Alam Mandala

Alam Mandala
Sesi pertama



Semua orang mulai berbisik-bisik mengenai pemuda itu, yang tidak lain adalah Bing Jiazhi.


Beberapa dari para siswa yang tahu, menjadi keheranan melihatnya yang sebelumnya tidak bisa berjalan kini berdiam di aula memegang pedang dan ingin bertarung.


Xiang Guang dan Xiang Li di penuhi keterkejutan dan tidak akan pernah menyangka jika Bing Jiazhi selamat dari jurang kematian.


Ekspresi wajah Xiang Guang terlihat di penuhi emosi dendam dan ingin sekali membunuh Bing Jiazhi saat ini. Ia bahkan tanpa terasa mengepalkan tangannya erat-erat dan menekan giginya karena marah.


Jika Bing Jiazhi selamat, maka kesempatan untuk mendapatkan Huang Shu lebih sempit. Apalagi jika sekarang ia tahu jika Huang Shu tengah pergi menyegel dirinya karena penyakit. Jika Bing Jiazhi mendapatkan obatnya, maka Huang Shu mungkin akan sangat melindunginya.


“Dia masih hidup, aku akan melihat kekuatan sampah seperti apa yang akan kau tunjukkan saat ini.”


Tepat ia berkata, Bing Jiazhi menatapnya dengan tajam.


Xiang Guang juga menatapnya dengan tajam. Aura dingin tiba-tiba terasa menyelimuti suasana Aula.


Shui Liu terlihat sangat terkejut, dan tanpa sadar berkata, “Sampah itu datang ke sekte lagi.”


“Siapa dia?” Gado Feng bertanya tenang.


“Dia adalah sampah yang di bawa Huang Shu satu tahun sebelumnya. Tidak di sangka dia datang ke sekte untuk menantang para siswa kita. Sampah yang di olah tetap saja menjadi barang rongsokan.”


Gado Feng kemudian menatap Bing Jiazhi. Walaupun Bing Jiazhi sampah atau lebih buruk dari itu, ia akan menahan di sekte untuk menyembuhkan Huang Shu.


Ia sebelumnya sudah mengetahui mengapa Huang Shu membawa sampah itu. Sekarang adalah sebuah keberuntungan jika bertemu dengannya.


Liang Ting’er hanya menatapnya dengan tenang. Rambutnya di ikat pita biru, hidung mancung, bibir yang pas dan wajah sedikit bulat memancarkan cahaya kebijaksanaan, tetapi tatapannya lembut yang lebih tajam dari pedang apa pun.


Tetua itu sedikit mengangkat wajahnya dan terkejut setelah merasakan kekuatan yang di miliki Bing Jiazhi.


Berbeda dengan rekan-rekannya, wanita berpakaian biru itu sangat kritis dan penuh pertanyaan.


Ia tidak menyimpulkan apa pun sebelum mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Kadang-kadang ia juga tidak percaya jika melihatnya secara langsung. Baginya tidak ada penglihatan yang paling baik selain mata ketiga yang di milikinya.


Ia adalah spesialis analis dan kekuatan. Setiap kata-kata keluar perlu pertimbangan yang sangat dalam.


Angin lembut tiba-tiba menerpa wajahnya, membuat rambutnya bergerak beberapa saat. Entah apa yang terjadi, Gado Feng dan Shui Liu mendengar deru angin yang keras dan menoleh kepadanya.


Kemudian wanita itu membuka mulutnya. “Dia memiliki tiga cincin.”


...----------------...


“Sampah! Apa yang kau lakukan di sana!”


“Kau tidak layak berdiri di sana! Tempatmu di tempat sampah!”


“Kau bukan bagian dari kami, seharusnya kau pergi dari sana!”


Cacian terdengar beberapa saat di antara orang-orang yang pernah memukuli Bing Jiazhi, tetapi Pria itu tidak mendengar sama sekali.


Bing Jiazhi menatap tajam ke arah pria di dekatnya. “Aku ingin mengikuti pertarungan ini.”


“Siapa kau?! Kau bahkan tidak memberikan hormat kepada Para tetua. Sebagai siswa, kau seharusnya melakukan penghormatan terlebih dahulu!” Pria itu merasa jengkel dengan tindakan Bing Jiazhi.


“Aku tidak perlu melakukan itu.”


Wajah pria itu di penuhi kemarahan ketika mendengar ucapan Bing Jiazhi yang tenang, bahkan mengatakan tidak perlu. Ia ingin berteriak, tetapi tiba-tiba terdengar suara lantang dari Gado Feng.


“Karena kau sangat percaya diri datang ke sini, maka aku akan memberikannya.”


Pria yang sebelumnya marah, tidak habis pikir kata-kata yang keluar dari ketua sekte. Ia ingin memukul dan menendang Bing Jiazhi, tetapi ia harus tunduk pada ketua sekte.


Gado Feng berbicara lagi. “Apakah kami yang memilihkanmu lawan atau kau sendiri?”


“Siapa pun yang ingin melawanku, aku akan melawannya dengan senang hati.”


Semua orang tiba-tiba terdiam. Mereka tidak pernah menyangka Bing Jiazhi menjawab seperti itu.


Kemudian di antara mereka mulai mencibir tindakan bodoh itu. Tetapi tidak sedikit juga yang mulai menganalisis mengapa pemuda misterius itu berani berbicara itu.


“Baiklah, jika itu yang kau mau.” Gado Feng menghela nafas dan duduk.


Tepat ketika Gado Feng duduk, seseorang melompat dengan lembut di pinggir arena.


Seorang Gadis yang memiliki rambut pendek berdiri memegang sebuah pedang.


“Aku yang pertama.”


...----------------...


Tepat ketika gadis itu melompat, Xiao Na akhirnya tiba dengan kelelahan. Ia ingin melihat apa yang terjadi, membuatnya harus menyelinap ke dalam orang-orang.


Tepat saat itu, ia melihat Bing Jiazhi sudah mulai menarik pedangnya.


Gadis itu tidak punya pilihan lain selain berdoa.


Sementara itu, Sebelumnya Xiang Guang ingin melangkah maju, tetapi kakaknya menghentikannya dengan alasan tidak mengetahui apa kekuatan yang di miliki Bing Jiazhi sekarang.


“Sampah hanya sampah, untuk apa di pedulikan.”


Tapi sayangnya gadis itu terlebih dahulu melangkah ke dalam arena.


Xiang Guang hanya bisa menunggu gilirannya dan menahan nafsu membunuh yang membara.


...----------------...


Daun-daun berterbangan dengan lembut di atas aula. Aura yang mencekam memenuhi suasana di sekitar aula.


Lan qiu’er adalah nama gadis yang sebelumnya melangkah. Ia adalah salah satu murid dari Liang Ting’er. Walaupun bukan salah satu siswa berperingkat tinggi, tetapi dengan kemampuan menganalisis lawannya, ia tidak di ragukan lagi merupakan lawan yang tangguh.


Liang Ting’er tersenyum lembut ketika melihat salah satu murid didikannya maju.


“Merupakan salah satu pertarungan yang serasi. Kekuatan melawan kecerdasan. Aku sangat tertarik dengan pertarungan ini.”


Walaupun merupakan ahli dalam analisis, saat ini Liang Ting’er di penuhi rasa kepercayaan diri yang tinggi. Tanpa menganalisis wajah Bing Jiazhi, ia sudah meremehkannya.


Lan qiu’er melangkahkan kaki kanannya ke depan dan melesat sangat cepat. Ketika bayangannya melewati dedaunan, maka daun itu terbelah menjadi beberapa bagian.


Bing Jiazhi dengan tenang berlari ke depan. Kecepatannya biasa-biasa saja, membuat semua orang meremehkannya.


“Hanya dengan kecepatan seperti itu, dia ingin bertarung dengan Lan qiu’er? sungguh mencari mati.”


Banyak yang mengomentari kecepatan Bing Jiazhi.


Xiao Na tambah khawatir, dan terus memupuk pikiran positif.


Ketika kedua senjata mereka bertemu, angin kencang menyebar ke se-keliling, itu mampu membuat orang-orang terkejut dan rambut mereka beterbangan seketika.


Deritan logam nyaring terdengar di sekeliling. Percikan-percikan api muncul beberapa saat.


Gadis mungil, dengan wajah biasa-biasa saja namun memiliki kulit putih, hidung mungil itu, memperlihatkan ekspresi yang sangat mengerikan ketika memegang pedangnya.


Pakaian hijau sedikit transparan berterbangan keras.


Ia menatap Bing Jiazhi. Dua cincin keluar dari dahinya dan sebekas cahaya kuning muncul. Tiba-tiba matanya berubah menjadi warna ungu.


Di dalam benaknya, kini ia melihat berbagai hal yang ada di dalam tubuh Bing Jiazhi.


Cahaya kuning kedua muncul, bersamaan dengan itu, Lan qiu’er berubah menjadi bayangan dan tiba-tiba muncul di belakang Bing Jiazhi. Ia dengan cepat mengayunkan pedangnya ke arah bahunya untuk memutuskan hubungan otak dengan lengannya.


Namun, tidak pernah menyangka Pemuda itu memutar pedangnya berbalik, kemudian memindahkannya untuk menghalangi serangan itu.


Bing Jiazhi kemudian mengayunkan pedangnya dan dengan gerakan menunjuk ia melancarkan serangannya, tetapi Lan qiu’er mengayunkan pedangnya dan melakukan berbagai serangan.


...----------------...


Jangan lupa like, voted dan kritiknya...