AERA SENA

AERA SENA
42,cemburu membawa berkah



“Saya capek Ra,kamu lebih memilih orang lain dari pada saya,apa usaha saya selama ini masih kurang keras dalam meluluhkan hati kamu”


Kenapa kamu selalu tak berkata jujur ketika saya bertanya


“Saya juga capek mengatakan bahwa saya sangat-sangat cemburu walau pada Adek kamu itu,ia saya sangat egois ingin memiliki kamu hanya untuk saya,”ucap Hisyam menumpahkan semuanya


“Kenapa kamu lebih memilih dijemput oleh Adek kamu dari pada saya,kenapa kamu membohongi saya dan pergi kerumah kosong itu sendirian “


Untuk kata yang terakhir Hisyam katakan aera kaget ,apa tadi di sekitar itu ada Hisyam


“Kamu selalu berbohong pada saya”


“Apakah semua perhatian yang kamu tunjukkan pada saya juga bohong”ucap Hisyam


“Saya juga tak sangggup memarahi kamu,saya hancur berkali-kali lipat ketika saya tak sengaja membentak kamu,”ucap Hisyam meluapkan apa yang ia rasakan


Aera ia kaget dengan setiap kata yang keluar dari mulut Hisyam teryata selama ini Hisyam tau semua aktivitas yang ia lakukan


“Aku”ucap aera bingung


“Aera menghapus air mata Hisyam


“Maafin aku Bang”ucap aera


“Iyah aku beberapa kali berbohong saat Abang bertanya dimana keberadaanku”ucap aera


“Tapi aku hanya menganggap akrhan seperti adik ka kandungku Bang,Abang tau sendiri dari kelas smp aku berjuang sendirian untuk hidupku,dan aku bertemu dengan meraka berdua ,dan mereka lah yang menemaniku berjuang sampai detik ini”ucap aera


“Aku minta maaf ,tapi tadi aku pikir meminta dijemput oleh abang ada lah hal berlebihan karna aku tau sendiri abang juga sangat sibuk “ucap aera


“Iyah aku juga minta maaf karna rasa kepoku,tak mengabaikan ucapan abang yang melarangku kesana”


“Saya merasa buruk Ra menjadi seorang suami”ucap Hisyam frustasi


“Abang Gak buruk Bang,abang itu suami idaman yang diinginkan semu perempuan,aku yang salah “ucap aera


Hisyam Hanya diam


“Jangan menangis untuk wanita sepertiku Bang,”ucap aera


“Apakah saya harus menangisi wanita lain,apa itu yang kamu mau”ucap Hisyam


Aera mengelengkan kepalanya


Aera menghapus air mata Hisyam yang masih tersisa dan memeluk Hisyam


“Maaf in aku udah buat Abang overthiking “


“Bisakah kamu berjanji satu hal pada saya”ucap Hisyam


“Bisakah kamu menghubungi saya pertama kali saat kamu membutuhkan sesuatu”ucap hisyam


Aera mengangguk dan merapikan rambut Hisyam


“Abang lucu deh kalau nangis”ucap aera tiba-tiba saat Hisyam meminum teh yang aera bikin


“Saya memang kiyawo”ucap Hisyam santai


“Kiyawo”ucap aera tertawa


Teryata ketika Hisyam mengungkapkan apa yang ia rasa hubungan mereka tidak renggang tapi malah makin dekat satu sama lain,dan aera juga seperti bukan dirinya yang dulu saat bersama Hisyam


“Abang jorok deh gak mandi”ucap aera meledek Hisyam


Diluar dugaan aera Hisyam malah menjepit kepala aera pada ketiaknya dan ia tertawa puas


“Apa bauk,gak kan,”ucap aera


“Aera menatap Hisyam tak percaya bahwa Hisyam barusan menjepit kepalanya di ketiaknya


“Untung aku gak kehabisan nafas”ucap aera


“Saya bersedia kok ngasih nafas buatan jika kamu kenajisan nafas”ucap Hisyam


“Itu mah modus”ucap aera memukul bahu Hisyam


“Hahahhahah”Hisyam hanya tertawa menimpali omongan aera