AERA SENA

AERA SENA
95



Yuna memghampiri andika yang duduk di koridor


“Andika bagaimana kondisi orang yang menolong sara”


Andika menatap kakaknya tampa ada sepatah katapun


“Yang yang menolong sara adalah Bang Hisyam kak”ucap andika terbata-bata


“Apa kamu bilang”


“Yang didalam Bang Hisyam kak”ucap andika memperjelas kalimatnya


“Gak mungkin,dia sudah pulang ke Indonesia”ucap Yuna


“Tapi yang menolong sara adalah ayahnya kak”ucap andika


Saat itu juga dokter yang menanggani hisym kelaur


“Dok bagaimana kondisinya”tanya andika


“Pasien tidak terlalu baik dan juga tak terlalu buruk ,tapi luka dikepalanya lumayan parah”ucap dokter


“Dok apa boleh saya melihatnya “ucap Yuna


“Silahkan setelah dia dipindahkan keruang inap”ucap dokter tersebut meninggalkan Yuna dan andika


Setalah perawat memindahkan Hisyam ,Yuna dan andika segera menuju ruangan Hisyam


“Kak aku akan ke tempat sara dulu,kakak duluan aja kesana”ucap andika ingin memberi waktu buat kakaknya


Perlahan Yuna membuka kamar tersebut langkahnya sangat perlahan


Tiba-tiba air matanya jatuh melihat tubuh seorang laki-laki yang terbaring dengan beberapa luka yang cukup parah


Yuna menangis melihat kondisi Hisyam


“Ak aku memang membencimu,tapi aku juga tak mengizinkan kamu begini”ucap Yuna disela isak tangisnya


“Kenapa kamu selalu saja begini”


“Aku sangat membencimu,tapi kenapa ini sakit sekali melihat Mu begini”ucap sara memukul dadanya sendiri


Yuna mengenggam tangan yang tak bergerak itu


“Kenapa kau begini”ucap sara menundukkan kepalanya ,kenapa kau datang lagi dalam hidupku,aku sudah bersusah payah melupakan Mu,tapi kenapa kau datang,tapi melihat Mu begini diriku juga ikut sakit”


Yuna hanya menangis untuk meluapkan apa yang ia rasakan


“Kau sudah tahu kalau merak anakmu,kenapa kau tak mengatakan pada mereka bahwa kau adalah ayahnya,kenapa kau malah menghilang setelah mengetahuinya,lalu muncul lagi dan jadi seperti ini”


“Kenapa kau selalu membuat perasaanku berantakan”


“Kenapa kau jahat sekali”


“Uncle ayo masuk ,ayo kita jenguk om itu”ucap sara


“Iya sayang sabar dulu ,”ucap andika


“Kenapa kita tak masuk saja,kenapa disini”ucap sara


“Iya iya kita masuk “ucap arkhan dan langsung membuka pintu


“Bunda”ucap young rae yang langsung berlari kearah bundanya karna melihat yuna yang menangis


“Bunda kenapa nangis,apa dia menyakiti bunda”tunjuk young rae pada Hisyam yang belum sadar


Yuna hanya mengelengkan kepala


“Bunda hanya sedih “ucap yuna memeluk putranya


“Bisa tinggalkan kami berempat “ucap yuna melihat kearah andika dan arkhan


Arkhan segera menurunkan sara dan berjalan kelautan bersama andika


Sara yang hanya mengalami sedikit lecet ditangan masih bisa berjalan mendekat kearah yuna


“Sayang kalian pernah tanya kapan ayah akan kembalikan?”


“Dia sudah kembali sayang”ucap yuna menyeka air matanya


“Benarkan bunda apa kita akan menemui ayah”antusias sara


Namun tak ada reaksi dari young rae


“Young rae apa kamu tak senang ayah kembali”


“Lalu kenapa dia tak menemui kita”ucap young rae datar


“Dia lagi sakit sayang ,jadi Gak bisa datang pada kita saat ini”


“Lalu ,apa kita tak menjenguk ayah bunda”ucap sara


Yuna kembali menangis


“Kalian harus janji dulu pada bunda terutama young rae”


“Kalian harus ramah dan memanggilnya ayah setelah dia sembuh”ucap yuna mengulurkan kelingkingnya


“Janji “ucap sara menautkan kelingking kecilnya pada yuna


“Young rae”


“Janji bunda”ucap young rae yang ikut menautkan kelingkingnya