Alam Mandala

Alam Mandala
Kemunculan kakak senior



Tidak jelas dalam kegelapan malam itu, apakah seorang laki-laki atau perempuan yang telah menghentikan kereta kuda. Tapi setelah cahaya bulan yang sebelumnya tertutup awan perlahan-lahan terlihat, dan hembusan angin mulai bernafas lagi, sosok wanita berpakaian putih telah berdiri di sana.


Ia berdiri seolah bagaikan dinding pembatas yang sangat tinggi, walaupun tubuhnya sangat langsing dan sedikit lemak.


Di kedua ujung pelipisnya ada helaian rambut panjang, yang bergerak ke kanan seperti sedang menyapa. Namun, ekspresinya sangat dingin dan tatapan matanya seolah mengeluarkan aura-aura es.


Ia tidak lain adalah Zhizhu. Mengapa ia berada di sini? Bukankah ia telah melakukan latihan tertutup?


Zhizhu telah hidup bertahun-tahun. Ia selalu berlatih dan berjuang keras untuk kultivasinya. Di antara gadis-gadis yang di terima di Sekte Tao Gong, ia berada di urutan terakhir dan di anggap tidak mempunyai bakat apa pun dalam kultivasi.


Ia pernah putus asa dan menganggap dunia ini tidak adil baginya. Ia pernah bertanya kepada langit, mengapa teman-teman lainnya lebih berhasil daripada dirinya yang telah berjuang lebih keras dari mereka.


Tapi semua itu adalah omong kosong yang baru ia sadari bertahun-tahun. Ia tidak perlu mengutuk dirinya dan menganggap apa yang telah di berikan tidak adil, tapi ia harus tahu bagaimana cara mengelola dirinya sendiri.


Oleh karena itu, ia telah membuat prinsip yang membuat dirinya menjadi sekarang ini. Prinsip itu adalah ‘Segala yang terjatuh di tanganku, aku akan mengelola dan melakukannya dengan baik’ Prinsip itulah yang membuatnya datang ke tempat ini.


Tugasnya belum selesai untuk menguji Bing Jiazhi, dan ia tidak akan pernah memberikannya pergi sebelum bisa mengalahkan dirinya.


Meski ia kesal di berikan tugas seperti ini, tetapi dengan prinsip yang di pegangnya, ia akan melakukan sebaik mungkin, walau dalam keadaan apa pun.


Ia menganggap, semua tugas yang di berikan harus di selesaikan sesuai di perintahkan.


“Bing Jiazhi, kau harus keluar dan bertarung denganku sekarang. Apakah kau lupa jika kau memiliki utang kepadaku?”


Aura kekuatan menyebar darinya dan udara dingin yang ada tiba-tiba menghilang. Buih-buih air yang ada di rumput-rumput dan pohon sedikit bergetar ketika ia berbicara.


Sosoknya yang sebelumnya memiliki rambut pendek, kini masih sama, hanya saja dua helai rambut di depannya telah tumbuh lebih panjang.


...----------------...


Bing Jiazhi perlahan-lahan berdiri dan memegang pedangnya. Tidak di sangka-sangkanya, Kakak senior Zhizhu yang memiliki empat cincin datang menantangnya.


Ketika ia berdiri, Xian We bertanya. “Siapa dia?”


“Kakak senior.” Ia menjawab seraya berjalan keluar.


Di luar, pria yang menjadi kusir sangat ketakutan merasakan tekanan yang di keluarkan Zhizhu. Tenggorokannya terasa di cekik dan ia sulit bernafas. Ia tidak percaya dengan kedatangan sosok itu.


Kemudian tekanan itu perlahan-lahan melemah, membuat orang itu bernafas lega.


Bing jiazhi berdiri menatap Zhizhu dengan tenang dan lembut seperti ia tidak terprovokasi oleh gadis itu.


Ia kemudian memberi hormat, lalu bertanya apa maksud kedatangan Kakak seniornya yang mendadak seperti ini.


Dengan kesal, Zhizhu menjawab, “Adik Bing, Apa kau lupa dengan apa yang kau katakan kepadaku?”


“Dalam waktu satu bulan, aku akan bertarung dengan kakak senior.” Jawab Bing Jiazhi tanpa ekspresi apa pun di wajahnya.


Zhizhu melanjutkan, “Dan sebelum itu, kau tidak boleh pergi, kenapa kau pergi sekarang?”


Bing Jiazhi terdiam sebentar. “kakak senior, aku telah mendapatkan izin dari guruku.”


“Tapi kau belum mendapatkan izin dariku. Meski ketua Sekte memberikanmu izin, belum tentu aku akan memberikannya. Adik Bing, jika kau ingin pergi sekarang, bertarung denganku sekarang. Aku tidak peduli apakah dirimu sebanding denganku atau tidak.”


Aura intimidasi keluar banyak dari tubuh Zhizhu. Bing Jiazhi hanya bisa menerimanya. Ia merasa kakak seniornya sangat marah, hingga datang di tengah malam seperti ini. Bing Jiazhi melompat dan pedangnya keluar.


Xiang we menyibak dan keluar melihat pertarungan yang akan terjadi. Sepertinya akan ada adegan yang menegangkan.


Kedua orang itu kemudian memancarkan aura kekuatan masing-masing. Karena jarak kereta kuda terlalu dekat, Xiang we memerintahkan untuk pergi lebih jauh.


Cahya biru keluar dari dahi Zhizhu kemudian satu cincin muncul. Kembali lagi, pedangnya berwarna biru dengan garis-garis putih. Di bandingkan dengan sebelumnya, Zhizhu sangat serius dengan pertarungan ini, sorotan matanya tidak mengandung belas kasihan sedikit pun.


Ia kemudian bergerak ke depan, dan dalam hitungan detik, ia telah berada di depan Bing Jiazhi. Satu ayunan horizontal di luncurkan.


Bing Jiazhi telah mengetahui bagaimana kemampuan Zhizhu, oleh karenanya, ia melompat ke belakang tiga langkah dengan tenang.


Zhizhu tidak melanjutkan serangannya, ia berdiri menatap Bing Jiazhi dan sedikit senyuman muncul di wajahnya yang dingin. “Adik Bing, kau telah berkembang sangat cepat.”


Bing Jiazhi memberi hormat. “Terima kasih atas penghargaannya, kakak senior.”


Zhizhu kemudian memasukkan pedangnya dengan cepat ke dalam selongsong. Ia tidak berniat sama sekali untuk mengakhiri pertarungan ini, tapi hanya sekedar untuk mengamati Bing Jiazhi. Pemuda itu telah mencapai alam mandala tingkat empat atau ketua ahli, yang berarti sama dengan tingkatnya sekarang, namun belum memiliki gulungan, sehingga Zhizhu masih mengunggulinya lebih jauh sedikit. Selain mengerti, Zhizhu juga sangat terkejut setelah mengetahui tingkat kekuatan ini, dalam beberapa hari saja, adik Juniornya mampu melangkah lebih jauh.


Ia sekarang mengerti mengapa gurunya ingin mengujinya.


Ia lalu bertanya tenang, “Adik Bing, bagaimana caramu meningkat secepat itu?”


“Aku akan menjawabnya jika kakak senior memberikanku pergi.”


“Sayang sekali, aku tidak terlalu ingin mengetahuinya.”


Pedang Zhizhu melesat ke atas, kemudian cincin kedua menyala.


Zhizhu memejamkan matanya dan perlahan-lahan ia mengambil pedangnya yang sudah melayang.


Zhizhu mengerti, ia tidak akan mampu menggunakan sesuatu yang sama untuk mengalahkan Bing Jiazhi, sehingga ia menggunakan cincin ke tiganya untuk melakukan serangan saat ini.


Buih-buih air yang ada di hutan mulai beterbangan dan menyatu membentuk gumpalan air di sekitar tubuh zhizhu. Butiran-butiran itu seperti menari-nari mengelilingi tubuhnya.


Bing Jiazhi menatapnya dengan tenang seperti biasa, seolah kekuatan yang semakin besar di depannya tidak akan melukainya.


Sementara Xiang we dan pria kusir itu sangat memuji kemampuan dan kehebatan Zhizhu. Mereka menikmati setiap adegan yang akan terjadi.


Pria kusir tetap fokus, sementara Xiang we mengerutkan kening. ‘Orang ini benar-benar sangat hebat.’


Kemudian dua sosok lumba-lumba air akhirnya terbentuk dan mengelilingi Zhizhu. Energi kekuatan yang di pancarkan sangat kuat.


Zhizhu membuka matanya. Ia terkejut melihat Bing Jiazhi masih terlihat tenang dan tidak melakukan tindakan apa pun untuk menghentikannya. Bing Jiazhi bisa saja menghentikannya dan mengakhiri pertarungan ini, tapi entah apa yang ada di dalam pikirannya.


Zhizhu bertanya pelan, “Mengapa kau tidak menghentikanku?”


“Kau telah mempersiapkannya jika aku melakukannya, dan itu akan membuang-buang waktuku.”


Apa yang di katakannya memang benar, tapi mengapa ia tidak mencobanya? Dengan kekuatan yang di milikinya sekarang, ia mungkin mampu melakukannya. Pertahanan yang di bentuk Zhizhu juga tidak terlalu kuat.


“Mengapa kau tidak mencobanya?”


“Aku tidak menginginkannya.”