
Aera bersembunyi disudut lemari yang tak jauh dari dela ia menutup mulutnya agar tak mengeluarkan suara sedikitpun
Langkah kaki itu semangkin dekat dan semangkin jelas
“Apakah kita kedatangan tamu,pelacurku”ucap seseorang itu mengangkat degu Nisa hingga terangkat menghadap orang tersebut
“Keluarlah ,atau aku yang akan mendekatimu”ucap orang tersebut yang masih berdiri di tempatnya
Aera meremas bajunya dan menutup mulutnya
Namun tiba-tiba tangannya ditarik hingga ia terjatuh kelantai
Aera melihat laki-laki yang memakai topeng dan hoodie hitam tersebut
“Hahaha apakah kau mau menjadi suka relawan disini “ucapnya tersenyum miring
Aera berdiri dan menatap laki-laki tersebut tajam
“Hahah kenapa kau begitu menarik,aku suka tatapanmu itu”ucap orang tersebut menyentuh aera namun tangan nya ditepis kasar oleh aera
“Apa yang kau lakukan pada temanku”ucap aera
“Hahah ,oh iya dia rekan kerja dan bestie Mu ya”ucapnya berjalan mengelilingi aera
Tiba-tiba orang tersebut berusaha menarik rambut aera namun aera segera menghindar
“Hahah teryata kau sangat waspada”ucapnya tertawa
Laki-laki itu mengambil sebuah kayu dan menyeretnya kearah aera sehingga aera memundurkan langkahnya hingga tak ada jarak antara dirinya dan dinding
Laki-laki tersebut tersenyum devil menatap aera
“Aku akan meratakan kesomoboganmu itu”ucap nya mengayun kan kayu tersebut kearah aera
“Ah shitt”ucapnya mengupat lagi-lagi aera menghindari serangannya
Saat tak ada lagi ruang untuk aera bergerak aera menahan kayu tersebut dengan tangannya dan memukul orang tersebut dengan besi yang ia jangkau
“Shittt”ucapnya memegang kepalanya yang berhasil aera serang
“Teryata kau tak bisa kuperlakukan seperti yang lain”ucapnya menyerang aera membabi buta
Aera berusaha bertahan dengan sedikit bela diri yang ia bisa
Aera juga membalas setiap pukulan yang diberikan laki-laki tersebut
Ya mau seberapapun aera berusaha ia tetaplah seorang perempuan tenaga nya kalah dari laki-laki yang ia hadapi
Iya terpental kedinding akibat tendangan yang tak bisa ia hindari
Aera sedikit meringgis memegang perutnya
“Brug” besi yang aera pegang berhasil mengenai rahang orang tersebut
Saat aera mencoba memukul lagi benda lain berhasil mengenai tangannya hingga besi yang ia pegang jatuh kelantai yang membuat bunyi nyaring
Orang tersebut menjambak rambut aera dan menampar pipi aera,aera berusaha sekuat tenaga melepaskan jambakan tersebut dari rambutnya
Plakkk
Satu tamparan lagi mendarat dipipi mulus aera
“Aera”ucap seseorang yang tak lain adalah dela
“Lari Ra”ucap dela menagis
Hisyam sudah berulang kali mengelilingi rumah kosong ini tapi tak menemukan apa-apa saat ia mencoba menelpon aera telpon aera Tak aktif
“Apa kamu yakin aera disini,disini rumah kosong syam”ucap deiji
“Aku yakin aera berada di sekitar sini”ucap Hisyam yang berusaha mencari kejanggalan dirumah ini
“Kita cari ke tempat lain saja syam,mungkin di sekitar sini”ucap deiji
“Disini tak ada rumah lain selain ini yang mencurigakan”ucap Hisyam
Hisyam beberapa kali memukul dinding karna frustasi tak menemukan aera
“Hahah akhirnya kau sadar juga”ucap orang tersebut
“Jangan sakiti temanku nathan brengsek”teriak dela
Aera kegat dengan nama nathan yang dela ucapkan
Nathan mendorong aera hingga kepalanya terbentur kemeja dan mengeluarkan darah
Perlahan nathan membuka topeng nya dan menurunkan. Hoodie yang menutupi kepalanya
“Ahh kenapa kau begitu cepat menyebut namaku,aku masih ingin bermain-main dengan wanita sombong ini”ucap nathan kembali mendekati aera