AERA SENA

AERA SENA
99



Yuna Hanya dapat mengantar Hisyam sampai pintu


“Kak “ucap arkhan sambil menggandeng tangan sara


Yuna menatap arkhan yang juga menatapnya,arkhan memeluk Yuna yang hanya diam dan tangis Yuna pecah dipelukan arkhan


“Kenapa semuanya begini”rintih Yuna yang masih belum bisa mengendalikan tangisnya


“Hisyam”ucap Yuna tersedu-sedu


“Kak jangan berfikir negatif dulu,kita tunggu bagaimana kondisi Bg Hisyam dari dokter dulu,kan Bg Hisyam lagi ditangani dokter”ucap arkhan mengusap punggung Yuna


“Ta tapi”ucap Yuna


“Bg arkhan akan bertahan demi kakak dan anaknya,jangan khawatir”


“Arkhan bawa anak-anak pulang saja ya,kakak akan menunggu disini “ucap yuna


“Bunda ayah bagaimana”ucap young rae


“Ayah lagi sakit nak,young rae pulang ya sama uncle “besok kesini lagi


“Baik bunda”ucap young rae tampa membantah begitupun dengan sara


Kini hanya tingga Yuna dan deiji yang menunggu Hisyam diluar


“Sejak kapan”tanya Yuna tanpa menatap deiji


“Kenapa ,apa sekarang anda baru mengkhawatirkan Hisyam”ucap deiji


“…”Yuna hanya diam karna deiji mungkin marah padanya dan ia tak berniat bertanya lagi


“5 bulan yang lalu ia di vonis kanker,tapi dia tak ingin dirawat karna ia ingin memastikan identitas anda waktu itu,tapi setelah ia tahu semuanya ia tak ingin menjalani operasi karna ingin menghabiskan waktunya bersama kalian”


“Lalu kenapa dia tak datang sebulan terakhir?”Tanya Yuna


“Hisyam masuk rumah sakit dan harus menjalani perawatan sehingga tak pernah lagi menemui anaknya,tapi saat ia keluar rumah sakit kecelakaan itu ia alami saat menolong sara”jelas deiji


Yuna hanya diam bagaimana bisa Hisyam menahan semua rasa sakitnya sendiri


Tiba dokter keluar membuat percakapan dua orang itu terhenti


“Apakah keluarga pasien kalian”tanya dokter tersebut


“Ya Dok saya istrinya”ucap Yuna mendekati dokter tersebut


“Pasien harus segera melakukan operasi,tapi kami harus mendapat persetujuan keluarganya


“Lakukan saja operasinya dok,berapapun biayanya saya akan membayar asal suami saya sembuh”ucap Yuna


“Silahkan kalian urus administrasinya terlebih dahulu”ucap dokter tersebut


“Dok apa saya boleh masuk melihat suami saya”tanya Yuna ragu


“Silahkan tapi pasien belum sadarkan diri”


Deiji pergi mengurus administrasi dan Yuna masuk kedalam


Ia mengenggam tangan Hisyam dan menangis entah itu penyesalan atau sedih


“Kenapa kau menambah luka ku”


“Jujur aku bahagia melihat interaksi Mu dengan anak kita,tapi kenapa harus kabar ini yang kuterima ,aku jahat sekali ,aku istri yang buruk bukan”ucap Yuna terisak


“Kamu bukan istri yang buruk,kamu adalah malaikat bagiku”ucap Hisyam dengan suara pelan


Teryata Hisyam sudah sadarkan diri saat pertama Yuna mamasuki ruangan tersebut


Tangis Yuna makin pecah saat Hisyam masih menganggapnya sosok baik


“Kenapa kau menyembunyikannya,kenapa kau tak bilang saja padaku”


“Aku baik-baik saja Yuna”


“Aku sudah mengurus deiji mengurus administrasi supaya kamu secepatnya menjalankan operasi”


“Aku tak ingin operasi Yuna,aku tak mau melakukannya”


“Kamu tau bukan kemungkinan operasi itu sangat kecil”


“Tidak semuanya akan baik-baik saja”


“Aku yakin semunya akan berjalan lancar ,percayalah demi anak-anak”


Hisyam tersenyum


“Karna demi anak-anak aku tak melakukan operasi “


“Tapi kenapa,bukankah jika kamu sembuh kita bisa hidup bahagia,aku janji tidak akan menolak banyak hal lagi,aku janji memberi kesempatan kedua dan memperbaiki semuanya”


“Aku pasien kangker stadium akhir Yuna”


Yuna yang mengenggam tangan Hisyam reflek melepaskannya dan mentap mata Hisyam lagi-lagi tangisnya pecah