
“Bang aku pengen ikut”ucap aera yang mengikuti Hisyam kearah pintu
Namun Hisyam hanya diam dan berjalan sambil mengancingkan jas yang ia pakai
Namun saat aera mengijakkan kakinya diluar pintu dua Bodyguard sudah memegang tangan nya
“Abang teriak aera”namun Hisyam tetap berjalan menuju lift
“Aku bukan rapunzel yang kamu kurung disini ,aku pengen keluar “teriak aera
Namun Hisyam hanya diam dan menunduk tak ingin melihat wanitanya yang sudah menangis dipegangi Bodyguard yang ia tugaskan
Aera masuk kedalam dengan isak tangisnya
Hisyam benar-benar membuatnya seperti rapunzel
Namun tiba-tiba ia memegangi perutnya yang sangat sakit
“Darah”ucapnya kaget melihat darah yang mengalir dikakinya
Dengan susah payah aera berjalan kearah pintu meminta pertolongan
Namun Ia tak sanggup melanjutkan langkahnya untuk beberapa langkah lagi menuju pintu,perutnya sangat sakit dan darah yang mengalir dikakinya semangkin banyak
“Tolong”suara aera mulai melemah karna menahan sakit perutnya
“Tolong aku”ucap aera yang tak juga didengar oleh Bodyguard yang Hisyam tugaskan
Dengan sisa tenaga aera melemparkan pas bunga didekatnya kearah pintu hingga semua Bodyguard tersebut bergegas masuk karna mendengar benda yang pecah
“Bu”ucap salah satu Bodyguard yang melihat aera sudah dilantai dengan darah yang terus mengalir dikakinya
Tampa pikir panjang salah satu Bodyguard mengangkat aera dan berlari kelantai dasar dan membawa aera kerumah sakit terdekat
“Hallo pak”
“Bu aera mengalami pendarahan dan pinsan pak sekarang kami sedang membawanya ke rumah sakit xxx”ucap salah satu Bodyguard menghubungi Hisyam
Rasanya jantung Hisyam seperti berhenti mendengar yang barusan dilaporkan Bodyguard nya
“Bagaimana kondisi istri saya”ucap Hisyam saat sampai disana
“Bu aera sedang ditangani dokter pak”ucap salah satu Bodyguard dan yang lainya menunduk
Hisyam bolak balik menunggu dokter yang menanggani aera aura disana sangat mencengkam karna Hisyam dan para Bodyguard yang tak berani mengangkat kepalanya karna lalai dalam menjaga aera
“Dok bagaimana istri saya”ucap Hisyam langsung mendekati dokter yang keluar dari ruangan itu
“Bisa ikut saya”ucap nya membawa Hisyam keruangan ya
“Istri anda mengalami keguguran karna depresi dan stres yang berlebihan”ucap dokter tersebut
Bak sambaran petir bagi Hisyam ucap sang dokter tersebut
“Keguguran”ucap Hisyam mengulang kalimatnya
Dokter Anya hanya mengangguk
“Istri saya hamil ?”tanya Hisyam lagi
“Iyah kehamilan istri anda sudah memasuki angka 2 bulan”ucap dokter tersebut
“2 bulan” ucap Hisyam dengan suaranya yang terasa sulit keluar dari tengorokan nya
“Saran saya ,sebaiknya anda lebih menjaga istri anda dan jangan biarkan dia stres karna kehamilannya yang sangat lemah dan stres yang berlebihan membuat calon bayi anda tak dapat bertahan didalam rahim ibunya”
Seperti tak menginjak bumi Hisyam masuk keruangan aera air matanya mengalir begitu saja melihat tubuh wanita yang sangat pucat itu terbaring lemah di bangkar rumah sakit
“Ra”ucapnya mengenggam tangan aera
Ia tak berkata apa apa ia hanya menundukkan kepalanya sambil memengang tangan aera isak tangisnya semangkin menjadi membayangkan ia yang tak sengaja membuat calon bayinya meninggalkan ia dan aera
Ia yang mengurung aera sehingga aera stres,ia yang tak menyadari perubahan aera ,ia yang tak paham permintaan aera yang beberapa kali ingin ketaman adalah bawaan kehamilannya