AERA SENA

AERA SENA
9.khawatir



saya akan kasih kalian uang berapa pun asal jangan kalian ganggu saya”ucap arya ketakutan


Tiba-tiba sebuah pukulan mendarat dipipi kanan arya ,saat arya berbicara pukulan lain kembali mengenai wajah arya tak hanya itu saja satu pukulan tongkat golf mengenai salah satu kaki arya ,arya berteriak karna sakit yang luar biasa dari kakinya


Orang yang memakai topeng itu mendekat kearah arya dan menarik rambutnya sehingga kepalanya terangkat arya begitu ketakutan melihat mata hitam pekat itu,mata itu seperti ingin memakannya hidup-hidup.


“saya mohon saya akan membayar berapapun asal kalian mau melepaskan saya”ucap arya memohon belas kasihan orang tersebut


“saya tak butuh uangmu,saya hanya butuh nyawamu”bisik orang itu ditelingga arya


“apa salahku,mengapa kalian menculikku”tanya arya


Dan satu pukulan tongkat golf berhasil mengenai wajah arya sehingga mengeluarkan darah segar


“tepat sasaran “ucapnya tersenuyum puas


Dua orang yang menculik arya tadi menunggu diluar


Orang dengan pakaian serba hitam itu mengeluarkan pisau yang mengkilat akibat karna terkena cahaya lampu


“a apa mau mu”teriak arya ketakuatan


“jangan bunuh aku,aku akan memberikan seluruh harta yang ku punya asal jangan bunuh aku”teriak arya memohon


dua orang yang berdiri diluar itu membakar rokok,mereka sudah biasa mendengar jeritan seperti ini


“ah sial kenapa telponnya berbunyi terus”ucapnya melempar pisau yang dipegangnya


“kalian jaga dia dengan baik,aku akan bermain dengannya nanti”ucap orang tersebut dan berlalu pergi


….


“hallo”


“Kamu dimana”ucap hisyam


“aku diparkir”jawab aera karna ia baru keluar dan berada diluar perkarangan rumah sakit


“lihat kebelakang”ucap hisyam


Sebuah mobil perlahan mendekati aera yang teryata adalah hisyam


“masuk”ucap hisyam dan aerapun masuk tampa penolakan


“iya tadi telponya saya tinggal di ruangan “jawab aera


“saya lebih tua loh dari kamu 3 tahun”ucap hisyam


Aera hanya menaikan alisnya tak mengerti dengan apa yang diucapkan hisyam


“kamu jangan manggilnya kayak kita seusia dong”


“baikalh aku akan panggil abang”ucap aera


“kamu pikir saya abang tukang bakso”protes hisyam


“kalau gak mau yaudah”ucap aera bodo amat


“bagaimana kalau kamu manggil saya mas,terdengar lebih sopan”ucap hisyam


“emang pangilan abang itu kurang ajar”jawab aera


Tawa hisyam pecah mendengar jawaban dari kutub utaranya ini,aera hanya bingung apa ada yang lucu dari kalimatnya


“kamu tuh polos atau gimana sih”ucap hisyam mengacak rambut aera dan itu berhasil mendapat tatapan tajam dari aera


“Aku tu khawatir tau gak sama kamu,tadi aku mendapat kabar bahwa rekan kerja yang kita temui tadi,pak arya? ia diculik loh,magkanya aku nyusul kerumah sakit”ucap hisyam melepas dasinya


“oowh”hanya itu yang ia dengar dari aera


Hisyam hanya mengeleng-gelengkan kepalanya berhadapan dengan kutub utara yang satu ini benar-benar butuh kesabaran yang ekstra besar


“jadi kamu manggil mas kan?”ucap hisyam lagi


Namun tak ada jawaban dari aera


Semangkin lama hidup dengan aera semangkin bayak yang hisyam ketahui tentang aera kebiasaannya,hal-hal yang ia suka ,dan sebagainya


“apakah kalian sudah rogram hamil”ucap mama bela tiba-tiba


“Pelan-pelan makannya” ucap hisyam menyodorkan segelas air putih untuk aera


“iya mah kami lagi berusaha”ucap hisyam


“mungkin belum rezkinya”alasan hisyam