Alam Mandala

Alam Mandala
Kepala burung kenari



Gado Feng hanya mengangguk menatap Bing Jiazhi. Dengan ia mampu merekrutnya, maka ia akan mendapatkan murid berbakat lagi. Ia akan berusaha mendapatkannya. Dan, lagi pula ia harus mendapatkan obat untuk Huang Shu dengan cara itu.


Langit pun kembali cerah, dan hujan pun perlahan-lahan reda. Matahari kembali menyinari bumi.


Xiang Li dan Xiao Na menatap kejadian itu dengan tidak percaya. Mereka mempunya persepsi masing-masing mengenai hal ini. Ada yang menganggapnya telah menggunakan suatu cara curang, ada yang menganggapnya menggunakan obat-obatan. Tetapi terlepas dari itu, tidak ada yang tahu pasti apa penyebabnya.


Xiao Na percaya, Bing Jiazhi tidak akan melakukan itu, walaupun ia sebelumnya mengenalinya sebagai pria lemah.


“Karena kau telah mengeluarkan kekuatanmu, maka aku akan memulainya sekarang.” Nada Bing Jiazhi dingin dan berat, bersamaan dengan itu ia mengeluarkan tiga cincin Mandala dengan tekanan yang kuat.


“T-tiga cincin!?”


Semua siswa terkejut dan berseru. Jika Bing Jiazhi memiliki tiga cincin di usianya saat ini, bukankah ia seorang jenius?


Sekarang, tidak ada yang meragukan kekuatan Bing Jiazhi, hanya saja kejadian sebelumnya terlalu aneh, dan semua siswa yang sebelumnya mengenalinya menjadi iri.


Ketiga cincin Bing Jiazhi berdering keras. Ini adalah teknik gabungan cincin. Bing Jiazhi bermaksud ingin mengakhiri pertarungannya sama seperti Xiang Guang lakukan.


Dalam seperempat detik, Ia muncul di depan Xiang Guang, dan membuatnya terkejut. Xiang Guang merasakan tekanan yang sangat mematikan kali ini. Ia dengan cepat mengeluarkan cincin Mandala dan kekuatan yang tersisa sembari menghadang serangan Bing Jiazhi.


Namun, Bing Jiazhi mengayunkan pedangnya. “Matilah!”


Brakkkk!!!


Xiang Guang terlempar 20 meter. Tubuhnya beberapa saat melayang di udara dan menyentuh tanah sebelum akhirnya menghantam batang pohon. Tanah-tanah yang ia lewati hancur dan di penuhi retakan-retakan.


Semuanya lagi-lagi terkejut! Satu Serangan!


Xiang Guang langsung tidak sadarkan diri. Tubuhnya di penuhi luka-luka dan satu tangannya yang sebelumnya memegang pedang terputus. Serangan Bing Jiazhi sangat kuat.


Bing Jiazhi memandang dingin, kemudian tiba-tiba menghilang dan muncul di depan Xiang Guang, ia langsung mengayunkan pedangnya.


Semua orang panik melihat tindakan itu. Dengan demikian, Bing Jiazhi bisa akan membunuhnya.


“Hey kau! Apa yang kau lakukan!?” wasit berteriak marah dan ingin menghentikannya, namun jaraknya sekarang terlalu jauh.


Dang!!!


Tepat Bing Jiazhi mengayunkan pedangnya, sebuah pedang es tiba-tiba melesat dan menghentikannya.


Xiang Li dengan cepat muncul di depan Bing Jiazhi. Ia memberi hormat. “Kakak senior, adiku telah kalah, mohon tidak menyerangnya lagi. Jika anda melakukannya, itu adalah tindakan tidak terhormat.”


Bing Jiazhi tidak menjawab, ia memasukkan kembali pedangnya dan berjalan pergi.


Tapi sebelum itu, Gado Feng menghentikannya. “Kau telah melakukan pertunjukan yang sangat mengagumkan pagi ini, yang bahkan sulit untuk aku terima kenyataannya. Dengan bakatmu, kau akan membawa dirimu di atas puncak seni pedang dan kekuatan bela diri. Oleh karena itu, aku mengundangmu untuk bergabung dengan sekte kami. Dan, kau tidak akan di hukum karena telah melakukan serangan diam-diam dan memotong tangan salah satu murid kami. Kami akan memberikan hukuman tegas bagi siapa yang telah melanggar peraturan sekte, apalagi dirimu yang merupakan orang asing. Bagaimana menurutmu?”


Shui Liu tidak menyukainya, tetapi apa boleh buat, Bing Jiazhi memiliki potensi yang sangat besar kedepannya.


Bing Jiazhi tersenyum menyeringai. “Dasar sekte sampah! Anda pikir saya tidak mengingat bagaimana diri saya di perlakukan dengan kejam di sekte ini? Anda bahkan tutup telinga ketika murid anda dan yang lainnya memukuli saya, bahkan ketua Shui Liu melakukannya juga. Jika saya sampah, bukankah sekte ini lebih buruk dari sampah??”


“Aku, Bing Jiazhi tidak akan pernah bergabung dengan sekte yang lebih buruk dari sampah.”


Semua orang semakin geram dengan Bing Jiazhi.


Gado Feng berusaha tetap tenang. “Mengenai dirimu, aku memang tidak mengetahuinya. Jika itu memang terjadi, aku atas nama semuanya meminta maaf.” Gado Feng berdiri dan memberi hormat.


“Maaf Ketua sekte, aku tidak bisa menerimanya.”


Semua orang semakin geram. Atas dasar apa Bing Jiazhi mampu menolak permintaan maaf langsung dari ketua sekte? Merupakan sebuah kehormatan jika dirinya mendapat permintaan maaf langsung dari ketua sekte, di tambah lagi, dengan dirinya di terima, ia akan menjadi murid spesial dari sekte bambu. Menolaknya tanpa berpikir benar-benar sangat di sayangkan.


“Jika kau tidak mau, maka aku akan melakukan tindakan yang seharusnya aku lakukan sesuai peraturan sekte.” Wajah Gado Feng menjadi semakin marah.


Bing Jiazhi tertawa lantang. “Ketua sekte, jika anda ingin semua murid anda selamat, lebih baik anda jangan melatih mereka untuk bertarung, lebih baik mengajari mereka bagaimana cara bercocok tanam, jika tidak mau, lebih baik bubarkan saja sekte ini. Di mana pun kau berada, seseorang harus menerima luka karena bertarung, bukan seperti apa yang anda lakukan saat ini. Sebagai ketua sekte, anda lebih buruk dari sampah ini!”


Bing Jiazhi tidak mempedulikan tanggapan Gado Feng dan melangkah keluar. Gado Feng memandang Shui Liu dan mengisyaratkan sesuatu. Walaupun Wajahnya masih terkontrol, tapi hatinya sudah marah membara. Ia sudah meremehkan kemampuan verbal dan debat Bing Jiazhi. Jika apa yang terjadi sekarang sampai keluar, dan sektenya tidak tahu harus bagaimana mengatasinya, maka ia tidak bisa lagi mempertahankan kehormatan sektenya.


Shui Liu tersenyum dan berdiri, Namun sebelum ia pergi, dua orang berdiri menghalangi Bing Jiazhi.


Bai Shia dan Xiao Ning’er berdiri dengan tatapan dingin menatap Bing Jiazhi.


Xiao Ning’er menarik tali busurnya, “Apa yang kau katakan memang benar, tetapi apa hakmu berbicara seperti itu dengan ketua sekte kami? Kami lebih banyak mengenal rumah kami sendiri dari pada dirimu, bukan?”


“Orang sepertimu benar-benar harus di beri pelajaran.” Bai Shia mengambil ancang-ancang dan memutar tombaknya.


Kedua orang itu memancarkan kekuatan yang sangat menakutkan. Mereka kemudian berpegang tangan dan bersama dengan itu, empat cincin keluar dari dahi Xiao Ning’er.


Sebuah tekanan yang sangat berat. Gravitasi semakin memberat, angin semakin menipis. Teknik gabungan ini setara dengan tingkat ahli menengah.


Kedua tangan orang itu terangkat. Bersama dengan itu, petir ungu dan biru menyambar ke arah kedua senjata mereka.


Dan kemudian, kepala Burung kenari berwarna ungu dengan campuran biru muncul di langit. Burung itu membuka mulutnya dan suara melengking membengkak telinga bersamaan keluar.


Semua orang tersenyum dan berharap dengan serangan gabungan itu mampu membunuh Bing Jiazhi.


“Bajingan!!! Pergilah ke neraka!!!” Ujar mereka bersama-sama.


Burung dengan panjang 20 meter itu kemudian berteriak dan melesat ke arah Bing Jiazhi.


Bing Jiazhi hanya bisa terdiam saat ini, ia tidak lagi memiliki cukup kekuatan untuk melawanya. Kekuatan pedang sebelumnya, adalah serangan terkuat yang telah ia prediksi sebelumnya. Tidak pernah menyangka ternyata ia terlambat untuk pergi.


Serangan ini mungkin akan menebus jantung dan menghancurkannya begitu saja. Tidak ada jalan untuknya lari, semuanya telah di jaga ketat.


Namun, bukan berarti ia akan menyerahkan dirinya begitu saja. Ia mengangkat pedangnya di atas kepala. Satu cincin terakhir muncul di dahinya.


Ia memejamkan mata dan berkonsentrasi dengan tenang. Kemudian membuka matanya. Kepala burung itu sudah berada di depannya. Ia berteriak dan mengayunkan pedangnya.


Dang!!!! Byuarrrr!!!