AERA SENA

AERA SENA
56.Arya,Angga



Aera berjalan dibelakang Hisyam mengikuti langkah laki-laki tersebut dan seperti biasa ia menjadi pusat perhatian karyawan karna ia masih memakai jas dokternya


Diruangan Hisyam telah menunggu deiji dan 2 orang lainnya,yang satu memakai pakain polisi yang satu memakai pakaian biasa


Aera menghentikan langkahnya saat melihat dua orang asing itu tapi Hisyam langsung bersalaman dengan mereka


Kedua orang itu menatap aera yang berdiri jauh dari mereka


“Eh ini istri saya”ucap Hisyam memperkenalkan aera


“Lu udah nikah”ucap seseorang yang memakai baju kaos biasa


“Iyah hanya ngundang orang-orang terdekat aja”ucap Hisyam


“Lah kita temanan dari zaman sma loh,lu Ngak ngundang kita kebangatan lu syam”


“Ceritanya panjang”ucap Hisyam


“Aku keruangan itu dulu Bang”ucap aera meninggalkan Hisyam


Iya memilih menuju kekamar pribadi Hisyam dari pada ikut bergabung dengan mereka


“Namanya siapa syam”tanya Arya


“Aera”ucap Hisyam


“Cuek amat istri lu syam Ngak ada senyum-senyumnya”ucap Angga yang memakai pakain polisi


“Mungkin dia lagi capek Abis pulang seminar dari pagi baru kelar sekarang”ucap Hisyam


Mereka berempat mengobrol cukup serius sudah setengah jam berlalu tapi belum ada tanda -tanda akan selesai hingga sebuah pesan dari hp Hisyam menghentikan obrolan mereka


“Bentar ya kalian lanjut aja dulu”ucap Hisyam meninggalkan mereka dan menuju ke tempat aera


Ya orang yang mengirim pesan adalah aera entah apa yang aera kirim hingga Hisyam menyusulya


“Abang lama lagi,ini urusan pekerjaan atau apa,kenapa ada polisi gitu?”tanya aera


“Pasti ini bukan masalah kantor kan”


“Aku mau pulang sendiri aja”ucap aera yang akan menuju pintu keluar


Namun dengan sigap Hisyam menahannya


“Gak Ra,kamu harus pulang sama Abang”cegah Hisyam


“Ya Abang lama bangat aku capek nunggu ,aku mau istirahat “ucap aera


“Ya ini tempat tidur loh “ucap Hisyam


“Tapi aku mau dirumah”


“Ini bukan urusan kantor kan “tanya aera lagi


“Iyah bukan teman Abang minta bantuan Abang buat ngelacak nathan dia kabur “ucap Hisyam


“Ra dia teman Abang”


“Ya aku ini istri kamu,sekarang aku mau pulang”ucap aera


Namun lagi -lagi Hisyam menahanya


Kali ini Hisyam mendekap pinggang aera hingga tak ada jarak antara mereka


“Iyah kamu istri aku,tapi dia butuh bantuan aku”


“Trus ntar kalau semua orang butuh bantuan kamu ,kamu tolong gitu walau aku sekarat”omel aera


“Ya Ngak lah,kan sekarang kamu Gak sekarat”tanya Hisyam


“Ooh jadi Abang nunggu aku sekarat dulu”ucap aera


Hisyam menghentikan omongan aera dengan tanganya


“Jangan ngomong gitu Ra”ucap Hisyam


“Yaudah aku mau pulang”ucap aera berusaha melepaskan tangan Hisyam hingga mereka berdua jatuh ke tempat tidur


“Tu kan Abang”teriak aera hingga terdengar keluar ruangan karna memang ruangan ini tak kedap suara


Entah kenapa aera sangat kesal disuruh menunggu oleh Hisyam


Hisyam kaget karna aera yang berteriak karna ini pertama kalinya aera seperti ini


“Aku mau pulang “ucap aera yang tiba-tiba menangis


Dan ini membuat Hisyam tambah kaget


Aera menekuk lututnya dan membenamkan kepalanya


“Ra “ucap Hisyam yang bingung


“Mau pulang”ucap aera di sela isak tangisnya


“Iyah Iyah kita pulang”ucap Hisyam mengelus kepala aera


“Bentar ya Abang pamitan dulu”ucap Hisyam yang meninggalkan aera


Ketiga orang itu menatap Hisyam yang berjalan mendekat


“Arya ,Angga gue minta maaf Ngak bisa lanjutin rencana yang kalian susun,bagi kabarin gue aja gimana akhirnya,istri gue kurang enak badan,jadi gue harus balik duluan”ucap Hisyam tak enak


Keringat orang itupun memaklumi karna tadi aera yang memang terlihat pucat


“Iyah Ngak papa,maaf ya udah ngerepotin lu”ucap Angga


“Nggak kok”ucap Hisyam kembali keruangan yang tadi