
Sampai dirumah Hisyam berjalan ke arah kamarnya
“Nak Ayok makan dulu”
“Aku Gak lapar ma”ucap Hisyam tampa menoleh dan meneruskan langkahnya
Saat ia membuka pintu kamar seorang wanita yang biasa duduk di sofa kamar tersenyum kearah Hisyam
“Aera”ucap Hisyam berjalan mendekat kearah aera
“Kamu Gak mungkin kan ninggalin aku”ucap Hisyam berjalan mendekat
“Ra”ucap Hisyam yang kehilangan aera saat ia peluk
“Aera” teriak Hisyam hingga teriakannya sampai kelantai satu
“Aera”teriak Hisyam memeriksa seluruh ruangan
Namun saat Hisyam memeriksa bagian kamarnya tangan nya ditarik
“Hisyam”ucap mama bela menghentikan tindakan anaknya
“Ma lepas ma,Hisyam mau nyari aera,tadi aera duduk disitu ma”ucap Hisyam berusaha melepaskan tangan mamanya
“Sadarlah syam ,aera sudah Gak ada”ucap mama bela prihatin dengan kondisi anaknya
“Ma”ucap Hisyam memohon untuk dilepaskan
“Apa jika mama melepaskan kamu,dan kamu tidak menemukan aera di penjuru rumah ini ,apa yang akan kamu lakukan”ucap mama bela
“Nggak ma,mungkin aera keluar,tadi dia disini ma,sungguh”ucap Hisyam yang langsung berlari keluar mencari keberadaan aera
“Buk “ucap mbok mayang dan mang diman kebingungan melihat Hisyam yang berlari dari lantai atas memanggil-manggil aera
Mama bela hanya diam dan tak tahu harus menjawab apa
“Mbok “ucap mama bela memegang tangan si mbok
“Apakah Hisyam akan baik-baik aja mbok”ucap mama bela
Mbok mayang hanya mengelus punggung mama bela untuk menguatkan mama bela karna kondisi pisikis Hisyam yang memburuk
“Ma ,ayo bantuin Hisyam cari aera”ucap Hisyam menarik tangan mama bela
“Nak aera udah Gak ada,bukan kah kamu sudah mencari ke penjuru rumah”
“Nggak ma,tadi dikamar ada aera”
“Ma”ucap Hisyam menatap mata mama bela
“Bukankah kamu dengan tanganmu sendiri yang menguburkan aera”ucap mama bela
“”Nggak itu bukan aera ma”
“Hisyam sadarlah,istigfar Hisyam”ucap mama bela
Air mata hisyam jatuh tatapan nya kosong
“Aera Gak mungkin ninggalin hisyam ma,aera ada kok tadi hisyam lihat aera dikamar ma,sungguh ma”ucap hisyam mengenggam tangan mamanya berusaha meyakinkannya
“Nak istigfar,itu Hanya halusinasi kamu”
“Aku Gak halusinasi ma,aku sungguh melihat aera”ucap hisyam yang bersikeras dengan ucapannya
“Hisyam”ucap mama bela yang tak kuasa lagi menahan air matanya
“Mama aera masih hidup ma”ucap hisyam yang pecah dengan tangisnya
“Aera Gak ninggalin aku ma”
“Aera masih hidup”ucap hisyam histeris
Mama bela memeluk tubuh rapuh putranya,se berarti itu kah seorang aera bagi anaknya sehingga kehilangan aera membuat anaknya seperti ini
“Yang kuat nak,kamu pasti bisa melalui ini”ucap mama bela yang tak bisa menghentikan air matanya
Mang diman dan mbok mayang yang melihat itu juga sangat prihatin dengan kondisi hisyam mereka juga kehilangan aera mereka tak mengira kalau aera akan pergi secepat ini
“Aera “ucap hisyam melepaskan pelukan mamanya dan melangkah kearah dapur
“Ra “ucap hisyam menghapus air matanya dan tersenyum kearah dapur
“Ra”ucap hisyam yang kehilangan aeranya lagi
“Ma ,mama lihatkan tadi ada aera”
“Mbok mbok juga lihat kan tdi aera disana “tunjuk hisyam
Mbok mayang juga inkut menangis dengan apa yang diucapkan hisyam
“Hisyam sadarlah ,aera sudah Gak ada,jangan begini”ucap mama bela frustasi
“Ma aera masih ada,percaya sama hisyam ,aera tadi disana “ucap hisyam menghapus air matanya dan meyakinkan mamanya