AERA SENA

AERA SENA
10.kebohongan aera



“ini udah hampir enam bulan loh,masak gak ada tanda-tanda atau kamu mandul ra”ucap mama bela tanpa berfikir panjang


“astagfirullah ma,ucapan adalah doa,gak baik ma ucapan mama untuk istri hisyam”ucap hisyam kaget dengan omongan ibunya


Yang di bicarakan hanya diam tanpa mngeluarkan sepatah katapun dari mulutnya


“saya sudah selesai,saya permisi dulu”ucap aera mengambil jas putihnya dan membawa piring bekas makannya untuk diletakkan ke dapur


“tu kan ma,rara belum selesai makan ,mama ngomongin yang aneh-aneh”ucap hisyam menyusul istrinya


“ra”panggil hisyam saat aera sedang menunggu taksi


Nama yang dipanggil hanya diam tak menjawab


“berangkat bareng aku ya”ucap hisyam menarik tangan aera


“aku nuggu taksi aja”ucap aera melepas pegangangan hisyam dari tangannya


“saya gak nerima penolakan kali ini aera “ucap hisyam menekan kata penolakan pada kalimatnya


Dengan terpaksa aera mengikuti kemauan suaminya itu


“maafin omongan mama ya”ucap hisyam membuka suara dalam perjalanan


“mungkin mama tadi gak maksud ngomong gitu”ucap hsiyam


“mmm”hanya itu yang keluar dari mulut aera


“kamu sekali-kali penjangin kek ngomongnya kenapa sih,kayak hemat suara bangat”omel hisyam


Karna ia sudah ngomong panjang kali lebar lah hanya dijawab hmm,owwh dan sejenisnya


“Nanti aku jemput ya,pulang jam berapa “tanya hisyam


aera menatap hisyam dengan tatapan aneh


“aku pulang malam bg,jadi gak usah jemput”ucap aera keluar dari mobil tersebut



“lu lembur syam”tanya deiji melihat jam dipergelangan tangannya karna sudah pukul 5:20


“ngebucin lu ya sama dokter dingin itu”ledek deiji


“ngebucin sama pasangan yang halal apa salahnya”membalas ledekan deiji


“alah gayalu,gue dululan “pamit deiji karna pekerjaanya sedah selesai


Hisyam menyusuri lorong rumah sakit yang agak sepi tersebut menju ruangan aera


“dela “panggil hisyam yang melihat dela baru keluar dari ruangan aera


Dela menatap laki-laki yang memanggilnya tersebut dengan tatapan aneh,ia seperti mengenal laki-laki tersebut tapi dimana


“aera di dalam”tanya hisyam pada dela


“aera”tanya dela lagi


“iyah apa aera sudah pulang”tanya hisyam lagi


“aera gak masuk hari ini”ucap dela yang baru ingat siapa hisyam


“tadi pagi saya mengantar sendiri kesini”kekeh hisyam


“tapi memang aera gak ada jadwal hari ini”ucap dela menjelaskan


Hisyam duduk di balkon dengan pikirannya sendiri ,kebetulan balkon kamar hisyam berhadapan langsung ke arah gerbang keluar jadi iya bisa melihat aera pulang pakai apa


Sudah 2 jam lebih hisyam menunggu tapi belum ada tanda-tanda aera kembali


Saat iya ingin masuk iya melihat sebuah gojek berhenti didepan rumah dengan seorang perempuan yang teryata aera


“malam ma”sapa aera saat berpapasan dengan mertuanya


“jam segini kamu baru pulang dari mana saja kamu”tanya mama bela


Kadang aera juga bingung waktu masih ada alm pak herman ,mama bela baik padanya tapi sekarang mama bela seperti tak menyukai ia tapi ia hanya diam tak mengubris kata-kata pedas yang diterimanya dari mama bela


“kerja ma”jawab aera


“kerja sampe jam segini ,mana ada dokter yang kerja sampe larut malam gini ,rumah sakit itu ada sifnya “ucap mama bela