AERA SENA

AERA SENA
31.kecemburuan Hisyam



“Kakak udah selesai apa kalian sudah “tanya aera pada andika dan arkhan


Dan keduanya mengangguk


Arkhan menuju kasir untuk membayar makanan tersebut


Dan andika menyusul langkah aera yang meninggalkan Hisyam


“Jangan bikin masalah lagi arkhan”ucap aera menatap arkhan


“Tapi dia yang salah kak,dia “ucap arkhan terhenti


“Gak ada pembelaan arkhan “ucap aera


Dan arkhan hanya diam tak menjawab lagi


“Eonni,kita kapan ke timezone bareng lagi”tanya andika


“Nanti kalau nilai kamu menyaingi akrhan”ucap aera


“Tu kan lu,nilai lu Gak usah tinggi-tinggi biar kita bisa ke timezone sama eonni”ucap andika menyalakan arkhan


“Lunya aja yang bodoh”ucap arkhan


“Uang kuliah udah kakak transfer,jadi kakak Gak mau ada yang kerja antara kalian berdua”ucap aera


“Kalau sampe aja ada,terima akibatnya”ucap aera


“Eonni”ucap andika saat aera akan memasuki mobil


Aera menghela nafasnya dan mendekati andika lalu memeluknya


“Jangan bikin masalah lagi ya “ucap aera melepas pelukan pada andika dan memeluk arkhan


Dan dianguki oleh arkhan dan andika


Saat aera sudah masuk mobil arkhan mengetuk kaca mobil aera karna memang mobil belum dijalankan oleh Hisyam


“Ada apa “tanya aera


“Ini “ucap arkhan mengeluarkan sesuatu di tasnya dan memberikan pada aera


“Kakak pergi dulu nanti akan kakak telpon”ucap aera menutup jendela dan mobil pun berjalan


Bukan pulang tapi Hisyam mengemudikan mobilnya ke jalan yang tidak asing bagi aera


“Kenapa mobilnya berhenti disini”ucap aera bingung


“Aku ingin bicara sama kamu”ucap Hisyam


Keluar dari mobil dan membukakan pintu mobil lalu menarik tangan aera


Aera benar-benar bingung kenap Hisyam mengajaknya kerumah kontrakan nya


Aera membuka pintu tersebut dan mereka memasuki sebuah ruangan yang tertata rapi


“Apakah mereka berdua pernah memasuki kamar ini”tanya Hisyam mengelilingi sudut kamar tersebut


“Mereka siapa”tanya aera bingung yang masih berdiri di ambang pintu


“Mereka tadi”ucap Hisyam


“Tadi siapa Bg”ucap aera tambah bingung


“Siapa tadi namanya arkhan dan andika”ucap Hisyam membuka orden kamar tersebut


“Oowh pernah kadang mereka tidur disini”ucap aera


Muka arkan memerah mendengar apa yang diucapkan oleh aera


“Lalu apa aja yang kalian lakukan”ucap Hisyam menatap aera


“Ngelakuin apa”tanya aera bingung dengan pertanyaan Hisyam yang berbelit-belit menurutnya


Hisyam menatap aera yang berjalan mendekati ranjang


“Bang sepatunya dibuka dong,aku Gak suka kamar aku dimasuki pake sepatu,kalau Gak pake sandal kamar itu aja”ucap aera menatap arkan yang masuk mengunakan sepatu tanpa melepasnya


Hisyam hanya menatap aera dengan tatapan yang sulit dijelaskan


Hisyam berjalan mendekati pintu dan mengunci pintu tersebut lalu kuncinya dimasukkan ke kantong celananya


Aera yang melihat itu bingung ada apa kenapa pintuny dikunci


“Kenapa mereka bisa jadi Adek angkat kamu”tanya Hisyam


“Karna mereka dan aku sama Gak punya siapa-siapa”ucap aera


“Sejak kapan”


“Sejak aku kelas 1 sma”ucap aera


“Jadi bagian tubuh mana saja yang sudah ia pegang”ucap Satria mendekati aera dengan mata yang menakutkan itu


“Abang ngapain sih”ucap aera risih dengan perlakuan Hisyam


“Saya bertanya bagian mana saja yang sudah ia pegang”ucap Hisyam


“Bagian,bagian apa”ucap aera berdiri dari duduknya