AERA SENA

AERA SENA
105



Setelah 2 jam Yuna baru membuka matanya,yang ia lihat pertama adalah ruangan serba putih dan saat ia menoleh ke kanan ada arkhan yang duduk Disampingnya,namun tiba-tiba air mata Yuna mengalir lagi


Kali ini tangisnya benar-benar pecah


“Arkhan”ucapnya yang mendapat pelukan dari adiknya tersebut


“Kenapa ini sakit sekali arkhan”ucap Yuna memukul dadanya


“Kak ,ini udah takdir yang maha kuasa,kakak harus tabah,”ucap arkhan mengusap punggung Yuna


“Kakak harus ingat twins masih butuh kakak,bukan hanya kakak yang terpukul pasti twins juga,jika kakak seperti ini,siapa yang memberikan kekuatan pada twins”ucap arkhan


“Jika kakak benar-benar udah tenang kita ke keluar karna semuanya sudah menunggu kakak,bukan hanya kakak yang kehilangan tapi semua orang yang menyanggi Bang Hisyam juga merasa kehilangan”


Setelah 10 menit akhirnya Yuna memilih keluar dan dipapah oleh arkhan


Didepan ruangan tersebut telah berkumpul mama bela,deiji,twins dan andika


Semua orang yang disana sama-sama terpukul dengan keadaan yang terjadi


“Mama apa abang akan mama bawa ke indonesia?”tanya yuna


“Gak sayang,kata Hisyam dia ingin dimakamkan disini”


“Deiji sudah mengurus pemakaman Hisyam,kami Cuman nunggu kamu,apa Hisyam bisa dimandikan dan dikafani sekarang?”


Tangan yuna bergetar hebat mendengar apa yang barusan di katakan mama bela


“Mama tau ini berat,tapi kamu harus ikhlas ,mama juga Gak bisa terima semua ini,tapi kita harus ikhlas demi Hisyam “


“Baik ma,silahkan pihak rumah sakit memandikan dan mengkafani abang”ucap yuna dengan air mata yang jatuh membasahi pipinya


Setelah 3 jam berlalu Hisyam di bawa ke pemakaman diiringi oleh dua mobil yakni mobil Yuna dan mama bela


Mereka segera memakamkan karna memang tidak ada yang ditunggu


Yuna hanya diam dalam perjalanan dengan wajah yang ia arahkan keluar jendela dan bunyi ambulan yang membawa jenazah Hisyam terdengar keras ditelinga nya


Semua kilasan ingatan dengan Hisyam beberapa hari terakhir berputar-putar dikepalanya


Yuna menahan sesak didadanya


“Bunda”ucap sara mengenggam tangannya


Dan Yuna langsung mengalihkan pandangannya pada sara


“Nanti kita Gak ketemu ayah lagi bunda”tanya sara


Setelah perjalanan cukup lama akhirnya mereka sampai di pemakaman


Disana sudah menunggu beberapa orang dan Bodyguard yang akan membantu memakamkan Hisyam


Langkah getir Yuna perlahan mendekati tempat peristirahatan terakhir suaminya tersebut


Tampa menunggu lama Hisyam langsung dimakamkan dan pemakaman berlangsung 1 jam lebih


Setelah berdoa semua orang mulai membubarkan diri karna hari yang tadinya terang sudah berganti menjadi sedikit gelap


“Oma istirahat dirumah kami aja ya”ucap sara


Mama bela melihat kearah arkhan dan hanya anggukan yang bisa arkhan berikan


“Kak Ayok kak kita kembali”ucap arkhan


“Aku masih mau disini sebentar lagi”


“Sayang kita harus pulang ,kamu harus istirahat”


“Aku mau disini sebentar lagi ma”ucap Yuna lagi


“Andika bawa tante sama yang lain pulang untuk istirahat ,aku disini temani kak Yuna”ucap arkhan


Dan akhirnya semua orang sudah meninggalkan pemakaman tersebut kecuali Yuna dan arkhan


Yuna memeluk batu nisan tersebut dengan air mata yang bercucuran,mungkin matanya sudah sembab karna dati tadi menangis


“Kak ayo kak,udah mau malam”ucap arkhan memapah Yuna


Kini Yuna dan arkhan dalam perjalanan pulang melewati kota yang ramai namun tidak dengan hati Yuna


“Terimakasih telah menjadi suami yang luar biasa bagiku,yang memberikan kasih sayang tiada henti walau banyaknya kekurangan diriku”batin Yuna sambil menoleh keluar jendela


“Selamat beristirahat suami tampan dan baikku”


“Sebenarnya aku sudah jatuh cinta padamu sejak lama dan aku menyesal tidak sempat mengatakannya ,maaf kan aku”


“Aku akan membesarkan anak-anak kita menjadi manusia yang hebat dan baik sepertimu”


Dan sejatinya takdir tidak ada yang tau bagaimana terjadinya dan jalannya


TAMAT….


Terimakasih telah membaca dan memberikan apresiasi buat cerita ini,saya minta maaf untuk pembaca yang kecewa dengan alurnya ,kedepannya saya akan belajar lebih giat lagi agar bisa menulis cerita yang lebih hebat