
Para murid-murid tidak kuat menahan mereka. Jika ada beberapa murid inti yang berada di Sekte, maka hal itu akan memudahkan para ketua, tapi mereka sedang melakukan latihan tertutup, termasuk Zhizhu.
Di langit salju-salju emas perlahan-lahan mulai menipis, dan cahaya matahari mulai bersinar terang. Namun roh-roh bergentayangan di mana-mana.
Jun Hui membuat pelindung untuk murid-muridnya dan untuknya bertahan.
Meski Hao Yu orang terkuat di Sekte, membunuh mahkluk abadi seperti roh sangat tidak mungkin baginya. Itu seperti melawan kehendak langit.
Di beberapa titik semuanya bertahan.
Tiba-tiba, terdengar suara petikan Zhiter yang sangat keras. Semua orang memandang ke arah suara. Petikan-petikan indah yang lainnya terdengar.
Suaranya sangat indah seperti suara musim semi dan germicik air sungai kecil. Tidak ada kesedihan, tapi hanya ada suara anggun dan sulit di tebak.
Tidak lama kemudian muncul beberapa lubang-lubang pintu neraka dan surga. Dari dalam sana, tangan-tangan muncul dan menarik semua jiwa-jiwa kembali. Semua jiwa-jiwa itu ketakutan. Dan akhirnya jiwa terakhir di tangkap. Pintu-pintu surga dan neraka akhirnya tertutup dan menghilang. Kemudian suara Zhiter pun berhenti.
Jung Hui menatap kejadian ini dengan kagum dan keheranan. Orang yang melakukannya pasti bukan orang sembarangan, ia pasti berada pada tingkat master. Dan gulungan yang ia pelajari adalah gulungan tingkat tinggi atau mungkin lebih dari itu, karena mampu menyegel jiwa-jiwa itu.
Murid-murid dan para ketua akhirnya menghela nafas lega. Mereka akhirnya selamat dari kejadian ini. Walaupun banyak korban jiwa, setidaknya semua telah selesai dan ada beberapa yang selamat.
Matahari akhirnya kembali bersinar cerah dengan langit biru yang mengagumkan. Orang-orang menatapnya dengan bersyukur dan menikmati cahaya matahari yang baru.
...----------------...
Di sebuah tebing kejauhan, seorang wanita berpakaian biru gelap menghentikan kedua jarinya untuk memainkan Zhiter. Ia mengangkat wajahnya dan menikmati kembali cahaya matahari. Senyuman lembut muncul di bibirnya yang indah. Angin bertiup memainkan rambut hitam panjangnya. Dan cahaya matahari menyinari wajahnya, seperti ia telah mendapatkan anugerah.
Bing Jiazhi berjalan ke ujung tebing. “Terima kasih Wei Qixuan.”
“Anda tidak perlu berterima kasih tuan, ini berkat anda, sehingga saya menjadi seperti ini. Apakah ada lagi yang anda inginkan?”
“Tidak ada.”
“Kalau begitu, Wei Qixuan, mohon pamit.”
Bing Jiazhi mengangguk.
Wei Qixuan berdiri dan pergi membawa Zhiternya. Bing Jiazhi berbalik menatap wanita dewasa itu. Ternyata gulungan yang di anggapnya tidak berguna waktu itu mampu membuat wanita itu menjadi seperti ini. Ia sedikit menyesal telah memberikan itu dengan percuma kepadanya. Tetapi, berkat itu juga akhirnya masalah ini selesai.
...----------------...
Liang datang setelah Wei Qixuan pergi, ia sedikit melirik wanita dewasa itu, berharap mendapatkan perhatiannya, tapi wanita itu tidak mempedulikannya.
Ia lalu bergegas mendekati Bing Jiazhi yang telah berdiri membelakanginya.
Liang merasa heran, bagaimana bisa Bing Jiazhi sembuh secepat ini dan mampu pergi ke rumah Wei Qixuan dan memerintahkannya. Anehnya lagi, wanita itu dengan tulus melakukannya. Yang lebih terkejut, Wei Qixuan mampu melakukannya dengan baik, yang bahkan sekte Tao Gong sendiri tidak mampu melakukannya. Ia layak untuk di hormati, tapi sangat aneh jika ia dengan tulus mau di perintahkan oleh Bing jiazhi.
Bing Jiazhi berkata dengan tenang, “Apa kau tersinggung dengan perkataanku tadi?”
Liang diam sebentar mengingatnya, kemudian berkata, “Untuk apa aku tersinggung? Aku hanya melintas bagimu, aku tidak layak untuk merasa tersinggung. Lagi pula, itu menandakan jika aku lemah.”
“Aku tidak menyangka, sekarang tubuh aslimu yang datang di hadapanku.”
“Apa yang akan kau lakukan?” Liang curiga.
“Tidak ada. Hanya saja ingin mengetahui identitasmu. Kau telah mengetahui identitasku, sekarang waktunya aku ingin mengetahui tentang dirimu.”
Liang terdiam. Angin sepoi-sepoi menerbangkan beberapa helai rambutnya. “Aku tidak bisa.”
“Aku mengerti.”
...----------------...
Hao yu berdiri di depan rumahnya. Tidak lama kemudian Xue Ni mendatanginya. Hao yu bergegas bertanya, “Bagaimana dengannya?”
“Dia baik-baik saja, sekarang dia telah tertidur lelap.”
“Ini semua salahku, seharusnya aku menjaganya dengan baik.”
“Terlepas apakah itu salahmu atau bukan, semuanya telah berlalu.”
“Kau benar. Aku tidak akan melakukannya lagi.”
Xue Ni mengangguk dan tersenyum. Kemudian ia tiba-tiba mendengar lantunan Zhiter dari kejauhan. Suaranya sangat kecil, dan hanya ia yang bisa mendengarnya.
Hao yu diam beberapa saat sebelum akhirnya bertanya, “Apakah kau akan pergi lagi?”
Xue Ni mengerti apa yang Hao yu inginkan. Sejak mereka menikah, mereka jarang berbicara dan tidak hidup layaknya sebagai keluarga. Semakin lama berlalu, mereka akhirnya menjadi orang asing yang tidak pernah bertemu. Hao yu tentunya ingin sekali hidup yang damai dan normal sama seperti keluarga-keluarga lainnya. Tapi Xue Ni memilih tidak peduli. “Aku akan pergi.”
“Kapan?”
“Setelah anak itu tidak membutuhkanku lagi dan kau juga.”
Hao Yu terkejut. “Aku ingin kau berada di sisiku beberapa hari.”
Xue Ni mengangguk. Ia kemudian berjalan pergi, namun Hao Yu bertanya dan menghentikannya. “Kau mau ke mana?”
“Aku ingin bertemu seseorang.”
Xue Ni kemudian pergi dari sana.
...----------------...
Setelah pergi beberapa saat, akhirnya Xue Ni menemukan di mana asal suara itu. Ia sekarang berdiri di depan salah satu rumah milik warga. Cahaya kuning memenuhi ruang rumah yang ada di depannya. Ia berjalan dan membuka pintu.
Di sana, Wei Qixuan telah duduk anggun di depan Zhiter. Ia menghentikan jari-jarinya setelah merasakan kehadiran Xue Ni dan pelan-pelan mengangkat wajahnya memandang lembut. Rambut hitam panjangnya telah di biarkan terurai.
“selamat datang, master.”
Di samping Wei Qixuan, ada jendela terbuka yang memperlihatkan pemandangan desa yang di penuhi orang-orang. Xue mendekatinya dan bertanya tanpa menoleh, “Mengapa kau memanggilku?”
“Ini ada hubungannya dengan anakmu.”
“Hubungan apa?”
“Aku ingin menjadikannya muridku.”
Xue Ni berbalik dan menatap Wei Qixuan dengan serius. Dengan kualifikasi Wei Qixuan, ia tentunya layak untuk menjadi guru bagi anaknya. Namun ia belum mengetahui identitas Wei Qixuan dan apa tujuannya untuk memilih Xue Yan sebagai muridnya.
Meski semua orang tahu penyebab terjadinya bencana adalah ulah Xue Yan, tentunya tidak hanya itu yang menjadi alasannya. Kekuatan yang ada di dalam tubuh Wei Qixuan tidak lebih lemah darinya. Jika Xue Ni mau, ia dapat melatih sendiri Xue Yan, namun tentunya jika anaknya tidak suka, ia tidak boleh memaksa.
“Aku akan mempertimbangkannya.”
Tiba-tiba angin menerpa pipi kiri Wei Qixuan dan Xue Ni tidak ada lagi di sana. Ia kemudian berdiri dan pergi ke sisi jendela. “Apa yang kau ragukan?”
“Jika bukan aku yang mengirim surat itu, seharusnya kau tidak akan bisa menolong anakmu itu. Seharusnya kau menerimanya sebagai balas budimu.”