AERA SENA

AERA SENA
75.murka ya Hisyam



“Saya rasa putri saya lebih memiliki pendidikan yang jauh diatas aml istri anda”ucap Suryo


Hisyam yang mendengar nama istrinya direndahkan tepat di depanya mengempalkan tanganya kuat


Matanya memerah menatap suryo bak ingin menerkam suryo hidup -hidup


“Gak pernah ada yang memeprlakukan putri saya seperti anda”


“Dilihat dari manapun putri saya tak sebanding dengan aml istri anda”


“Berhenti membawa nama istri saya “teriak Hisyam berdiri matanya memerah tangan mengempal sempurna


Hisyam yang tadinya tenang berubah seperti singa yang akan menerkam mangsanya


“Jangan pernah menyebut istri saya,bahwa nak anda yang terbilang memiliki pendidikan tinggi ini,seperti pelacur dihadapan saya”ucap Hisyam dengan lantangnya


“Ini yang anda bilang terdidik dengan baik,bahkan harga dirinya pun tak ada dengan menggoda saya,dia persis seperti wanita malam yang sedang mencari mangsa “ucap Hisyam dengan tatapan tajam nya


“Jangan pernah Bandingkan istri saya dengan wanita murahan seperti dia”ucap Hisyam menunjuk Angela


Suryo tak berkutik ,melihat tatapan murka Hisyam membuat mulutnya seakan terkunci


“Deiji batalkan semua kerja sama dengan orang ini,saya tak perlu bekerja dengan orang yang merendahkan aera saya”ucap Hisyam melangkahkan kakinya pergi


“Oh iya”ucap Hisyam menghentikan langkanya dna berbalik kebelakang


“Cabut semua investasi ke perusahaannya”ucap Hisyam dan langsung melangkahkan kakinya


Suryo yang mendengar apa yang kelaur dati mulut Hisyam kaget dan berlari mengejar Hisyam namun ia ditahan oleh deiji


“Pak tolong jangan cabut semu investasi ke perusahaan saya”ucap Suryo memohon


“Maaf anda telah melakukan kesalahan fatal dengan menghina aml istri pak Hisyam”


“Untuk semua keputusan mutlak dari mulut pak Hisyam dan tak bisa sya rubah”ucap deiji menyerahkan kontrak yang sudah ia robek


Saat sampai diparkir ia melihat mobil yang ia bawa bermasa Hisyam tadi sudah tak ada


“Terpaksa naik taksi online gue”ucap deiji melangkahkan kakiny keluar dari parkiran


Hisyam yang masih emosi melajukan mobil dengan kecepatan tinggi


Tujuannya bukan kekantor tapi ke rumah karna hanya berada dikamarnya dan aml istrinya ia bisa merekan emosinya


Saat sampai dirumah ia melangkahkan kaki nya untuk menuju lantai atas namun langkahnya terhenti karna panggilan dari sang mama


“Hisyam”ucap mama bela


Ia baru menyadari bahwa diruang tamu juga ada beberapa orang


“Ini nak kenalin anak teman mama,cantik kan”ucap mama bela menanyakan pendapat Hisyam


Hisyam menatap gadis tersebut lalu menatap mamanya


“Dia juga dokter loh”ucap mama bela


“Bagaimana kalau kamu pdkt dulu,siapa tahu cocok “ucap mama bela


Gadis tersebut hanya menunduk karna tersipu ditatap oleh Hisyam


“Ma sudah ma ,ini untuk yang terakhir kalinya”


”bagaimana bisa mama melakukan ini pada Hisyam”


“Ini yang mama bilang sayang sama Hisyam”ucap Hisyam menatap mamanya dengan mata yang memerah


“Bahkan aera belum lama pergi ,tapi mama sudah beberapa kali ingin menjodohkan Hisyam”


“Bahkan rasa sakit kehilangan aera belum sembuh walau hanya sedikit”


“Tapi mama selalu menambah luka dengan melakukan ini”ucap Hisyam


“Ma aku tak akan menjalin hubungan dengan wanita manapun termasuk dia”ucap Hisyam lantang


“Selamanya tak akan pernah ada nyonya yong rae Hisyam selain aera”


“Jika mama masih memaksa hisyam,biar saja hisyam menyusul aera”ucap hisyam


“Hisyam “teriak mama bela


“Hisyam mohon ma jangan paksa hisyam bersama wanita lain,hisyam tak akan pernah bisa ma”ucap hisyam bersujud dikaki mamanya


Semua orang yang ada disitu kaget termasuk hisyam


“Nak ,kami tidak menjodohkan kalian”ucap Sarah


“Tante hanya memperkenalkan alia,karna dia dokter psikolog,siapa tahu dengan menceritakan keluh kesah padanya bisa mengobati sedikit luka”ucap Sarah menenangkan hisyam


Walau hisyam terlihat baik namun mentalnya masih seperti awal kehilangan aera


Hisyam menepis tangan Sarah dan meninggalkan semua orang yang ada diruangan tersebut