
Tepat jam 5 sore saat aera sedang menunggu taksi online yang ia pesan tiba-tiba gps dela tersambung ke telpon yang aera pegang
Aera segera melacak lokasi dela ia memilih naik ojek di sekitar sana untuk segera menyusul dela
Iya yakin dela tak mungkin dengan sengaja menekan tombol itu
Sebelumnya ia juga mengirim pesan pada arkhan untuk selalu mengecek hp karna bila keadaan mendesak ia akan mengirimkan lokasinya
Saat dalam perjalanan aera mengirim sebuah pesan pendek pada Hisyam
Aera mengirim lokasi keberadaan dela dan menulis pesan singkat
“Bg aera mau kesana nolongin dela,dia dalam bahaya,tolong susul aera”itulah pesan singkat yang aera kirim pada Hisyam
Hisyam yang melihat sekilas siapa yang mengirim pesan langsung tersenyum dan segera membuka nya senyumnya lenyap melihat pesan singkat yang dikirm aera
Ia mencoba menghubungi aera namun tak diangkat sama sekali
Ia ingin menyuruh aera untuk menunggunya namun aera tak menganggakat telpon
“Ada apa syam”tanya deiji melihat ekspresi wajah Hisyam yang berubah
“Ikut saya”ucap Hisyam menyambar kunci mobil dan secepat mungkin melangkah kan kakinya
Di sepanjang perjalanan Hisyam berusaha menelpon aera namun tak diangkat sama sekali,dan itu membuat Hisyam semangkin panik
Setelah menyetir lebih dari 25 menit Hisyam baru menyadari alamat yang dikirim aera tak jauh dari rumah milik aera
Aera memasuki sebuah gedung kosong lebih tepatnya rumah kosong yang dibelakang rumah miliknya
“Aku sudah duga ada yang tak beres dengan rumah ini”gumam aera mencari keberadaan dela
Ia mendengar samar-samar teriakan seseorang namun ia sudah mencari keseluruh ruangan tapi tak ada orang disana
Aera menelusuri ruang tamu tersebut dan mengetuk-ngetuk dindingnya
“Aku yakin ada ruangan lain dibalik didinding ini”ucap aera
“Tapi gimana masuknya”ucap aera
Lalu tampa sengaja ia menjatuhkan pas bungga kayu dan sebuah pintu terbuka
Namun sebelum masuk aera meninggalkan barang yang mungkin saja kalau arkhan melihat arkan akan paham maksud dari barang tersebut
Saat aera melangkahkan kakinya masuk,pintu otomatis tertutup aera mencari fitting lampu namun saat lampu hidup aera kaget bukan main melihat isi ruangan itu
Aera menutup mulutnya agar tak muntah
“Dela”ucap aera yang melihat dela terikat di sebuah brankar yang tak sadarkan diri
Disana tak hanya ada dela ada satu wanita lagi yang terikat di sebuah kursi
Wanita itu tak asing bagia aera
“Ra tolong aku”ucap wanita tersebut lirih ia tak memiliki tenaga lagi untuk bergerak
Aera bingung orang itu tampak familier tapi siapa
“Nisa”ucap aera menutup mulutnya
Nisa yang tak mengunakan hijab membuat aera tak mengenali Nisa,Nisa dengan rambut yang berantakan dan hanya mengunakan celana pendek dan spaghetti strap dan ada beberapa memar di badanya
Penampilan Nisa seperti ini jauh berbeda saat ia berkunjung ke rumah mertuanya
Aera melihat sekelilingnya terdapat beberapa darah yang masih segar dan ada tengkorak manusia dan banyak foto perempuan tertempel di sebuah mading
Aera segera mendekati dela dan berusaha melepaskannya namun ia bingung dimana kunci rantai yang melilit kaki dela
Dari jarak dekat aera bisa melihat bekas tamparan diaudit bibir dela,aera berusaha membangunkan dela namun ia tetap tak sadarkan diri
Hisyam yang sampai didepan rumah milik aera menghentikan mobilnya dan segera mengecek kedalam rumah itu namun kosong,tapi alamat yang dikirim aera hanya berhenti disini
“Ada apa sebenarnya syam kenapa lu panik gitu”tanya deiji yang dari tadi bingung
“Aera”ucap Hisyam
“Kenapa aera”
“Dia bilang ingin menolong rekan kerjanya dan saya disuruh menyusul kesini tapi alamatnya hanya berhenti sampai disini “ucap Hisyam mengusap wajahnya kasar