
“kenapa suaramu sangat brisik “ucapnya sambil menjentik-jentikan jarum suntikannya
“ini akan membuatmu diam dan tak merasakan sakit lagi”ucapnya menyuntikkan cairan tersebut ke lehernya
“see you”bisiknya ditelingga laki-laki itu
“radit bereskan sisanya “ucap orang tersebut keluar dari ruangan itu dan melempar topeng yang ia kenakan
“dok”ucap dela memanggil aera
“aera dela”ucap aera menekan namanya
“hehe”dela hanya tertawa menanggapinya
“mau coba ,cakenya enak”ucap dela menawarkan pada aera
“bagaimana”ucap dela penasaran
“mm enak kamu beli dimana”ucap aera bertanya
“di jalan xxxx ucap dela
Jam 7 malam aera menginjak kediaman
“baca salam masuk rumah bisa kan”ucap mama bela sinis menatap aera yang masuk tampa salam
“assalamualaikum”ucap aera tak enak karna ia lupa baca salam
“waalaikumussalam ,kamu udah pulang”ucap hisyam mendekati aera dan mencium keningnya dan itu membuat aera merasa aneh
“kamu bawa apa”tanya hisyam yang melihat aera menenteng sebuah paperbag ditangan aera
“cake untuk mama”ucap aera menyerahkan cake tersebut ke mamanya
“saya gak makan coklat aera”ucap mama bela menolak mentah-mentah pemberian aera
“yaudah kalau mama gak mau buat aku aja ya ucap hisyam menarik tangan aera agar mamanya tak melukai lagi hati istrinya
“kamu yakin habisin ini sendiri ?”tanya aera melihat hisyam yang sedang makan karna cakenya yang banyak
“yaudah bagi-bagi aja sama mbok mayang sama mang diman ucap hisyam
“ooh baiklah”ucap aera setuju
Dan ia berlalu ke kamar untuk membersihkan diri
“apa kegiatan kamu hari ini”tanya hisyam yangmelihat aera menyisir rambut
“gitu-gitu gimana”tanya hisyam
“ya seperti dokter pada umumnya”ucap aera berdiri dari duduknya
“oh iya sini deh ra,”ucap hisyam memanggil aera untuk duduk didekatnya
“kamu tau gak ,orang yang hampir memperkosa kamu beberapa tahun lalu kan baru keluar penjara beberapa bulan ini,”ucap hisyam
Aera menatap hisyam menunggu kalimat selanjutnya
“tau gak tadi aku dapat kabar dari teman aku yang bertugas dikantor polisi,bahwa laki-laki itu telah meninggal”ucap hisyam
“mungkin karma”ucap aera
“kamu gak bayar orang buat bunuh dia kan ra?”ucap hisyam menatap aera
“abang pikir aku mau buang uang untuk hal begituan”ucap aera tak terima
enak aja kalau ngomong”ucap aera melempar boneka yang ia pegang karna kesal
“hahaha bercanda kok,kok serius gitu nanggapinya”ucap hisyam tertawa melihat aera yang kesal
“kamu dosa loh ra”ucap hisyam lagi
“emang aku ngapain”ucap aera bingung
“ini lempar aku pake boneka”ucap hisyam
“ih abang kok jadi lebay sih,orang boneka doang gak batu”ucap aera ngomel
“lah tu kan senyum-senyum”ucap aera mendekat ingin mencubit hisyam namun tangannya dipegang oleh hisyam
“Abang senang deh,kamu udah banyak interaksi gini sama abang”ucap hisyam mentap aera yang juga menatapnya
Aaera memutar matanya malas mendenggar omongan hisyam yang mulai lagi dan lagi
…
“Apakah nanti malam kalian pulang cepat”ucap mama bela membuka suara dimeja makan yang sepi itu
“hisyam pulang jam 4 kayaknya ma”ucap hisyam
dan aera yang diam di tatap oleh mertua dan suaminya
“akan aku usahakan pulang cepat ma”ucap aera