
“Ayok sekalia lagi”ucap Hisyam
“Ayah sara Gak keliatan “rengek sara
“Sini duduk depan ayah “ucap Hisyam
Sara berpindah ke depan tapi saat sara duduk hp yang dipegang Hisyam jatuh bersamaan dengan Hisyam yang juga pingsan tak sadarkan diri
“Ayah teriak “sara
Yuna juga panik dengan Hisyam yang tiba-tiba pingsan
Yuna segera mengambil ponsel yang jatuh untuk menghubungi arkhan dan andika tapi belum dua orang itu datang seseorang sudah berlari ke arah Hisyam ,orang yang sangat familiar bagi Yuna, ya orang itu adalah deiji
“Syam “ucap deiji yang langsung berusaha mengendong tubuh Hisyam
Dan saat bersamaan arkhan dan andika datang
“Kak kenapa Bang Hisyam kenapa”
“Tiba-tiba pingsan”
“Lalu mana Bang Hisyam”
“Kalian pemegang anak-anak,kakak mau susul deiji,kalian nyusul saja “ucap Yuna yang langsung lari ke arah deiji yang masih terlihat punggungnya
“Dokter”teriak deiji yang langsung merebahkan Hisyam di brangkar rumah sakit
“Segera lakukan pemeriksaan kondisinya”ucap deiji panik
“Bagaimana kanker di otaknya ,apa dia baik-baik saja”ucap deiji yang sangat panik
Yuna yang berada diluar pintu mendengar apa yang diteriakkan deiji didalam membuatnya terpaku
“Kanker?”
“Silahkan bapak tunggu diluar “ucap dokter dan beberapa perawat
“Berikan perawatan paling terbaik,siapkan kamar vvip di rumah sakit ini “ucap deiji kepada dokter tersebut
“Apa yang saya dengar itu benar,kangker apa yang anda maksud”ucap Yuna menanyakan pertanyaan yang bertubi-tubi
“Deiji hanya menatap Yuna datar”dan tak menjawab sedikitpun
“Jawab saya “teriak Yuna mencengkram krah baju deiji
“Jika saya jawab apa semua nya baik-baik saja,apakah dia mendapatkan kesempatan untuk bahagia di sisa hidupnya”ucap deiji melepas paksa tangan Yuna
“Apa selama ini anda pernah memikirkan betapa menderitanya Hisyam dan frustasi karna kehilangan anda”
“Saya akui Hisyam memang salah membawa paksa dan tak membiarkan anda pergi kemanapun karna khawatir dan itu semua berlebihan”
“Tapi apa harus hidup se menderita ini yang anda berikan padanya,apa anda tahu dia sangat mencintai anda dari pada dirinya sendiri,lalu kenapa dia mulai bisa sedikit melupakan anda ,anda harus muncul lagi dalam hidupnya”
“Jika anda marah pada ibunya kenapa harus dia yang anda buat menderita,bukankah selama ini dia selalu membela anda saat anda dipojokkan ,bukankah dia selalu ada dipihak anda saat semua orang memusuhi anda,apa semuanya masih kurang”
“Apa anda tahu berapa banyak obat yang dia konsumsi,untuk tetap waras karna kehilangan anda”
“Dan semua itu membuatnya sakit sampai ke titik ini,apa anda puas”ucap deiji pada wanita yang sangat di cintai oleh Hisyam
Di benar marah dengan apa yang dilakukan Yuna walau tak sepenuhnya salah Yuna,dia ikut terbawa emosi karna kondisi Hisyam yang semangkin memburuk
“Kenapa anda membentak kakak saya”ucap arkhan yang baru datang an langsung mencengkram baju deiji
“Arkhan lepaskan dia”teriak Yuna
Tiba-tiba suster membuka pintu ugd dan seseorang yang ada di brangkar didorong oleh suster dan dokter sehingga mereka yang berdebat menoleh kearah pintu tersebut
“Dok apa yang terjadi “ucap deiji mengikuti dokter
“Maaf detak jantung pasien melemah ,saya harus segera memindahkan pasien ke ruang icu agar mendapat perawatan yang intensif”
Yuna juga berlari mengikuti dokter tersebut sambil memegang tangan Hisyam
Tak ada kaliamat yang kelaur dari mulut Yuna selain air mata yang mengalir