
Tidak pernah selama ini pria itu di perlakukan tidak hormat seperti ini, apalagi dengan murid yang baru masuk. Bahkan, guru-guru yang lainnya sangat menghargainya, walaupun ia sudah lama mengajar di sekte Tao Gong. Melihat dua kali ia di perlakukan seperti ini oleh orang baru, membuat ia sangat marah.
Ia melesat dan menghancurkan lantai di bawahnya. Dalam sekejap tiba di depan Bing jiazhi dan melayangkan tangannya.
Kecepatan ini sungguh mengagumkan, bahkan dalam hitungan detik saja para murid tidak bisa mempercayainya.
Ledakan Hijau pun muncul ketika pria itu melayangkan serangannya. Itu tidak lain muncul dari pedang Kemalangan musim semi milik Bing jiazhi yang saat ini menahan pergerakan pria itu.
Pria itu tahu, ini adalah senjata tingkat tinggi, namun jika hanya seorang Pemuda yang menggunakannya, senjata itu tidak ada artinya baginya.
Ia melayangkan satu tangannya lagi dan cahaya merah keluar dari telapak tangannya. “Murid baru sialan! Wajahmu yang tampan akan terukir kesalahan terbesarmu!”
Ia menendang Bing Jiazhi dengan keras, membuat Pemuda itu melesat ke belakang dengan cepat. Tetapi itu hanya mampu membuatnya mundur.
Bing Jiazhi memandang pria tua itu dari kejauhan dengan ekspresi pesimis, tapi tenang. Ia tidak akan bisa mengalahkannya, bahkan dengan kekuatan maksimalnya saat ini.
Ia juga tidak pernah menyangka tindakannya mampu membangkitkan kemarahan pria itu.
Ia memandang pedangnya yang mulai bercahaya. Pedang itu sudah terhubung dengannya. Jika ia bercahaya, maka lawan yang di lawannya saat ini bukanlah sesuatu yang mudah.
Semua siswa hanya bisa menyaksikan kejadian ini. Mereka tidak akan pernah berani melawan pria itu. Akan tetapi, Zhu Nan dan Zhu Han berjalan di samping Bing jiazhi dan mengeluarkan senjata mereka.
“Apakah kau memerlukan bantuan, saudaraku?” tanya Zhu Han.
“Adik junior, biarkan kakak ini yang menolongmu.”
Bing Jiazhi hanya bisa mengangguk. Ia sangat memerlukan bantuan mereka saat ini, walaupun ia tahu ada maksud di balik perbuatan mereka.
Kakak beradik itu pun mengeluarkan cincin-cincin mereka. Suasana dan tekanan di sekitarnya menjadi mencekam.
Siswa-siswi yang menonton tindakan kakak beradik itu tidak akan pernah berpikir, jika keduanya berani melawan ketua yang telah berjasa kepadanya, yang hanya demi siswa baru yang tidak jelas asal-usulnya.
Namun, terlepas dari itu, konflik yang terjadi akan menjadi semakin menegang dan lebih seru, tentu saja, mereka akan lebih menikmatinya.
Pria tua yang melihat kejadian ini, tidak bisa berbuat apa-apa, selain melawan mereka bertiga. Dari kedua mata yang terpancar dari kakak beradik itu, ia mengetahui, ada tekad dan kemurnian hati yang kuat untuk menolong bajingan di depannya ini.
“Berani kalian melawanku!?”
Walaupun ia melihatnya seperti itu, ia masih ingin mempertanyakannya.
Zhu Nan dan Zhu Han mengangguk secara bersamaan. “kami melakukannya demi teman. Guru tidak perlu berbelas kasihan kepada kami. Lakukanlah tugas guru dengan baik.”
Mereka saling pandang dan kemudian berlari ke depan.
Bing Jiazhi hanya bisa mengikuti mereka dari belakang.
Melihat ini, pria tua itu marah. “Baiklah! Jika itu yang kalian inginkan!”
Pria itu mempersiapkan cakar-cakarnya dan cahaya ungu muncul di dahinya, yang di susul satu cincin. Lalu cahaya itu berpindah ke kedua tangannya. Kini, kedua tangannya di selimuti cahaya ungu peka dengan warna kehitaman.
Semua orang tidak berkedip sama sekali ketika melihat adegan ini. Bagaimana tidak? Ini adalah adegan yang entah kapan lagi mereka lihat.
Ketika kedua pihak semakin mendekat, semua orang ingin sekali melihat ledakan dan kombinasi pertarungan di antara mereka. Namun, tiba-tiba bayangan melesat dan berdiri di tengah-tengah di antara kedua pihak.
Kelompok Bing Jiazhi terkejut dan menghentikan laju mereka, begitu pun dengan pria tua itu. Walaupun sulit, mereka mampu melakukannya. Pria tua itu harus menghancurkan lantai di bawahnya untuk melakukan itu.
“Siapa yang telah memberikan kalian bertarung di sini?”
...----------------...
Malam pun akhirnya turun bersama dengan terbitnya bulan. Awan-awan tipis yang sebelumnya banyak kini perlahan-lahan menghilang dan membiarkan keindahan cahaya bulan dan bintang-bintang memenuhi langit.
Sejak dari tadi sore, Bing Jiazhi telah pergi ke hutan bersama Zhu Nan dan Zhu Han. Mereka pergi ke hutan sekte yang secara khusus di kembang biakan untuk melatih para murid. Jika di sekte Bambu, mereka tidak menyiapkan ini, namun sebagai gantinya, mereka telah menyiapkan misi-misi dengan berbagai tingkat untuk meningkatkan kemampuan murid mereka.
Hutan ini sangat luas dan di penuhi pohon-pohon tinggi, bahkan beberapa titik cahaya matahari dan bulan tidak bisa menembus ke dalam rerimbunan pohon.
Hewan-hewan buas dan monster telah di kembang biakan di sini. Awalnya mereka berjumlah 50 jenis. Namun, sekarang tidak ada yang tahu berapa jumlah pasti mereka. Jumlah itu sudah ratusan tahun di ketahui. Sekarang itu mungkin telah tumbuh ribuan. Di tambah lagi dengan iklim dan lingkungan yang cocok, maka dapat di pastikan hewan-hewan itu tumbuh subur dan berkembang biak dengan baik.
Setelah memasuki hutan, aura berbahaya telah terpancar dari jalan mereka masuk. Mungkin bagi Bing Jiazhi yang pertama kalinya datang akan merasakan gugup atau sedikit ketakutan, tetapi ia malahan terlihat santai dan tidak terlihat hutan ini mengancamnya. Zhu Nan dan Zhu Han sedikit terkejut melihatnya seperti itu. Dan tidak akan pernah mereka menganggap bahwa Bing Jiazhi memiliki kemampuan di luar dari perkiraan mereka.
Sepanjang sore melakukan perjalanan ke hutan, mereka tidak menemukan hewan-hewan buas apa pun untuk di lawan, mereka hanya mendengar dan merasakan aura yang mencekam.
Sepanjang waktu itu, mereka pun memutuskan untuk mencari tumbuhan-tumbuhan dan kayu bakar untuk makan malam.
Api unggun pun di nyalakan dan berbagai buah -buahan di persiapkan. Sayuran-sayuran di masak dengan api. Semua teknik yang mereka lakukan apa adanya. Mereka tidak pernah percaya dengan ini, tidak ada satu pun hewan yang bisa di temukan.
Bing Jiazhi berdiri. Zhu Nan dan Zhu Han memandangnya. Merasakan apa yang di inginkan kakak beradik itu, ia pun berkata, “Aku pergi sebentar untuk mencari jamur.”
Zhu Nan dan Zhu Han mengangguk. Bing Jiazhi pun pergi dari sana tanpa keraguan apa pun.
Zhu Han memandang punggung pemuda itu. Saat pertama kali ia bertemu dengan Bing Jiazhi, ia merasakan aura dingin yang mencekam. Ternyata tidak hanya auranya, bahkan sikapnya juga dingin dan tidak bisa di tebak apa yang ada di dalam pikirannya.
Saat ia melihat Bing Jiazhi masuk ke kelas tanpa meminta izin, ia pikir Bing Jiazhi akan meminta maaf kemudian menerima hukumannya, tapi alih-alih meminta maaf, ia hanya masuk dan berbicara menyetujui apa yang di katakan guru yang mengajar.
Itu membuatnya Bingung dan mulai bertanya-tanya, apakah Bing Jiazhi memiliki kekuatan tersembunyi lainnya yang tidak ia ketahui? Mengingat bagaimana sikapnya bertarung saat berada di kelas.
Namun, pada akhirnya mereka bertiga di hukum karena telah berani bertarung di kelas dan telah berani melawan salah satu guru. Akan tetapi, Bing Jiazhi bukan menerimanya karena terpaksa tapi seolah ia memang menginginkannya. Apakah ia salah melihat wajah Bing Jiazhi?
Ia melihatnya dengan wajah tenang seperti air dan seolah hidupnya akan baik-baik saja, walaupun ia di hukum selama dua hari di sini.
Tapi pada akhirnya juga, guru itu di hukum karena telah sikapnya gegabah dan melakukan percobaan pembunuhan. Ia membela dirinya, tapi di hadapan ketua sekte, apa yang di katakannya adalah keputusan mutlak. Guru itu akhirnya di hukum dengan rantai mengikat seluruh tubuhnya di penjara selama seminggu.
Setelah Bing jiazhi pergi, Zhu Han memandang adiknya. “Apakah kau merasa ia sangat berbeda dari yang lainya?”
Zhu Nan mengangguk pelan. “Apakah kakak juga merasakannya?”