
Sara Hanya menatap bundanya yang menangis
“Nuna”ucap young rae
“Jika bunda tak suka kita disini ,ayo bunda kita pulang saja,tapi bunda janji jangan nagis lagi”ucap sara menghapus air mata bundanya
Rencana jalan-jalannya semua hancur berantakan ia segera membereskan semua barang-barangnya dan barang-barang anaknya
“Kenapa wajah lu ditekuk gitu syam”tanya deiji
“Dia menampar gue “ucap Hisyam mendudukkan dirinya disofa
“Siapa ?”ucap deiji mendekati Hisyam
“Aera gue deiji,dia menampar gue”ucap Hisyam menundukkan kepalanya
“Syam emang berapa lama lu akan anggap dia aeralu,lalu bagaimana jika lu ketemu orang yang mirip aera lagi,apa lu akan memanggil dia aera lagi?”
“Apa akan ada banyak aera di hidup lu,”
“Deiji cobalah berfikir pakai logika,dia seperti aera “
“Iya Hisyam lu yang harus gunain logika lu,bukankah dia sudah menunjukkan identitasnya,”
“Kalaupun dia aera,lu fikir aera punya kekuasaan apa untuk mengubah identitas dirinya “
“Dia hanya anak yatim piatu syam,apa lagi setelah lu memaksanya berhenti jadi dokter “ucap deiji
“Gue Gak pernah maksa dia berhenti jadi dokter?”tegas Hisyam
“Trus yang lu lakuin apa,mengambil ahli rumah sakit itu,dan memecatnya,trus itu apa syam,lu jahat sama dia syam,lu tau itu impiannya,mimpinya,”
“Lu tahu alasan gue lakuin itu”
“Yah gue paham tapi ,bukan begitu caranya syam”
“Lihat apa yang lu lakuin ,aera keguguran karna depresi,ia stres ,karna lu perlakukan seperti rapunzel “
“Stop”ucap Hisyam menutup telinganya
“Gue Gak akan stop ,sampai lu sadar,jika memang lu mencintai aera lu Gak akan lakuin itu semua syam”ucap deiji yang kesel melihat semua tindakan Hisyam
“Bukankah kehadiran Yuna ,bisa mengobati rindu lu sama aera,lalu kenapa lu mengusiknya”
Dia memang terlalu berlebihan pada aera,karna ia memiliki ketakutan berlebih,hingga ia benar-benar kehilangan aeranya
Hisyam tertidur disofa setalah ia menagis ,deiji sudah terbiasa melihat Hisyam yang seperti ini,jadi ia membiarkan Hisyam tenang dan bisa berfikir lagi
“Ra,ra”suara Hisyam terdengar serak
“Aera”ucapnya gelisah
Deiji yang mendengar suara Hisyam yang kurang jelas mendekat untuk memastikan itu berasal dari Hisyam atau bukan
“Ra,ra”ucap Hisyam yang berkeringat dan sangat pucat
“Syam “ucap deiji berusaha membangunkan Hisyam
“Ya Allah panas bangat “ucap deiji
Hisyam yang tak kunjung sadar ,terus terusan memanggil nama aera
Tanpa pikir panjang deiji mengangkat tubuh Hisyam dan langsung turun melantai dasar
Semua karyawan yang melihat itu panik karna bos mereka yang digendong dan tak sadar kan diri
“Mobil teriak deiji”
Sekuriti yang bertugas segara membukakan pintu mobil untuk Hisyam
“Kasian ya pak Hisyam “sering down
“Iyah sejak kehilangan almr istrinya sering bangat masuk rumah sakit”ucap karyawan berdiskusi
“Istimewa bangat istrinya bagi dia ya”
“Beruntung bangat puny suami seperti pak Hisyam pasti”ucap para karyawan
Disalah satu rumah sakit Hisyam dilari kan ke ugd karna panas badannya
Deiji sudah menelpon mama Hisyam dan mengabarkan Hisyam down lagi
“Mana Hisyam deiji”ucap mama bela yang baru sampai
“Hisyam didalam tante sedang ditangani dokter”ucap deiji