AERA SENA

AERA SENA
67. Seven megic mountains



Aera melajukan mobilnya tapi bukan pulang tapi ke sebuah tempat wisata



Ya aera mengunjungi seven megic mountains


Dia mengirim sebuah foto tersebut ke Hisyam


“Aku kesini dulu”pesan singkat yang dikirm aera


Hisyam yang sedang berada diruangan kerjanya langsung mencek hp yang baru saja berdering


Hisyam langsung menelpon aera ketika ia melihat apa yang dikirim aera


“Kenapa kamu pergi jauh sekali dari pusat kota”ucap Hisyam saat telpon telah diangkat


“Mm ya ,tadi aku melihat postingan seseorang ,kelihatan nya bagus mangkanya aku kesini,teryata memang sangat indah”ucap aera menjelaskan


“Aera jika kamu tidak pulang sekarang Abang akan mengirim Bodyguard untuk menjemput Mu”


“Abang mengancamku?”tanya aera


“Tidak hanya saja khawatir kamu terlalu jauh mengendarai mobil”ucap Hisyam


“Ya aku akan pulang”ucap aera langsung masuk mobil dan menjalankannya


Ia menarok telpon yang masih terhubung dengan Hisyam Disampingnya


“Jangan bawa mobil ngebut Ra”peringatan hisyam


“Iyah ini pelan kok”


“Abang udah makan,mau di beliin Gak”tanya aera


“Gak usah yang penting kamu segera pulang”ucap Hisyam


“Okeh “ucap aera menambah kecepatan mobilnya


“Ra jangan ngebut”peringatan Hisyam lagi


“Gak”sahut aera


“Kedengaran aera”


Aera Hanya diam tak menjawab,ia menspeaker panggilannya dengan Hisya karna ia tak membawa aerphone


Selang tak beberapa lama aera panik sediri karna rem mobilnya yang tiba-tiba tak bisa berfungsi


“Ra kenapa “tanya Hisyam yang mendengar kepanikan dari suara aera


“Rem remnya Gak berfungsi”ucap aera


“Kamu tenang jangan panik,”ucap Hisyam yang mencoba menenangkan aera yang panik


“Gimana mau tenang ini mobilnya kencang bangat “teriak aera


“Abang “teriak aera saat mobil yang ia bawa tak terkendali lagi


Hisyam mendengar suara tabrakan dari telpon yang terhubung dengan aera


“Ra “panggil Hisyam


Namun tak ada jawaban


Hisyam langsung berlari keluar apartemen tampa memperdulikan apapun ,pikiran hanya tertuju pada aera


“Mobil”ucap Hisyam meminta kunci pada salah satu Bodyguard yang ada diluar


“Mau kemana tuan”tanya Bodyguard tersebut


“Cepat mana kuncinya”teriak Hisyam yang panik


Setelah mendapatkan kunci Hisyam berlari dan disusul para Bodyguard nya


Nafasnya benar-benar tak teratur ,dia berusaha memanggil aera tapi tak ada jawaban


Duarrrr


Tiba-tiba Hisyam mendengar bunyi ledakan yang sangat keras dari ponselnya dan telpon yang tadinya terhubung langsung terputus


“Ra”teriak Hisyam yang semangkin diliputi rasa takut


“Kenapa lift ini sangat lama sekali”ucap Hisyam yang menaiki lift dari lantai 10 ke lantai dasar


“Sampai di dasar ia segera berlari tampa memikirkan apapun ,yang ada di Fikirannya sekarang hanyalah aera


Hisyam melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dan diikuti oleh satu mobil yang ditumpangi para Bodyguard Hisyam


“Kenapa no kamu Gak aktif Ra”gumam Hisyam yang berusaha menghubungi aera


“Ya Allah semoga yang hamba takutkan tak terjadi”gumam Hisyam tak henti hentinya berdoa


Ia benar benar takut dengan apa yang ia pikirkan


Saat dalam kecepatan tinggi tiba tiba telpon Hisyam berbunyi,ia pikir yang menghubunginya aera ,tapi nama yang tertara adalah mama


“Hallo assalamualaikum ma”ucap Hisyam mengangkat telpon dari mamanya


“Kamu dimana kok Gak dirumah”tanya mama bela yang baru sampai di Indonesia


“Hisyam sedang di Amerika bersama aera ma,ma nanti Hisyam telpon lagi”ucap Hisyam langsung mematikan telpon dari mamanya