
Jam 8 malam aera tiba dikediaman Hisyam rumah besar ini tampak sepi karna mama bela yang pergi ke Jepang ke tempat saudaranya yang ada disana ,belum tau kapan pulang ,sedangkan hisyam belum pulang karna mobil nya belum ada dibagasi rumah
Aera memilih membersihkan diri dan langsung merebahkan dirinya
Saat ia sedang enak-enaknya tidur ,ia terganggu dengan seseorang yang memeluknya perlahan matanya terbuka dan melihat sosok itu adalah Hisyam dengan masih memakai sepatu dan jas kantor dan pastinya ia belum mandi
“Abang “ucap aera menyuruh Hisyam melepaskan tangannya
“Mandi dulu ganti baju,baru tidur “ucap aera dengan suara khas bangun tidur
Namun yang dibangunkan hanya diam seperti kerbau tidur
“Bang”ucap aera menggoyangkan tubuh Hisyam ia tak tau kapan Hisyam pulang kerja tapi sekarang sudah menunjukan pukul 11 malam
“Hmm”Hanya itu kata yang keluar dari mulut Hisyam
“Bagun Bang,berat Bang,tangan aku keram sebelah “ucap aera
Hisyam mendudukkan dirinya perlahan dan menatap aera
Aera bingung ada apa dengan Hisyam kenapa dia sepeti ini ,tampilan yang sedikit berantakan dan Hisyam bukan tipe orang yang pulang kerja tak mandi atau sebagainya seperti yang aera tau Hisyam ada lah siraja bersih
Hisyam mendekati aera dan memijit tangan aera yang keran akibat ia tindih tadi
“Ada apa”tanya aera menatap Hisyam
Hisyam hanya mengeleng
“Sudah “tanya Hisyam
Aera mengangguk karna tangannya tidak kram lagi
Lalu Hisyam pergi kekamar mandi tapi sepertinya tidak mandi ,ia hanya mencuci wajahnya dan pergi keruang ganti untuk menganti pakaiannya lalu langsung merebahkan tubuhnya
Aera yang dari tadi memperhatikan Hisyam binggung apakah ini Hisyam yang ia kenal atau bukan
“Apa ada masalah “tanya aera menatap Hisyam yang membelakanginya
Hisyam hanya diam tak menjawab omongan aera
“Bang”ucap aera yang kembali mengajak Hisyam berbicara
Namun Hisyam Hanya diam dan menutup matanya
“Mmm tidurlah sudah malam”ucap Hisyam
“Abang kenapa”ucap aera
“Cuman capek kerja aja”jawab Hisyam
Aera memutuskan keluar kamar dan tak berapa lama ia kembali kekamar lagi membawa secangkir teh,entah dia kesambet atau apa tapi iya ingin saja membuatkan Hisyam teh agar capek Hisyam sedikit hilang
“Abang mau minum teh Gak,ini”ucap aera meletakkan dia samping meja kecil didekat tempat tidurnya
Lalu iya memijit kaki Hisyam namun Hisyam menarik kakinya
“Jangan memijit kaki saya aera”ucap Hisyam yang masih menutup matanya
“Abang Gak suka ya”ucap aera yang beralih memijit punggung Hisyam namun Hisyam juga menghindar dan melarangnya
“Yaudah minum dulu tehnya Bang,mumpung masih panas ,biar capek Abang sedikit hilang”ucap aera
Hisyam hanya diam tak menjawab
“Abang kenapa sih ,”ucap aera kesal karna Hisyam benar-benar mengabaikannya ia merasa tak berbuat salah hari ini pada Hisyam
Lalu aera memutuskan tidur juga membelakangi Hisyam
“Apa saya seburuk itu menjadi seorang suami buat kamu Ra”
“Apa saya ini Gak bisa kamu andalkan”
“Apakah saya ini sepayah itu jadi suami”ucap Hisyam yang masih membelakangi aera
Aera kaget dengan penuturan Hisyam
“Maksud Abang apa”ucap aera yang langsung mendudukkan dirinya
Hisyam juga ikut duduk dan menatap aera
“Apa saya ini suami yang buruk bagi kamu,apa saya ini Gak bisa kamu andalkan dalam berbagai hal”ucap Hisyam yang matanya sudah berkaca-kaca
“Kenapa kamu membohongi saya lagi,kenapa kamu lebih memilih merepotkan orang lain dari pada suami kamu ini,mengapa kamu tak pernah berkata jujur pada saya”ucap Hisyam yang air matanya sudah jatuh
Aera sangat kaget melihat seorang Hisyam menagis ,karna ini kali pertamanya ia melihat Hisyam menagis