
Aera mengarahkan ponsel yang iya pegang pada Hisyam ,Hisyam bingung saat membaca nya ,apa ada hal seperti itu
Hisyam mengambil air dan memeberikan obat itu pada aera,setelah meminumnya tangisnya mulai berhenti dan tengorokan ya tak terlalu sakit tapi tidak dengan kulitnya
“Ayo kerumah sakit “ajak Hisyam menarik tangan aera dan lagi-lagi aera melepaskan tangan Hisyam dari tangannya
“Apakah kamu Gak sudi saya sentuh,sehingga beberapa kali kamu menolak tangan saya”ucap Hisyam menatap aera
Aera mengelengkan kepalanya,Hisyam salah paham padanya
“Permukaan kulit aku sakit jika disentuh Bg”ucap aera dengan suara yang tak terlalu jelas namun masih bisa didengar oleh Hisyam
Hisyam membuang nafasnya kasar
“Lalu apa yang harus saya lakukan untuk menguranggi rasa sakitnya”tanya Hisyam
Kini mereka Hanya diam tak mengeluarkan suara satu sama lain,Hisyam sudah mengajak aera pulang ke rumah mamanya namun aera menolak dan masih ingin disini
Sekesal-kesal Hisyam pada aera iya juga tak mungkin meninggalkan istrinya sendirian dalam keadaan begini
“Apa kita akan menginap disini malam ini”tanya Hisyam
Dan aera mengangguk tanda iya
“Tapi besok kita pulang ya”ucap Hisyam
“Bisakah beberapa hari kita disini “ucap aera
Hisyam hanya diam menatap aera
“Apa masih sakit”tanya Hisyam
“Tidak “jawab singkat aera
“Apa yang kamu makan sehingga alergi kamu kumat gitu,apa ini sering terjadi”
“Gak tau,nggak”ucap aera
“Apa kamu sudah periksa kedokter sebelumnya”tanya Hisyam
“Aku kan dokter”jawab
“Iyah kamu dokter tapi itu bukan bidang kamu aera sena”ucap Hisyam
“Abang tu ngomel-ngomel mulu dari tadi,masih cemburu”ucap aera
Hisyam hanya menatap aera tanpa ada niat menjawabnya
“Apa dengan begini cemburunya hilang”ucap aera memeluk Hisyam yang dari tadi memasang wajah datar
Hisyam kesal saat aera melepaskan pelukannya karna ada ketokan pintu dari luar
Tak berapa lama aera kembali membawa beberapa kantong makanan
“Kamu pesan kapan”tany Hisyam bingung
“Tadi saat pintu nya Abang kunci,”ucap aera memutar bola matanya
Ini siang pun telah berganti malam
“Ra kamu Gak takut kalau sendirian disini”tanya Hisyam karna rumah aera sangat-sangat sepi dimalam hari dan suara kendaraan yang lewat pun bisa dihitung
“Gak”ucap aera singkat
“Suasana rumah kamu horor bangat loh”ucap Hisyam
“Orangnya horor Gak”ucap aera menatap
“Ni horor,”ucap Hisyam menggelitik aera,hingga aera minta ampun untuk Hisyam berhenti menggelitiknya
Bukan berhenti Hisyam malah tambah menggelitik aera ,iya baru tau kau aera sangat pengeli orangnya dan ini bisa jadi senjata ampuh ngerjain aera
“Aww”ucap Hisyam karna aera menggigit tanganya
“Tau rasa”ucap aera
“Ih teryata kamu suka gigit tangan orang ya”ucap Hisyam
“Awas ya”ucap Hisyam kembali mendekati aera
“Ngak ampun,udah Abang ih kayak anak-anak”ucap aera
Namun Satria tak menghiraukan omongan aera dan ia kembali menggelitik aera
Dan ini adalah pertama kali mereka seperti ini dan alhasil ini juga pertama kali aera tertawa lepas bersama Hisyam
Namun tiba-tiba Hisyam menghentikan gelitikan ya pada aera
“Ra kamu dengar orang teriak Gak”ucap Hisyam berdiri dan mendekati jendela kamar aera
“Salah dengar kali Bg”ucap aera
“Ngak loh ,tadi kayak ada suara orang teriak gitu”ucap Hisyam melihat kearah luar dari jendela kamar
“Terserah Abang lah aku Gak dengar”ucap aera merapikan tempat tidur