apa maksudnya itu?


Ia kemudian hendak melompat, tapi Zhizhu tiba-tiba menyibak korden dan ke luar sambil berkata, “Kita akan beristirahat malam ini di sini?”


Bing jiazhi mengangguk. “Sepertinya begitu.”


Mereka kemudian melompat dan berjalan masuk.


...----------------...


Cahaya Matahari kekuningan itu membuat sosok Jiu jiu bersinar lebih terang. Butiran-butiran salju berwarna putih itu bahkan lebih gelap dari Han fu hitam yang di kenakannya. Cahaya dan salju-salju itu membuat Jiu jiu bersamaan merasakan kehangatan dan kedinginan.


Ia kemudian menurunkan pandangnya menatap pedang hitam di tangannya. Ia lalu memandang ke arah gua yang di penuhi es-es di depannya kemudian bergumam, “Sudah saatnya...”


Wajahnya yang lembut kini hanya menyisakan wajah tajam dan cantik yang sangat mengerikan. Rambut hitam sebelumnya tampak lebih hitam. Jika orang-orang memandang tatapannya, mereka akan langsung merasa berada di hamparan es yang sangat dingin.


Sementara 100 meter jauhnya, Zhi Tianzhi dan Feng Enlai berdiri memandang dari kejauhan.


Tidak beberapa lama, Zhi Tianzhi berkata, “Jiu Jiu, dia sudah berkembang. Guru, aku akan pergi dengannya sekarang.”


Fang Enlai menghela nafas. “Sudah seharusnya kalian pergi dari dataran salju ini dan melihat dunia luar yang penuh dengan warna. Tapi, kau harus ingat utangmu kepadaku dan Jangan pernah melakukan tindakan bodoh.”


“Tindakan bodoh? Aku bukan orang seperti itu. Membunuh orang adalah kegembiraan bagiku, jadi, aku tidak akan menghianati guru.”


“Semoga saja begitu.”


Mereka kemudian terdiam memandang sosok Jiu jiu yang berjalan mendekati gua. Lalu ia terdiam menatap jauh ke arah dalam gua. Matanya yang hitam terlihat sangat tajam dan memiliki aura yang sangat menakutkan, seolah ada api di matanya itu. Juga terdapat aura es yang sangat dingin dari pancarannya, seolah dataran es tinggi berada di dalamnya. Ia pun kemudian menghunuskan pedang ke arah gua sambil berkata dingin, “Keluarlah....”


Kemudian gua es itu bergetar dan semakin lama semakin keras. Lalu terdengar suara aneh dari dalam sana. Setelah bergetar dan bergetar semakin keras, gua itu lalu runtuh dan kemudian sosok yang sangat besar muncul setelah es-es berjatuhan. Kabut tipis kemudian menyelimuti area itu, yang bahkan Fang Enlai dan Zhi Tianzhi tidak mampu melihat keberadaan Jiu jiu.


Namun, akhirnya kabut itu menghilang dan kemudian samar-samar menampilkan sosok manusia dan sosok ular putih yang sangat besar. Ukuran mungkin menyamai sebuah gunung; sekitar 200 meter dengan lebar 50 meter. Gigi-giginya sangat runcing dan tajam ketika ia membuka mulutnya saat berteriak di hadapan Jiu jiu.


Sisik-sisiknya berkilauan seperti perak dan ada campuran warna-warni saat cahaya matahari menyinari kulitnya. Tetapi, yang paling mengerikan adalah sepasang mata merah yang memancarkan aura berbahaya yang besar itu memandang Jiu jiu, tapi ia tidak takut sama sekali dengan mahkluk buas yang ada di hadapannya itu.


Han fu hitamnya yang di penuhi bunga-bunga berterbangan keras, namun ia sama sekali tidak bergerak, seperti angin kencang itu tidak ada apa-apanya baginya.