AERA SENA

AERA SENA
93



“Yuna”ucap Hisyam lembut


“Okeh kita tidak bahas mama lagi”


“Tapi bisakah jangan menangis lagi”


“Aku minta maaf”ucap Hisyam melihat wanitanya menangis dan histeris didepanya


“Ayo duduk dulu”ucap Hisyam perlahan mendekati Yuna


“Apa yang harus kita bahas lagi,takdir kita sudah berakhir”


“Tak bisakah anda menerimanya”


“Gak ,takdir kita tak akan pernah berakhir,kalau memang berakhir ,Allah Gak akan mempertemukan kita lagi”


Yuna bingung harus bagaimana ,ia sangat tahu dengan sikap keras kepala Hisyam


“Uncle akhirnya datang juga “ucap sara pada arkhan dan andika yang baru datang


“Jadi ada apa ,kangen ya sama uncle”ucap andika berjongkok didepan sara


“Bunda mana sara”tanya arkhan


“Oh bunda lagi ngobrol sama om yang waktu itu kesini”ucap sara


“Siapa?”


“Itu om yang berantem sama om waktu itu”ucap sara


“Sudah lama”tanya arkhan


“Sudah dari tadi ,belum selesai juga”ucap sara


Arkhan yang hendak masuk kekamar Yuna di cegah Oleh andika


“Kak Yuna juga butuh Bg Hisyam”ucap andika


“Biar kak Yuna yang memutuskan bagaimana,”ucap andika


Saat mereka hendak pergi pintu kamar Yuna terbuka dan itu membuat mereka menoleh ke sumber suara


Dua orang keluar dari sana dengan mata yang sama-sama merah dan ekspresi yang tak dapat dijelaskan


Arkhan menatap Hisyam dan Yuna bergantian,ia tak tahu apa yang terjadi didalam tapi yang ia yakini Hisyam tak akan menyakiti Yuna


Hisyam menatap sara dan young rae yang berdiri disebelah sara


ia berjongkok mensejajarkan posisinya


Ia tersenyum tapi air matanya tak ingin berhenti


Dia mengusap rambut sara dan young rae


“Om kok nangis”ucap sara menghapus air mata hisyam


“Om juga Gak tahu”ucapnya tersenyum dan menghapus air matanya


“Om boleh peluk ?”tanya hisyam


“Boleh”ucap sara namun young Ra hanya diam


Hisyam memeluk keduanya walau tak ada jawaban dari young rae tapi juga tak ada penolakan


Tangis Hisyam terisak teryata ia telah menjadi seorang papa ,dan untuk pertama kalinya ia memeluk putra dan putrinya


Yuna ,andika dan arkhan hanya diam melihat yang terjadi


“Om jangan nangis dong”ucap sara mengusap punggung Hisyam


“Om bahagia kalian ada didunia ini”ucapnya tersenyum hangat pada kedua orang itu


Ia tak ingin mengatakan bahwa dirinya adalah papa mereka biar saja Yuna yang mengatakannya


Ia berdiri dan menatap arkhan yang juga menatapnya ia berbalik dan berjalan kearah Yuna


Ia mentap lama wanita yang membuat hidupnya seperti rolling coaster itu


“Jika kamu bilang takdir kita telah berakhir,biar saja takdir itu juga yang akan menyatukan kita”ucap Hisyam menghapus air matanya yang jatuh


Ia mengusap kepala Yuna dan pergi dari rumah itu


“Ayok sayang kita kekamar “ucap andika mengajak young rae dan sara


Setalah kepergian Hisyam rumah itu sepi dan sangat hening


Arkhan mendekat kearah Yuna dan memeluk kakaknya dan saat itu juga tangis Yuna pecah dipelukkan arkhan


Arkhan mengusap punggung kakaknya untuk menenangkan Yuna ,ia tahu kakaknya juga tak ingin di situasi seperti ini tapi seperti yang di katakan Hisyam biar saja takdir yang akan membuat keputusannya sendiri


...….....


...Jangan lupa vote ,like ,dan komen gays👋🏻...