
Arkhan hanya diam tak menanggapi
“Dek kakak mau ngomong sebentar”ucap aera berdiri
Namun tangannya dicegah oleh Hisyam
“Disini aja ngomongnya”
“Ngak bisa Bang,aku mau ngomong berdua sama arkhan”ucap aera meninggalkan Hisyam dan dela
Hisyam menatap aera yang ngomong berdua dengan arkhan diluar entah apa yang meraka omongin karna keduanya terlihat sangat serius
Tak berasa sudah beberapa jam dela menghabiskan waktu ditempat aera ,sejak kejadian itu dela memang sering mengunjungi aera untuk memastikan kondisinya
“Ra aku balik dulu”ucap dela memeluk aera
“Oh udah mau balik aja”
“Eh Adek lu mana “tany dela celingukan
“Udah balek tadi”
Arkhan memang langsung pergi setalah ia selesai berbicara dengan aera
“Dahh”ucap dela melambaikan tanganya
Setalah dela pulang aera langsung bergegas kekamar
“Apa yang kamu bicarakan sama Adek kamu tadi”tany Hisyam tiba-tiba
Aera mengerutkan keningnya kenapa Hisyam kepo sekali
“Privasi”ucap aera
“Ra Gak ada yang namanya privasi sama suami Ra”ucap Hisyam menekan kata suami
“Kata siapa,walau udah nikah tetap ada aja privasi masing-masing Bg “ucap aera
“Itu pemikiran kamu bukan saya,”ucap Hisyam
“Ya emang kan yang ngomong aku”ucap aera
“Ya saya pengen tau,dan kamu Gak boleh ada privasi sedikitpun dari saya”
“Jadi kasih tau saya “
“Privasi apa yang kamu sembunyiin”ucap Hisyam mengikis jarak antara aera dan dinding
“Saya pengen tau”ucap Hisyam yang membuat aera sudah mentok ke dinding
“Atau??”ucap Hisyam mengantung omongannya
“Kalau saya Gak boleh tau privasi kamu,saya mau minta hak saya sebagai suami”ucap Hisyam menatap aera
Orang yang ditatap hanya menundukkan kepalanya tampa berani menatap Hisyam
“Apa boleh saya lakukan “
“Ha boleh”ucap Hisyam mengulang-ulang omongan nya
Namun aera masih menunduk dan diam
Hisyam melepas jepit rambut aera dan membuat rambut panjang aera jatuh dengan sempurna
“Hmm bagaimana,apa saya boleh tau privasi itu atau saya boleh minta hak sekarang”ucap Hisyam memainkan rambut aera
Karna aera hanya diam tak menjawab Hisyam melai mendekatkan wajahnya pada aera namun aera hanya diam tak menghindar atau apa,lalu Hisyam membuka satu kancing bagian atas aera dan aera masih diam tak bergerak,atau mencegah apa yang dilakukan Hisyam
Hisyam tertawa remeh
“Segitunya kamu sama privasi itu,hingga kamu merelakan apa yang selama ini kamu tolak”ucap Hisyam meninggal kan aera yang masih berdiam ditempatnya
Sudah 2 jam lebih Hisyam pergi tapi belum kemabali juga,padahal beberapa hari ini ia selalu mengikuti aera kemanapun
“Apakah Bang Hisyam marah “ucap aera yang menatap dirinya didepan cermin
“Bukan kah dia yang bilang ingin minta hak,saat aku udah berusaha Gak nolak kok dia malah pergi”ucapa aera
Ya waktunya saat aera sudah siap melakukan kewajibannya itu yang tidak tepat
Hisyam hanya mengancam dan tidak akan berani juga
Dan keduanya berada dititik kesalah pahaman satu sama lain
“Apa aku Gak menarik ya”ucap aera menatap dirinya didepan cermin
“Mbok liat Bang Hisyam”tanya aera pada mbok mayang yang sibuk didapur
Aera memutuskan mencari Hisyam karna dari siang Hisyam meninggalkan nya dan belum menemuimu sama sekali