Alam Mandala

Alam Mandala
Kemunculan



Bing Jiazhi kemudian menghela nafas. Kejadian di depannya sangat familiar terjadi di dunia ini. Ia berharap tidak akan melihatnya lagi, tetapi kejadian seperti ini memang sepertinya tidak bisa di hindarkan.


Kejadian ini membuatnya kesal.


Ribuan panah api kemudian melesat di udara seperti hujan. Menerjang area lingkaran dan membuat penjaga kekaisaran lebih kesulitan untuk mendekati He Feng Liang. Sementara itu, aura kegelapan yang keluar dari benda yang di bawanya semakin kuat.


He Feng Lian tersenyum jahat. Ia berada di atas angin dan rencananya berjalan lancar.


Dan untuk kaisar dan orang-orangnya sangat marah dan kesal, tapi tidak bisa berbuat apa-apa kecuali menunggu dan melindungi diri.


Zhizhu kemudian memasukkan kembali pedangnya dan memandang tenang hal apa saja yang ada di depannya.


Sementara Bing jiazhi kemudian berbalik hendak pergi, tetapi seseorang tiba-tiba berada di sampingnya dan entah sejak kapan berada di sana. Ia memandangnya sebentar dan bertanya-tanya, apakah di sampingnya ini ada Liang, karena tubuh dan bentuk wajahnya sama persis dengan apa yang di miliki gadis itu.


Gadis di sampingnya berdiri memakai gaun berwarna kuning dengan beberapa titik memiliki warna merah, biru dan ungu. Gaun itu sangat indah, tapi bukan berarti hanya karena itu ia terlihat indah. Ia memang sangat cantik, yang bahkan cadar yang di pakainya tidak bisa menutupi keindahan itu.


“Kenapa kau pergi? Kau bahkan belum melihat pertunjukanku.”


Ketika ia berkata seperti itu, Bing Jiazhi menyadari jika ia adalah wanita yang bersamaannya di jembatan.


“Liang, apakah itu benar namamu?”


“Siapa dia?” wanita itu bertanya sambil menoleh. “Aku bukan Liang. Ini adalah kedua kalinya kita bertemu. Aku mengundangmu karena ada rasa yang tidak aku ketahui tentangmu. Apakah kau mengenal wanita yang bernama Liang?”


Sementara itu, Zhizhu berdiri dan hanya melihat wanita itu. Ia mau tidak mau harus memuji kecantikan yang di milikinya.


Sementara di arena, orang-orang terus berusaha melawan He Feng Lian dan orang-orangnya.


Bing Jiazhi mengangguk. “Dia memiliki kemiripan denganmu.”


Wanita itu tidak berkata untuk beberapa lama, tapi kemudian ia menghela nafas ketika melihat benda yang di bawah He Feng Lian terbuka dan tubuh wanita itu kemudian di selimuti aura hitam mencekam dengan kekuatan yang sulit di ukur.


Semua orang yang mendekatinya terpental, termasuk ketua Sekte.


Liang Ting’er dan yang lainnya terkejut, tapi tidak melakukan apa-apa.


He Feng Lian tertawa. Wajahnya bagaikan seseorang yang paling jahat, kejam dan mematikan di dunia. Di tangannya kuku-kuku panjang terbentuk. Ia kemudian melesat dan mencekik leher Lan Se Se, kemudian tertawa lantang.


“Ini adalah pembalasanku!”


Lan Se Se tidak bisa berkutik di hadapan kekuatan yang sangat mengerikan dan di selimuti aura kejahatan yang mencekam. Selain itu, ia telah di racuni beberapa hari yang lalu oleh He Feng Lian, membuatnya tidak bisa melawan lagi.


Wanita yang ada di samping Bing Jiazhi berkata sembari ia mengeluarkan sebuah kertas dan pena lalu menulis sesuatu. “Aku akan menghentikan hal tidak enak ini.”


Ia kemudian melepaskan kertas yang telah di lipat menjadi kupu-kupu kecil. Di udara, kupu-kupu perlahan-lahan menghilang entah ke mana. Ia kemudian memandang ke arah He Feng Lian yang telah mencekik Lan Se Se dan tidak ada orang yang memiliki inisiatif menolongnya, kecuali beberapa penjaga yang di kirim kaisar. Tapi, mereka tidak bisa mengalahkan beberapa orang He Feng Lian.


Darah pun perlahan-lahan keluar dari leher Lan Se Se. Tapi, wajahnya tetap tenang, bahkan ia tersenyum.


“Guru, kita akan bertemu lagi.” He Feng Lian tersenyum kemudian mempererat cekikannya.


Di udara pilar cahaya berwarna hitam muncul dan menyinari He Feng Lian. Lalu perlahan-lahan retakan-retakan di tanah muncul.


“Guru, mari kita mati bersama-sama.”


Tubuh He Feng Lian bercahaya putih dan ledakan pun menyebar dari sana.


Lan Se Se tidak bisa menghentikan hal itu dan melakukan beberapa tindakan untuk menyelamatkan dirinya. Ia sekarang hanya bisa pasrah.


Orang-orang dari beberapa sekte memperlihatkan keprihatinan, dan ada beberapa juga gembira dengan adanya hal seperti ini.


Namun, tiba-tiba ledakan itu menghilang seperti perpindahan. Dan, hanya Lan Se Se yang ada di sana terbaring tidak sadarkan diri.


Orang-orang He Feng Lian terkejut dan cepat-cepat pergi setelah merasakan kehadiran energi yang sangat kuat.


Di arena sosok wanita kemudian muncul. Ia menghela nafas. “ Aku terlambat.”


Kemudian ia menghilang dan entah ke mana perginya.


Orang-orang terkejut dan memandang wanita itu dengan terkejut, bahkan Liang Ting’er ingin menyesap minumannya berhenti untuk memandangnya. Ia kemudian bergumam ‘orang itu muncul juga’ kemudian meminum minumannya.


Sementara wanita yang ada samping Bing Jiazhi sangat tenang melihat kejadian ini.


Tapi, Bing Jiazhi dan Zhizhu mengerutkan kening. Mereka telah merasakan kekuatan yang sangat mengagumkan dari orang yang sebelumnya muncul, yang bahkan lebih kuat dari Lan Se Se. Kekuatan itu setara dengan Xue Ni.


Zhizhu kemudian berbalik dan pergi tanpa berkata-kata. Setelah melintasi di samping wanita samping Bing Jiazhi, ia mengatakan ingin sekali mengetahui identitasnya.


“Kau akan mengetahuinya nanti.”


Bing Jiazhi kemudian memandangnya. “Aku tidak punya banyak waktu di sini.”


Wanita itu kemudian mengangguk, lalu melompat ke arena.


Ketika ia berada di udara, orang-orang memandangnya dengan terbengong-bengong. Sosok peri yang sangat cantik terbang. Cadarnya bergerak-gerak lembut di tiup angin.


Tapi sayang sekali, kebanyakan penonton telah pergi. Jika mereka berada di sini, maka tidak akan terbayangkan bagaimana hebohnya mereka.


Pria yang sebelumnya kecewa akhirnya terbayarkan dengan turunnya gadis itu. Gadis yang muncul tidak lain adalah Sheng Shu, seorang Dewi yang memiliki seni melukis di dalam tubuhnya.


Sosok yang tidak bisa di ungkapkan dalam kata-kata. Orang-orang berbondong-bondong ingin melamarnya di jadikan istri, tapi tidak satu pun yang berhasil mendapatkannya.


Beberapa bulan yang lalu, pria itu telah mempersiapkan semu hal yang di perlukan untuk melamarnya yang akan di berikan kepada putranya. Tapi ia kembali dengan kekecewaan setelah mendengar ucapan yang di keluarkan dari mulut mungil Sheng Shu : “Aku telah menikah.”


Semua orang terkejut dan berita pun menyebar secepat api melahap minyak tanah. Beberapa dari mereka bertanya keheranan, siapa sosok pria yang beruntung itu. Tapi tidak ada satu pun yang mengetahuinya, bahkan hingga sekarang.


Pria itu menjadi kesal setelah mengingat kejadian itu.


Sheng Shu membungkuk memberi hormat kepada orang-orang.


Kaisar tidak menghentikannya. Ia tahu siapa yang ada di hadapannya sekarang. Perlombaan tetap berjalan meski ada kejadian seperti itu. Tapi, ia tentunya sudah memerintahkan penjagaan yang lebih ketat untuk di lakukan.