
Aera terdiam mendengar kata mengandung anak bagi hisyam ia tak menyangka mama mertuanya ini yang juga wanita tapi tak paham bagaimana perasaan wanita lain
“kamu lihat calon ibu bagi anak hisyam nanti,dia dari keluarga baik-baik ,dia pasti bisa jadi ibu yang baik juga nanti”ucap mama bela menimpali lagi
“mama cukup”ucap hisyam yang bingung dengan pola pikir mamanya
“mama juga wanita kenapa mama tak memahami perasaan aera sebagai perempuan juga”ucap hisyam
“dan kamu jika memang kamu dari keluarga baik-baik dan sholeh kamu tak mungkin menerima ini semua,apakah kamu tak memahami perasaan sebagai seorang perempuan juga”ucap hisyam marah pada nisa
Nisa mentap hisyam yang mentapnya dengan tak bersahabat
“saya hanya menuruti perintah ibu saya”ucap nisa membela diri
“hisyam aera belum memberikan keputusannya biarkan dia bicara mama yakin dia menantu yang baik”ucap mama bela
Namun hisyam berusaha menarik tangan aera untuk meninggalkan ruangan itu tapi aera tak ingin pergi dari ruangan tersebut ia diam dan melepaskan tangan hisyam
“apakah bang hisyam setuju dengan poligami ini”ucap aera menatap mama bela
Jantung hisyam berdetak begitu cepat mendengar kalimat yang keluar dari mulut aera
Namun sebelum hisyam membuka suara mama bela sudah dulu memotongng perkataannya
“hisyam setuju jika kamu mengizinkannya”ucap mama bela begitu bahagia seakan mendapat lampu hijau dari aera
“oke”ucap aera dan kaliamat itu berhasil membuat hati hisyam berantakan apakah sebegitu tak ada namanya di hati aera sehingga begitu mudahnya aera mengatakan iya dengan keputusan yang sebesar ini
“tapi berikan aku uang 100 ribu kali lipat dari mahar yang diberikan oleh nabi muhammad pada bunda aisyah”ucap aera membuat ketiga orang itu langsung kehilangan senyum diwajahnya dan hisyam yang hendak pergipun menghentikan langkahnya
Dan hal itu berhasil membuat murka mama bela namun tidak dengan hisyam iya malah menyunggingkan senyumnya
“akhirnya kamu menunjukkan wajah asli kamu juga,pantasan kamu menerima tawaran alm papa hisyam teryata kamu hanya menincar harta hisyam”ucap mama bela
Namun aera hanya diam tak menimpali omongan mama hisyam
“baik dalam kartu black card hisyam itu cuman nominal kecil”ucap mama bela sombong
“ma ,kartu itu sudah milik aera bukan abang lagi,karana bang hisyam sudah memberikanya sebagai mahar untuk aera”ucap aera
Dan itu membuat mama bela tambah murka dan ia baru ingat bahwa anaknya memberikan itu sebagai mahar pernikahan nya pada aera
“ma sudah cukup mama melukai hati aera hari ini,”ucap hisyam menarik aera untuk menuju kamar sebelum mendapat amukan dari mama bela atas apa yang dikatakan istrinya itu
Saat setelah selesai mandi aera melihat hisyam yang memainkan ponselnya sambil rebahan di tempat tidur
Aera ingin tidur juga tapi perutnya begitu lapar,ia memutuskan keluar kamar untuk mengisi perutnya
Hisyam juga tak meliriknya sama sekali ia hanya fokus pada ponselnya
Tak berselang lama aera kembali lagi kekamar membawa sepiring makanan dan segelas air putih ditangannya
Hisyam yang mendengar dentingan sendok dan piring mengalihkan perhatiannya pada sumber suara