
Putri Gu Yue yang menyadari tatapan itu memandang Zhizhu dan tersenyum, kemudian memandang ke arah pintu masuk para peserta lagi.
Seseorang pria berpakaian hitam berjalan dengan tenang. Ia memiliki rambut pirang seperti ribuan jarum dan ketika di pandang orang-orang, mereka dapat merasakan aura tajam dan kegembiraan. Orang-orang akan merasa keheranan, apakah laki-laki itu memiliki sikap dingin atau sangat ramah.
Ia menatap para juri dan membungkuk dalam, kemudian menyebut satu persatu nama yang di ingatnya.
Ia kemudian mundur lima langkah kemudian bersila dan memejamkan matanya. Seperti pertunjukan pertama, orang-orang penasaran dengan apa lagi yang akan dilakukan oleh para peserta.
Pria itu kemudian mengangkat sedikit tangan kanannya.
Sebutir asap berwarna putih muncul di udara.
Pria itu kemudian mengangkat satu tangannya lagi dan gerakan lembut di lakukan seperti menyapa. Lalu muncullah gulungan kertas panjang yang kemudian terbuka lebar di depannya.
Pria itu kemudian melakukan beberapa gerakan dengan jari telunjuknya, yang kemudian di ikuti sebutir asap itu dan asap itu melakukannya di atas kertas.
Perlahan-lahan garis kekuningan muncul di kertas itu, seperti terbakar oleh api.
Garis-garis itu terus bermunculan, membentuk sebuah gambar lukisan.
Satu menit, dua dan akhirnya sebuah lukisan pohon terbentuk di kertas itu, yang semuanya terbentuk oleh garis-garis berwarna kuning dari kertas yang terbakar.
Pria itu kemudian berdiri dan membiarkan lukisannya terbang untuk di perlihatkan orang-orang.
Semuanya terdiam ketika menatap lukisan yang di buatnya.
Beberapa saat kemudian seseorang berteriak, “i-ini bukan sekedar lukisan biasa!”
Orang-orang penasaran dengan apa yang di lihat oleh orang itu. Selain ada bau kebakaran yang khas dan gambar pohon, yang walaupun indah tidak terlalu menarik, sulit menemukan hal yang menarik.
Beberapa para penonton berusaha mencarinya, tetapi tidak berhasil. Hanya beberapa orang saja yang berhasil menemukannya dan terkagum-kagum.
Ketika lukisan itu di hadapkan ke wajah Bing Jiazhi dan Zhizhu, mereka berdua mengamatinya dengan tenang. Ternyata, ada beberapa detail-detail kecil yang sulit terlihat oleh mata. Dalam lukisan itu berbagai bentuk wajah, tumbuhan dan pohon saling bertumpukan. Ada sekitar 10 gambar di sana atau mungkin lebih dari itu.
“Lukisan ini sama hebatnya dengan sebelumnya,” komentar Bing Jiazhi.
Zhizhu menambahkan, “Meski tidak memiliki aura mistis seperti sebelumnya, lukisan ini layak juga mendapat pujian.”
Lukisan itu kemudian ingin bergerak ke arah yang lainnya, namun, tiba-tiba langit berubah menjadi hitam kelam. Matahari tertutupi awan-awan hitam hujan.
Namun cahaya Matahari masih bisa memancarkan cahayanya ke bumi dari satu celah di langit. Itu bagaikan tembakan laser dan cahaya ilahi.
Dalam cahaya itu, wanita berpakaian hitam perlahan-lahan turun. Di belakangnya ada sesuatu yang di bungkus kain putih. Ia tidak memakai alas kaki, tapi kakinya yang bersih dan putih itu sudah cukup indah untuk di lihat.
Orang-orang mengangkat kepalanya memandangnya.
Pimpinan sekte Lukis langit yang bernama Lan Se Se memandangnya tajam dan terlihat marah.
Orang yang datang adalah salah satu murid dari sektenya. Ia tidak di izinkan untuk berpartisipasi dalam perlombaan ini karena tidak sesuai dengan kriteria yang di butuhkan. Maka dari itu, Lan Se Se tidak membolehkannya, tapi gadis itu tetap bersi keras untuk ikut. Tetap juga Lan Se Se tidak mengijinkannya.
Tapi tidak di sangka-sangkanya, ia datang sekarang dan datang untuk mengacaukan perlombaan.
He Fen Lian kemudian menyentuh lembut lantai di tengah lapangan dan berteriak, “Aku ingin mengikuti perlombaan ini!”
Semua orang terkejut dan terheran-heran apa yang di inginkan gadis itu, tapi tidak ada yang berbicara mengenainya.
He Feng Lian memandang marah Lan Se Se. “Aku tidak mempedulikan pendapatmu.”
Gadis itu kemudian mengambil benda yang ada di belakangnya dan menarik kain putih yang mengikatnya.
Di saat bersamaan, Lan Se Se melompat dan mendekatinya. “Kau ingin mencari mati!”
“Hahaha! Sudah terlambat!” He Feng Lian tersenyum menyeringai dan angin tiba-tiba bertiup kencang di sekitarnya.
Ia tersenyum dan memandang bahagia benda yang ada di depannya. Benda itu adalah sesuatu sesat yang di milikinya.
Ia mendapatkannya ketika kecil untuk membalaskan dendam-dendamnya kepada orang yang telah membunuh ayah dan ibunya. Malam yang di penuhi bintang-bintang menjadi saksi bisu di antara anak dan ibu, sementara ayahnya telah pergi sedetik yang lalu. Di dalam kamar, ibu dan ayahnya tertidur dengan selimut yang di penuhi darah.
He Feng Lian menangis dan memegang erat tangan Ibunya. “Aku tidak ingin sendiri, ibu harus tetap hidup, aku ingin bersama ibu untuk selamanya. Besok kita akan pergi membeli mainan, ibu sudah berjanji untuk mengantarkanku ke sana, ibu harus ikut dan tidak boleh mengingkarinya.” Ia menangis.
Tapi ibunya tidak terselamatkan.
He Feng Lian yang masih kecil tidak tahu harus berbuat kepada dua mayat ibunya, ia pun hanya bisa menyelimutinya dengan selimut yang di milikinya dan memposisikan seolah mereka berdua sedang tertidur.
“Mereka sedang tidur.” Ia bergumam setelah menutup pintu, tapi realitanya, ayah dan ibunya telah meninggal.
Kemudian ia bertemu dengan Lan Se Se dan bergabung dengan sekte Lukis langit.
Setelah bertahun-tahun tidak ada kejadian aneh, tapi akhirnya ia tahu, orang yang membunuh ayah dan ibunya adalah Lan Se Se dengan tujuan mendapatkannya dan menjadikannya murid. Ketika menyadari hal tersebut, ia tidak percaya dan memastikannya dan ternyata itu memang benar.
Perlahan-lahan ia merencanakan sesuatu untuk membunuhnya, tetapi di halangi oleh Lan Se Se karena suatu alasan.
Tapi hari ini, ia dengan nekat akan membalas dendamnya dan membunuh Lan Se Se dengan kekuatan baru yang di milikinya.
Lima bayangan ulat hitam menyebarkan dari benda yang di bawanya. Lan Se Se yang ingin mendekatinya akan tetapi ia terdorong karena aura yang di milikinya.
Ulat-ulat itu mendesis dan semakin memanjang. Orang-orang berteriak berlarian, tetapi beberapa orang berdiri menonton pertunjukan tersebut, yang tentunya mereka adalah orang-orang yang memiliki kekuatan.
Putri Gu Yue mengerutkan kening tanda ia tidak menyukainya. Sementara kaisar berdiri dan mendengus. “Siapa wanita itu!? Aku tidak mau tahu, dia harus di hukum!”
Permaisuri berdiri dan mengelus bahu kaisar untuk menenangkannya. Tidak beberapa lama, lima siluet muncul dan bergerak mendekati He Feng Lian.
Sementara orang-orang hanya terdiam memandang kejadian tersebut. Beberapa di antara mereka senang dengan kejadian ini. Orang-orang akan memanfaatkan kejadian ini untuk merendahkan Sekte lukis langit.
Liang Ting’er tetap saja terdiam dan menikmati minumannya. Ia tidak tertarik dan tidak perlu melakukan apa pun sekarang. Ia hanya sebagai tamu dan tentunya baginya tidak baik ikut campur dalam urusan sekte lain. Dan lagi pula, dengan melakukan suatu tindakan, itu akan membuat ia kelelahan.
Sementara beberapa orang mengikutinya. Tetapi, beberapa orang tidak menyukai tindakan tersebut. Salah satu orang memandang marah kejadian ini dan bergumam, “Pengacau bajingan!”
Ia memukul meja dan menghela nafas. Pria itu ingin menantikan penampilan Sheng Shu, tapi telah di ganggu oleh orang lain.
...----------------...
Sementara di tempat penonton, Zhizhu menarik pedangnya dengan sangat cepat, membuat beberapa orang memandangnya tajam, tapi ia tidak peduli. “Hari yang indah ini telah di kacaukan oleh orang bodoh.”
Bing Jiazhi seperti biasa terlihat tenang melihatnya. “Kakak senior, kita tidak boleh gegabah mengambil tindakan.”
“Aku tahu.” Zhizhu kemudian memandang bilah pedangnya, yang terlihat wajah dingin dan nafsu membunuh.